CERPEN
"alwaysBD bahagia melihat BD bahagia"
author : devika sari
aku merapatkan kepalaku ke meja. tubuhku terasa sangat lemas saat sudah mendapat info dari twitter tadi. info kalau BD dan cassie pacaran. sebenarnya info itu sudah diberitahukan minggu lalu di twitter oleh para alwaysBd, tapi waktu dulu aku tidak percaya jika BD pacaran dengan cassie. aku pikir itu hanya berita hoax. tapi saat tadi aku buka twitter-ku lagi, aku melihat beberapa foto BD dan cassie yang terlihat mesrah banget. apalagi foto BD yang sedang meluk cassie, bikin envy banget.
aku berjalan gontai keluar dari ruang kelas-ku, aku melangkahkan kakiku menuju kelas BD. aku memang sangat beruntung bisa satu sekolah dengan BD, tapi tidak sekelas. BD di kelas 8 A, sedangkan aku 8B. aku juga tidak terlalu dekat dengan BD. tapi BD kenal aku kok dan tahu , kalau aku itu alwaysBD.
kini aku sudah memasuki kelasnya BD. kulihat BD sedang asyik mengobrol dengan teman sebangkunya. akupun langsung menghampirinya.
"hai bid" sapaku pada BD.
"hai juga" balasnya.
"emh bid, aku boleh nanya sesuatu gak?" tanyaku.
"boleh, nanya apa?"
"apa bener kamu sama cassie winxs pacaran?" tanyaku. aku ingin memastikan info yang kudapat dari twitter itu. aku berharap BD akan menjawab 'tidak, aku tidak pacaran dengan cassie winxs' tapi ternyata... dia menjawab
"iya, aku emang pacaran dengan cassie. aku sudah kasih tahu alwaysBD lewat twitter 2 hari yang lalu"
"oh, jadi berita itu benar, bukan hoax. ya udah, aku ke kelas-ku lagi ya. aku ke sini cuman ingin menanyakan itu" saat mendengar jawaban BD tadi, rasanya air mataku ingin ku keluarkan. rasanya aku gak rela BD pacaran sama cassie, aku envy, envy banget. mungkin sebagian alwaysbd merasakan hal yang sama sepertiku ketika tahu jika BD pacaran dengan cassie. karena tadi saat di twitter, aku melihat komentar-komentar dari foto BD dan cassie yang sedang berdua itu banyak yang ngebully.
"kamu gak marah kan? sebagian alwaysBD marah saat tahu aku pacaran sama cassie. sebagian dari mereka juga ada yang ngebully cassie"
"aku gak marah"
'hanya saja aku kesal dan ngerasa gak rela' lanjutku dalam hati.
BD tersenyum padaku.
"aku kira kamu juga bakal marah dan bakalan bully cassie juga. soalnya kemarin juga teman-temanmu menemuiku dan menanyakan tentang hubungan aku dengan cassie. saat mereka tahu kalau aku dan cassie pacaran. mereka langsung ngebully cassie lewat twitter. bilang ya sama teman-temanmu, jangan bully cassie. kasihan cassie, kemarin dia menangis karena dibully, aku jadi sedih melihat cassie sedih" ucapnya. aku sempat berpikir, siapa maksud BD teman-temanku. apa mungkin anisha dan audi, mereka berduakan teman-temanku yang sama-sama ngefans sama BD.
"iya" hanya itu kata yang bisa ku ucapkan, aku ingin segera kembali ke kelasku. air mataku sudah tidak tahan lagi ingin kukeluarkan.
"kamu gak ingin melihat aku sedih kan hanya karena melihat cassie sedih?"
"iya, tentu saja aku gak ingin kamu sedih"
"kalau gitu bilang ya sama teman-temanmu, yang namanya anisha sama audi itu" tuh kan bener, pasti anisha sama audi. akupun mengangguk lalu melangkahkan kakiku menuju kelasku.
sesudah sampai di kelas, aku langsung duduk di bangkuku. membenamkan wajahku pada lipatan tanganku yang menopang di atas meja, supaya tidak ada yang tahu jika aku sedang menangis.
