PART 1
Author : Devika Sari
seorang gadis menatap
keluar jendela ruang kelasnya. dia melihat tujuh lelaki yang sedang
duduk di bangku koridor sambil mengobrol. entah apa yang mereka
obrolkan, tapi sesekali terdengar suara tawa disela-sela obrolan itu.
gadis itu hanya bisa tersenyum melihatnya. bukan melihat ketujuh lelaki
itu, melainkan salah satu lelaki diantara ketujuh lelaki itu. lelaki
berparas bule, bertubuh tinggi, dan berkulit putih. lelaki yang ia sukai
dari satu tahun yang lalu. tapi sayang, gadis itu tidak pernah berani
mengungkapkan perasaanya. ia takut, entah apa yang ia takutkan.
"kalau suka sama BD, kenapa gak bilang aja" yoriko yang sedari tadi
memperhatikan gadis itu, tiba-tiba saja berdiri di sampingnya dan ikut
melihat keluar jendela. yoriko tahu, gadis itu sangat menyukai salah
satu dari ketujuh lelaki yang sedang duduk di bangku koridor. siapa lagi
kalau bukan BD.
"aku takut. aku gak berani ngungkapin perasaan
aku. aku hanya berani memandanginya saja" ucap gadis itu, tapi tidak
menoleh ke arah yoriko. ia masih memfokuskan matanya melihat lelaki
bernama BD itu.
"sampai kapan?" mendengar pertanyaan yoriko,
gadis itu pun menoleh. ia hanya mengangkat bahunya, mengisyaratkan jika
ia tidak tahu. gadis itu menunduk. tetesan air mata kini sudah menuruni
pipinya.
"please lah (nam..), berhenti jadi bunga matahari"
yoriko melipat tangannya di dadanya. ia menatap iba si gadis yang
ternyata bernama (namakamu).
"maksud kamu apa? jadi bunga
matahari?" (namakamu) menampakan raut wajah bingungnya. ia tidak
mengerti dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu.
"ya, kamu tuh
bisa dibilang kayak bunga matahari. si sedih bunga matahari dibalik
bayangan. sampai kapan kamu cuman bisa ngebayangin jadi pacar BD,
seharusnya kamu itu berusaha membuat khayalan kamu itu jadi nyata. kamu
tuh kayak bunga matahari yang selalu tertutup bayangan matahari, jadi
selalu terlihat pilu" ucap yoriko membuat tangis (namakamu) semakin
hebat.
"gimana bisa nyatain perasaan hiks, kenal dia aja nggak,
hiks" (namakamu) menepis air matanya yang sangat susah untuk berhenti
mengaliri pipinya. (namakamu) dan BD memang tidak saling kenal karena
mereka memang tidak sekelas. (namakamu) di kelas 11A sedangkan BD
dikelas 11D. (namakamu) tahu nama BD dan tahu segala tentang BD dari
temannya yang satu kelas dengan BD, yaitu cassie. tapi cassie tidak tahu
kalau (namakamu) menyukai BD.
"ya kamu ajak dia kenalan kek. kamu harus berusaha dong"
"hiks hiks hiks"
"sini, aku kenalin kamu ke dia" yoriko menarik paksa lengan (namakamu) keluar dari kelas.
"yori, aku gamau. aku malu yori" (namakamu) mencoba berontak. tapi semakin berontak, semakin kuat juga cengkraman yoriko.
yoriko berhasil membawa (namakamu) ke hadapan tujuh lelaki yang tadinya
sedang asyik mengoborol, tapi mereka berhenti mengobrol ketika melihat 2
orang gadis berdiri di hadapan mereka. dan salah satu dari kedua gadis
itu matanya sembab, pipinya basah dan hidungnya memerah.
"hai"
sapa yoriko pada ketujuh lelaki itu. tapi tidak ada yang membalas
sapaannya. ketujuh lelaki itu hanya menatap yoriko dengan tatapan aneh.
"dia pengen kenalan sama kalian" ucap yoriko to the point sambil
menunjuk (namakamu). setelah itu ia ngacir entah kemana, meninggalkan
(namakamu) yang masih berdiri di depan ketujuh lelaki itu. melihat
yoriko pergi, (namakamu) juga ikut berlari mengejar yoriko.
kini (namakamu) telah berhasil menyusul yoriko. ia kini berjalan di samping yoriko. yoriko terlihat sangat kesal.
"kenapa kamu ngikutin aku, harusnya kamu kenalan sama mereka" yoriko menepuk keningnya.