"heu..heu..heu.. BD pacaran sama cassie, aku gak rela" kudengar suara itu dari sebelah kanan. ku tahu siapa yang bicara itu, dari suaranya aja aku sudah tahu. itu audy. akupun menegakan posisi dudukku, kulihat audi sedang menangis di bangku sebelahku.
"udah lah, biarin aja kali BD pacaran sama cassie. itu kan hak-nya dia, kita gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup dia. kita tuh cuman fans, tugas kita cuman mensupport BD" ucap anisha yang berada di samping audi.
kulihat kini audi dan anisha menatapku, mereka mengerutkan keningnya. mungkin bingung mengapa mataku sembab dan pipiku basah.
"(nam..) kamu kenapa? kok nangis? kamu sedih juga ya karena BD pacaran sama cassie?" tanya audi sambil menatapku. aku mengangguk yang berarti iya.
"ya ampun, udah lah jangan nangis. kita tuh harusnya bahagia melihat BD bahagia, kenapa malah sedih" ucap anisha.
"gimana gak sedih, orang kemarin BD kirim SMS ke aku kayak gini 'kalau mau bully cassie, bully aku juga. biar adil. ayo cepat bully aku' gitu. masa BD malah belain si cassie sih" ucap audy.
"itu kan salah kamu, ya jelas lah BD marah, orang pacarnya dibully" ucap anisa.
"bukannya kemarin kamu juga ngebully cassie lewat twitter?" tanyaku.
"kemarin sih aku memang bully cassie, kemarin itu aku envy banget saat ngelihat foto BD yang lagi meluk casie. tapi pikir-pikir, ngapain juga aku bully cassie. kalau misalnya aku jadi cassie, terus dibully sama alwaysBD, pasti kan sedih banget. dan juga aku kasihan sama BD, BD kayaknya ikut sedih karena cassie dibully. kalau BD sedih, aku juga ikut sedih" ucap anisa.
"aduh, aku gak salah denger nih, kamu kok malah ngebela si cassie" ucapku.
"iya, kamu juga harusnya envy kayak kita. ayo (nam..) kita pergi" audi langsung menarik lenganku.
"lah kok ngambek" kudengar anisa berbicara seperti itu. tapi tidak aku hiraukan, aku terus berjalan mengikuti audi.
***
saat aku, anisha dan audi berjalan pulang menuju rumah, tiba-tiba sebuah sepedah melewati kita, sepedah itu dikendarai oleh BD dan dibelakangnya cassie sedang dibonceng olehnya. cassie memeluk erat tubuh BD. dan kulihat BD sangat bahagia..
"ih nyebelin banget sih, si cassie emang cewek ganjen, centil banget sih. pakek peluk-peluk BD segala" ucap audi.
"iya, nyebelin banget. habis ini kita bully cassie lagi" ucapku.
"jangan ngomong kayak gitu, nanti kalau BD denger gimana? pasti dia kecewa banget sama kalian" ucap anisha, aku lama-lama jadi kesal sama anisha. kenapa dia belain cassie mulu.
"biarin kita ngomong kayak gini. habisnya BD bikin kita kesel. aku do'ain BD sama cassie putus" ucapku.
"jangan kayak gitu (nam..) udahlah, jangan ikut campur urusan orang. mungkin itu cara BD menikmati hidup. kalian tuh sadar, kalian tuh cuman fans, CUMAN FANS, bukan pacarnya BD" ucap anisha. aku menjadi sangat kesal mendengar ucapan anisha, lebih kesal dari sebelumnya.
"terus aja belain cassie" bentak audi lalu menarik tanganku lagi supaya meninggalkan anisha.
@@@
aku melihat-lihat foto di HP-ku. banyak sekali foto Cassie, aku lupa kalau dulu aku ini cassievers. dulu, sebelum aku tahu BD pacaran sama cassie. tapi setelah dipikr-pikir, ucapan anisha benar juga. itu kan hak-nya BD mau pacaran sama siapapun juga, aku gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup dia. aku tuh cuman fans, tugasku cuman mensupport BD. tapi tetap aja aku gak rela BD sama cassie.
tiba-tiba HP-ku bergetar. akupun merogoh HP-ku yang berada di saku celanaku,
'1 message'
'From: audi
'tadi aku bully cassie lagi di twitter. kamu udah bully cassie?'
belum sempat aku membalas SMS itu, ibuku sudah memanggilku. akupun keluar dari kamarku dan menghampiri ibuku.
"(namakamu) tolong belikan buah-buahan ke mini market. tadi ibu lupa gak beli buah-buahan" perintah ibuku. akupun mengambil uang yang disodorkan ibu padaku. setelah itu aku berjalan keluar menuju mini market.
saat sedang diperjalanan, aku tidak sengaja menubruk seseorang. aku menubruk orang itu sampai orang itu terjatuh ke belakang.
"maaf maaf" ucapku sambil menarik tangannya, membantunya untuk berdiri.
"hah cassie" pekikku, ternyata aku menubruk cassie. kulihat pipi cassie basah, hidungnya merah, matanya sembab.
"aku yang harusnya minta maaf, tadi aku jalan gak lihat-lihat. karena aku menutup wajahku supaya tidak ada yang tahu jika aku sedang menangis" ucapnya.
"kamu kenapa nangis cassie?" tanyaku.
"(namakamu), aku sedih, aku dibully terus sama alwaysBD. terus sebagian dari alwaysBD itu jadi hatter aku" ucapnya. cassie memang sudah mengenalku, dulu saat di acara ulang tahun BD aku sempat berkenalan dengannya.
"emangnya salah ya jika aku jadi pacarnya BD?...."
'tentu saja salah' ucapku dalam hati.
"aku kan juga alwaysBD, alwaysBD yang beruntung karena bisa jadi pacarnya BD. coba kamu bayangin, jika kamu seberuntung aku, bisa jadi pacar BD. terus dibully sama alwaysBD, apa kamu sedih?"
'sedih sih, tapi' batinku.
"apa aku salah jadi pacarnya BD. terus siapa yang boleh jadi pacar BD?" tanya cassie menatapku. mungkin cassie tahu jika aku ini alwaysBD.
"ya yang boleh jadi pacar BD ya alwaysBD" jawabku, aku tidak tahu harus jawab siapa. tadinya sih aku mau jawab gini 'yang boleh jadi pacar BD ya aku' tapi masa iya sih aku harus jawab gitu di depan cassie
"aku juga kan alwaysBD, alwaysBD yang beruntung karena bisa jadi pacarnya BD" ucap cassie lalu berjalan lagi entah kemana, dan aku meneruskan perjalananku menuju mini market. aku tidak tahu jika cassie sesedih itu, aku bisa ngebayangin kok jadi cassie, pasti sedih banget. tapi tetap aku gak rela BD sama cassie, aku sakit banget saat melihat cassie bermesrahan dengan BD. tapi cassie kasihan juga, tapi aku juga gak rela, aaaaaah aku benar-benar bingung.
***
"kemarin aku bully cassie lagi. si cassie tuh emang centil banget sama BD. mereka berdua itu gak cocok" ucap audi.
"tapi kan.."
"aku bicara dengan (namakamu) anisha, bukan sama kamu. ya kan (namakamu)? cassie emang cewek yang kecentilan?" tanya audi menatapku.
"euh, gimana ya. cassie itu gak kayak gitu, mungkin...."
"kok kamu belain cassie juga kayak si anisha" potong audi.
"euh aku.."
"kamu gak envy lagi lihat BD sama cassie, kamu udah rela BD sama cassie?" tanya audi.
"iya, nggak apa-apa kok BD pacaran sama cassie. aku bahagia lihat BD bahagia. justru aku sedih melihat BD sedih karena cassie dibully" jawabku.
"kok kamu jadi gini, kemarin kamu benci banget sama cassie tapi kenapa sekarang kamu malah belain cassie?" tanya audi. tiba-tiba audi merogoh HP-nya dan menunjukan sebuah foto padaku, foto BD sedang memeluk cassie.
"lihat foto ini, apaan coba pakek peluk-peluk segala. bukan muhrim. si cassie-nya diem aja lagi saat dipeluk BD, nyebelin banget tuh cewek" umpat audi sambil menunjukan foto itu padaku. melihat foto itu aku jadi envy lagi, mataku perih lihat foto itu, rasanya tuh pengen nangis lagi.