"aku malu yori" jawab (namakamu).
"terus kapan BD bisa kenal sama kamu kalau kamu ngajak dia kenalan aja gamau"
"hiks hiks" (namakamu) malah menangis lagi.
"yaah, kok nangis lagi. terserah kamu deh, aku bingung harus ngebantu kayak gimana lagi" yoriko berjalan mendahului (namakamu).
***
(namakamu) tersenyum melihat beberapa foto di ponselnya. foto BD yang ia ambil dari facebooknya BD.
"kalau aja BD itu pacar aku" gumam (namakamu). lalu ia mulai berkhayal.
ia berkhayal jika BD itu kekasihnya. lalu BD membawanya ke suatu
restoran yang romantis. saat di restoran, BD menyuapinya makanan. tapi
itu hanya khayalan. khayalan yang kemungkinan kecil untuk terwujud.
***
"aduh (nam..), sampai kapan kita ngikutin dia kayak gini?" tanya
yoriko. yoriko merasa kesal karena (namakamu) menyuruh yoriko untuk
menemaninya mengikuti kemanapun kaki BD diayunkan. BD ke perpustakaan,
(namakamu) ikut ke perpustakaan. BD ke lapangan, (namakamu) juga ikut ke
lapangan. dan sekarang (namakamu) dan yoriko sedang di kantin karena BD
sedang berada di kantin juga.
"please yori temenin aku. aku ingin ngelihatin dia. aku ingin tahu apa yang ia lakukan saat istirahat"
"tapi, aku capek" keluh yoriko.
"please" ucap (namakamu) memohon.
"oke deh" jawab yoriko pasrah.
tiba-tiba (namakamu) melihat BD berjalan keluar dari kantin.
"yori, dia pergi. ayo ikutin dia lagi" (namakamu) menarik-narik lengan yoriko.
"iya iya jangan tarik-tarik gitu dong sakit"
(namakamu) dan yoriko berjalan di belakang BD. mereka terus mengikuti
kemana pun BD pergi. sampai akhirnya BD masuk ke dalam toilet pria.
"kamu gak akan nyuruh kita masuk ke toilet pria kan?" tanya yoriko.
"kita tungguin dia di sini" jawab (namakamu). yap, kini yoriko dan (namakamu) sedang berada di depan toilet pria.
"udah ah, ayo kita ke kelas. mending kita habisin waktu istirahat kita
dengan membaca. daripada ngelakuin hal yang gak berguna kayak gini"
yoriko menarik-narik lengan (namakamu) membuat (namakamu) terseret-seret
mengikuti langkahnya.
"jangan tarik-tarik tangan aku, aku mau
nungguin BD keluar, setelah itu aku bakal sembunyi-sembunyi ngikutin
langkah BD lagi" ucap (namakamu) setengah teriak. tangannya masih terus
ditarik oleh yoriko.
"ayo lah, gak ada gunanya ngikutin dia" yoriko menarik lengan (namakamu) semakin kuat karena (namakamu) yang berontak.
"aku gamau lepasin aku yori" bentak (namakamu), seketika yoriko melepaskan cengkramannya pada lengan (namakamu).
"terserah kamu deh, ya udah sana pergi" ucap yoriko sambil mendorong
kasar pundak (namakamu) hingga (namakamu) hampir terjatuh, tapi
(namakamu) tidak terjatuh karena tiba-tiba seorang lelaki berhasil
menangkapnya. (namakamu) terkejut menatap lelaki yang kini sedang
memegangi tubuhnya (?) jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya,
ini pertama kalinya (namakamu) bisa bertatapan langsung dengan BD dengan
jarak 10 CM, yap 10 CM. dengan cepat (namakamu) berdiri, jantungnya
masih berdetak sangat cepat. BD tersenyum pada (namakamu), ini pertama
kalinya (namakamu) mendapat senyuman dari BD.
tiba-tiba yoriko mendekatkan mulutnya pada telinga (namakamu).
"ini semua karena aku. cepet ajak dia kenalan" bisik yoriko. (namakamu)
menatap BD yang masih tersenyum manis padanya. (namakamu) hendak
bicara, tapi entah kenapa saat itu lidahnya terasa kaku sehingga ia
sangat sulit untuk berbicara. "ayo ajak dia kenalan, jangan diam aja"
bisik yoriko lagi. yoriko sepertinya sangat gemas pada (namakamu).