"bukannya saat pertama kali ketemu BD kamu meluk BD juga. bukan muhrim kan" ucap anisha.
"euh.." sepertinya audi tidak bisa menjawab.
"hai temen-temen" sapa seseorang membuatku kaget. refleks kita pun menoleh ke sumber suara.
"BD" pekik kita barengan. kulihat wajah audi memucat, mungkin ia takut BD mendengar ucapannya barusan.
"nih" BD memberikan satu buah kartu undangan pada kita.
"itu undangan ulang tahun aku, lusa aku ulang tahun. aku pengen kalian datang ke acara ulang tahun aku" ucap BD.
"ada cassie?" tanya audi.
"tentu saja ada" jawab BD lalu melangkahkan kakinya lagi keluar dari kelas.
"kalau ada cassie aku gak bakalan datang. pasti saat balik ke rumah aku nangis-nangis karena melihat BD sama cassie berduaan" ucap audi.
***
kini aku sudah siap akan pergi ke pesta ulang tahun BD. aku berjalan menghampiri anisha yang sedari tadi menunggu. setelah itu kita menaiki taxi untuk dapat sampai menuju rumah BD.
kini kita sudah sampai di rumah BD. kulihat banyak sekali tamu yang datang, tapi paling banyak di kalangan artis. kita pun berjalan menghampiri BD untuk memberikan kado pada BD. tak sengaja aku melihat audi sedang duduk di kursi sambil meminum satu gelas minuman.
"itu kan audi, katanya dia gak akan ke sini" ucapku lalu berjalan menghampiri audi.
"hey, katanya gak bakalan dateng. taunya dateng" ucap anisha.
"aku kan alwaysBD, masa iya aku gak dateng ke pesta ulang tahunnya" jawab audi.
"ya udah, ayo kita samperin BD. kita kasih kado ini ke BD" ucapku. lalu kita pun berjalan menghampiri BD.
"happy birthday ya bid" ucapku setelah berada di depan BD sambil memberikan kado pada BD.
"makasih" balas BD. kulihat BD merangkul pundak cassie. ada rasa benci lagi pada cassie saat aku melihat BD merangkul pundak cassie.
"si cassie nempel nempel mulu sih" bisik audi padaku dan anisha.
"cassie kan pacarnya BD" jawab anisha berbisik juga.
setelah itu aku berlari kecil keluar dari rumah BD. aku menangis, ya sepertinya aku masih belum rela BD pacaran dengan cassie.
"kamu mau kemana?" tanya anisha yang sudah menyusulku bersama audi.
"aku gak kuat ngelihat kedekatan BD sama cassie, aku envy" jawabku.
"bener kan, seharusnya tadi tuh kita gak ke sini kalau cuman lihat kedekatan BD sama cassie" ucap audi.
"sini deh" tiba-tiba anisha menarik lenganku supaya ikut dengannya ke dalam rumah BD lagi, audi pun ikut masuk lagi ke dalam rumah BD.
"lihat" anisha menunjuk ke arah BD dan cassie.
"BD terlihat sangat bahagia saat dengan cassie. kalian sedih ngelihat BD bahagia?" tanya anisha.
"aku sedih eh bahagia eh aku..."
"tapi aku envy sha" ucap audi.
"cobalah ngetiin BD, lagi pula jika BD sekarang putus sama cassie apa dia bakalan langsung jadi pacar kamu, nggak kan. biarin BD bahagia. alwaysbd harus bahagia melihat BD bahagia." ucap anisha.
"kita cuman fans, bukan siapa-siapa nya BD. kita gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup dia" lanjut anisha.
aku pikir ucapan anisha memang benar. aku cuman fans, dan gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup BD. BD memang terlihat sangat bahagia jika sedang bersama cassie dan jika cassie dibully BD jadi sedih. aku gak mau lihat BD sedih, aku ingin melihat BD bahagia. dan jika memang BD bahagia dengan cassie, aku gak apa-apa kok. aku bahagia lihat BD bahagia.