BD hendak berjalan menuju kelasnya lagi. "tunggu" tapi dengan cepat
(namakamu) memegang tangannya membuat langkah BD terhenti. BD menatap
(namakamu) lagi membuat (namakamu) semakin gugup dan lidahnya kembali
menjadi kaku.
"ada apa?" tanya BD, (namakamu) ingin menjawab tapi rasa gugup itu membuatnya susah untuk bicara.
BD menatap (namakamu) dengan tatapan bingung. sudah 1 menit (namakamu)
hanya menatap BD tanpa bicara sesuatu, tapi tangan BD masih dicengkram
olehnya seolah tidak membiarkan BD pergi.
"hei, ada apa?" BD
mengibaskan tangannya di depan wajah (namakamu). tapi tetap tidak ada
respon dari (namakamu). BD melirik ke arah jam tangan yang melingkar di
pergelangan tangan kirinya. yoriko yang melihat itu semakin gemas, ia
menepuk dahinya. "(namakamu) kenapa diem aja sih?" tanya yoriko dalam
hati.
"aku pergi ya" BD menyingkirkan tangan (namakamu) yang
menggengam pergelangan tangannya dengan tangan yang satunya. setelah itu
ia pun berjalan meninggalkan (namakamu). (namakamu) masih diam membisu
sambil menatap punggung BD yang menjauh lalu menghilang di tikungan
koridor (?)
"aduh (nam..) kamu kenapa diem aja. harusnya tadi kamu ajak dia kenalan" ucap yoriko.
"aku gugup yori, aku gak bisa ngomong saat tadi karena gugup" jawab (namakamu).
"huuuh, terus aja kayak gini. kalau kayak gini terus kapan BD jadi
pacar kamu, hah? sampai kapan kamu nyembunyiin perasaan kamu?" tanya
dhita dengan nada membentak.
"hiks hiks hiks" (namakamu) menangis lagi membuat yoriko semakin kesal.
"kamu jangan cuman bisa nangis, kamu harus berusaha dong. kamu jangan
kayak bunga matahari yang selalu sembunyi di balik bayangan"
"hiks hiks"
"udah ah aku mau ke kelas, aku capek" yoriko berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih berderai air mata.
@@@
(namakamu) duduk bersandar di bawah pohon yang berada di salah satu
taman yang jaraknya lumayan dekat dengan rumahnya, sambil menatap danau
di depannya ia menangis. ia menangis karena ia tidak bisa mengungkapkan
perasaannya pada BD. ia selalu berharap suatu saat nanti BD peka pada
perasaannya. ia selalu berharap jika dirinya menjadi orang yang sangat
berharga di dalam kehidupan BD, tapi apa lah, (namakamu) bukan
siapa-siapa dan tidak ada artinya untuk BD. ia hanya bisa berharap do'a
nya terkabulkan dan ia tinggal menunggu saat itu tiba.
tiba-tiba
sebuah bunga disodorkan oleh seseorang di samping (namakamu). (namakamu)
mendangakan kepalanya untuk melihat siapa orang yang menyodorkan bunga
padanya. (namakamu) sangat terkejut dan merasa tidak percaya karena
orang itu adalah...
"BD?"
"hai" BD pun ikut duduk di samping (namakamu).
"aku udah tahu semuanya. kamu suka kan sama aku?" tanya BD. lidah
(namakamu) kembali kaku membuatnya tidak bisa menjawab pertanyaan BD.
"gak usah gugup kayak gitu. kamu pasti bingung kan kenapa aku bisa tahu
kamu suka sama aku? yoriko udah kasih tahu aku semuanya. sebenernya
sebelum yoriko kasih tahu juga, aku udah tahu. aku tahu setiap istirahat
kamu siem-diem ngikutin aku. aku tahu setiap di sekolah kamu slalu
ngelihatin aku. asal kamu tahu, aku juga suka sama kamu. tapi aku gak
berani nembak kamu karena aku takut ditolak. tapi setelah aku sadar
kalau kamu juga suka sama aku, sekarang aku berani nembak kamu. (nam..),
kamu mau kan jadi pacar aku" ucap BD panjang lebar. air mata (namakamu)
menetes lagi, tapi bukan air mata kesedihan. itu air mata bahagia, saat
yang dinanti-nanti (namakamu) telah tiba.
"aku mau, aku mau banget" (namakamu) langsung memeluk BD. BD balas memeluk (namakamu).
(namakamu) meregangkan pelukannya, menepis air mata bahagianya. BD menyimpan bunga di atas telinga (namakamu).
"kamu cantik banget. aku beruntung ya bisa punya cewek secantik kamu"
fujian BD membuat (namakamu) tersenyum lebar. lalu (namakamu) memeluk BD
lagi.
tiba-tiba 'BYUR' cassie menyiram (namakamu) dengan air
danau yang ia tuangkan ke dalam botol bekas minumnya tadi. (namakamu)
terkejut dan langsung berdiri, ia menatap cassie dengan tajam.
"kamu apa-apaan sih cass?" bentak (namakamu). (namakamu) mengedarkan pandangannya.
"mana BD?" tanya (namakamu) pada cassie.
"BD? gak ada BD di sini" jawab cassie.
"nggak cass, tadi BD ada di samping aku" ucap (namakamu).
"dari tadi aku gak ngelihat BD di sini, yang aku lihat dari tadi itu
kamu lagi tidur di bawah pohon. aku bangunin dengan manggil-manggil nama
kamu tapi kamu tetep gak bangun. aku pukul-pukul pipi kamu supaya
bangun, eh kamu tetep gak bangun juga. yaudah aku siram aja kamu pake
air danau"
"apa? dari tadi aku tidur? berarti tadi itu cuman
mimpi" tak terasa air mata (namakamu) menetes. ternyata tadi itu hanya
mimpi, mimpi indah yang kemungkinan kecil menjadi kenyataan.
"hiks hiks"
"(nam..), kok nangis sih? kamu nangis gara-gara aku nyiram kamu pake
air danau ya? maaf" ucap cassie. (namakamu) langsung berlari
meninggalkan cassie, air matanya terus mengalir. "ya tuhan, kenapa tadi
itu cuman mimpi. seharusnya tadi jangan biarkan aku bangun, biarkan aku
tetap tidur dan menikmati mimpi indah yang tidak pernah aku rasakan di
dunia nyata" ucap (namakamu) dalam hati.
tiba-tiba sebuah motor
melintas, motor yang dikendarai oleh jose dan yoriko yang dibonceng oleh
jose. yoriko memeluk erat tubuh jose, mereka terlihat bahagia.
(namakamu) hanya bisa menatap iri kemesrahan yoriko dan jose. kapan
(namakamu) bisa seperti yoriko, bisa berpacaran dengan lelaki yang ia
cintai. bukan hanya iri pada yoriko, (namakamu) iri pada semua wanita
yang bisa berpacaran dengan lelaki yang mereka cintai. tidak seperti
(namakamu), yang sangat susah untuk memiliki BD.
@@@
(namakamu) duduk di ayunan yang berada di halaman belakang rumahnya. ia berkhayal, ia berkhayal menjadi pacar BD lagi.
"yoriko emang benar, aku harusnya berusaha agar aku bisa mendapatkan
BD. aku gamau jadi bunga matahari yang selalu sembunyi di balik
bayangan. aku gamau bersembunyi lagi dibalik bayang-bayang BD, aku gamau
selalu terlihat pilu. aku harus nyatain perasaan aku ke BD. aku gak
peduli apa jawaban BD nanti. yang jelas aku sudah berani mengungkapkan
perasaanku. besok di sekolah, aku akan nyatain perasaan aku ke BD"
gumamnya.
***
(namakamu) berjalan di koridor sekolah.
otaknya masih sibuk merangkai kata-kata untuk menyampaikan perasaannya
pada BD. kali ini ia sangat yakin akan menyatakan perasaannya pada BD.
"(namakamu)" panggil seseorang dari belakang. mendengar namanya
dipanggil, refleks (namakamu) langsung menoleh ke belakang. ia melihat
cassie sedang berlari kecil menghampirinya.
"aku mau curhat.
sebenernya aku mau curhat dari kemarin. makanya kemarin aku ke rumah
kamu. eh, ternyata kamu lagi gak ada di rumah. ibu kamu bilang kamu lagi
ada di taman yang ada di pinggir danau. ya udah aku susul ke taman. eh,
gatau nya kamu lagi tidur. ya udah aku bangunim. eh, waktu kamu udah
bangun kamu malah pergi" ucap cassie.
"emang kamu curhat apa sih cass?"
"aaaaaaaah (namakamu) aku seneng banget. kamu tahu BD kan?" tanya
cassie. (namakamu) sempat bingung, mengapa nama BD disebut-sebut.
"tahu lah. emang kenapa?"
"dia kemarin nembak aku. aku seneng banget" teriak cassie sambil memeluk (namakamu).
'BDAR' ucapan cassie tadi mampu membuat hati (namakamu) terasa seperti
tersambar petir. disaat dia akan mengungkapkan perasaannya pada BD,
mengapa ia harus mendengar jika BD kini sudah menjadi milik cassie,
sahabatnya sendiri. mata (namakamu) mulai berkaca-kaca, sudut matanya
berair. lambat laun air mata di ujung matanya turun mengaliri pipinya.
"kamu kenapa?" tanya cassie heran. bukan nya menjawab pertanyaan
cassie, (namakamu) malah pergi ke kelasnya sambil menunduk agar tidak
ada yang tahu jika ia sedang menangis.
sesampainya di kelas,
(namakamu) langsung duduk di bangkunya. membenamkan wajahnya pada
lipatan tangannya yang menopang di atas meja. ia menangis lagi.
yoriko yang duduk di samping (namakamu) terheran melihat tingkah
sahabatnya ini. 'Si Sedih Bunga Matahari' itu julukan yoriko untuk
(namakamu). si sedih bunga matahari yang selalu sembunyi di balik
bayanngan.
"(Namakamu)? kamu gak apa-apa kan?" yoriko menggoyang-goyangkan dengan lembut pundak (namakamu).
(Namakamu) mengangkat wajahnya, kembali memperlihatkan mata sembabnya.
yoriko terkaget, si sedih bunga matahari ini menangis lagi. yoriko nampaknya sudah bosan melihat (namakamu) menangis.
"(Namakamu) kamu abis nangis berapa abad?" yoriko masih sempat melontarkan pertanyaan konyolnya.
"cassie jadian sama BD, hiks" ucap (namakamu) sambil menepis air matanya.
"apa? cassie jadian sama BD? lalu bagaimana denganmu?"
"mungkin aku akan tetap menjadi bunga matahari seperti yang kamu bilang. aku bakalan tetap menyembunyikan perasaanku padanya"
"hei, jangan mau jadi bunga matahari. kamu harus berusaha dong supaya bisa dapetin BD"
"berusaha gimana? BD kan sekarang udah jadi pacar cassie. masa aku harus menghancurkan hubungan sahabatku sendiri"
~ ~ ~ ~ ~ ~
(namakamu) kembali menatap keluar jendela ruang kelasnya. ia melihat BD
sedang duduk dan mengobrol di bangku koridor. tapi kini bukan dengan
keenam sahabatnya. ia kini bersama cassie. mereka duduk berdua, bercanda
tawa, membuat (namakamu) iri melihatnya. ia menoleh ke samping kirinya.
ia melihat yoriko dan jose sedang duduk di bangkunya. ia sangat iri
pada sahabat-sahabatnya. mereka bisa dengan mudah berpacaran dengan
lelaki yang mereka cintai, tidak seperti (namakamu).
"mengapa
kisah cinta familiar itu sangat sulit bagiku. mengapa aku tidak
seberuntung cassie. seandainya aku jadi cassie" gumam (namakamu). ia
kembali menatap keluar jendela. ia kembali melihat kedekatan cassie dan
BD.
"kenapa harus dia bid, kenapa harus dia" desisnya disertai
air matanya yang mengalir di pipinya lagi. mungkin lama-lama air mata
(namakamu) bisa habis hanya karena menangisi cintanya yang bertepuk
sebelah tangan.
@@@
(namakamu) berjalan di trotoar menuju
rumahnya. air matanya masih menetes, ia sepertinya nampak tidak peduli
pada setiap orang yang melihatnya dengan tatapan aneh. ia sepertinya
tidak malu menangis di jalan raya seperti ini. mungkin air matanya sudah
tidak bisa ia kontrol, air matanya terus mengalir deras menuruni
pipinya.
(namakamu) kini sudah memasuki pekarangan rumahnya.
'CLEK' ia membuka pintu rumahnya dan langsung memasuki rumahnya.
tiba-tiba ia melihat orangtua karel dan orangtuanya sedang duduk di sofa
sambil tersenyum menatapnya.
"(namakamu), sini duduk" ayah
(namakamu) menepuk-nepuk sofa mengisyaratkan supaya (namakamu) duduk di
sofa itu. (namakamu) menurut, ia duduk di sofa yang juga diduduki
ayahnya.
"(nam..), ayah sama ibu akan menjodohkan kamu dengan karel" ucap ibu (namakamu). sontak (namakamu) terkejut mendengarnya.
bersambung