Tamat
ini cuman cerpen ya. kalau ada yang kesindir maaf
"alwaysBD bahagia melihat BD bahagia"
author : devika sari
aku merapatkan kepalaku ke meja. tubuhku terasa sangat lemas saat sudah mendapat info dari twitter tadi. info kalau BD dan cassie pacaran. sebenarnya info itu sudah diberitahukan minggu lalu di twitter oleh para alwaysBd, tapi waktu dulu aku tidak percaya jika BD pacaran dengan cassie. aku pikir itu hanya berita hoax. tapi saat tadi aku buka twitter-ku lagi, aku melihat beberapa foto BD dan cassie yang terlihat mesrah banget. apalagi foto BD yang sedang meluk cassie, bikin envy banget.
aku berjalan gontai keluar dari ruang kelas-ku, aku melangkahkan kakiku menuju kelas BD. aku memang sangat beruntung bisa satu sekolah dengan BD, tapi tidak sekelas. BD di kelas 8 A, sedangkan aku 8B. aku juga tidak terlalu dekat dengan BD. tapi BD kenal aku kok dan tahu , kalau aku itu alwaysBD.
kini aku sudah memasuki kelasnya BD. kulihat BD sedang asyik mengobrol dengan teman sebangkunya. akupun langsung menghampirinya.
"hai bid" sapaku pada BD.
"hai juga" balasnya.
"emh bid, aku boleh nanya sesuatu gak?" tanyaku.
"boleh, nanya apa?"
"apa bener kamu sama cassie winxs pacaran?" tanyaku. aku ingin memastikan info yang kudapat dari twitter itu. aku berharap BD akan menjawab 'tidak, aku tidak pacaran dengan cassie winxs' tapi ternyata... dia menjawab
"iya, aku emang pacaran dengan cassie. aku sudah kasih tahu alwaysBD lewat twitter 2 hari yang lalu"
"oh, jadi berita itu benar, bukan hoax. ya udah, aku ke kelas-ku lagi ya. aku ke sini cuman ingin menanyakan itu" saat mendengar jawaban BD tadi, rasanya air mataku ingin ku keluarkan. rasanya aku gak rela BD pacaran sama cassie, aku envy, envy banget. mungkin sebagian alwaysbd merasakan hal yang sama sepertiku ketika tahu jika BD pacaran dengan cassie. karena tadi saat di twitter, aku melihat komentar-komentar dari foto BD dan cassie yang sedang berdua itu banyak yang ngebully.
"kamu gak marah kan? sebagian alwaysBD marah saat tahu aku pacaran sama cassie. sebagian dari mereka juga ada yang ngebully cassie"
"aku gak marah"
'hanya saja aku kesal dan ngerasa gak rela' lanjutku dalam hati.
BD tersenyum padaku.
"aku kira kamu juga bakal marah dan bakalan bully cassie juga. soalnya kemarin juga teman-temanmu menemuiku dan menanyakan tentang hubungan aku dengan cassie. saat mereka tahu kalau aku dan cassie pacaran. mereka langsung ngebully cassie lewat twitter. bilang ya sama teman-temanmu, jangan bully cassie. kasihan cassie, kemarin dia menangis karena dibully, aku jadi sedih melihat cassie sedih" ucapnya. aku sempat berpikir, siapa maksud BD teman-temanku. apa mungkin anisha dan audi, mereka berduakan teman-temanku yang sama-sama ngefans sama BD.
"iya" hanya itu kata yang bisa ku ucapkan, aku ingin segera kembali ke kelasku. air mataku sudah tidak tahan lagi ingin kukeluarkan.
"kamu gak ingin melihat aku sedih kan hanya karena melihat cassie sedih?"
"iya, tentu saja aku gak ingin kamu sedih"
"kalau gitu bilang ya sama teman-temanmu, yang namanya anisha sama audi itu" tuh kan bener, pasti anisha sama audi. akupun mengangguk lalu melangkahkan kakiku menuju kelasku.
sesudah sampai di kelas, aku langsung duduk di bangkuku. membenamkan wajahku pada lipatan tanganku yang menopang di atas meja, supaya tidak ada yang tahu jika aku sedang menangis.
"heu..heu..heu.. BD pacaran sama cassie, aku gak rela" kudengar suara itu dari sebelah kanan. ku tahu siapa yang bicara itu, dari suaranya aja aku sudah tahu. itu audy. akupun menegakan posisi dudukku, kulihat audi sedang menangis di bangku sebelahku.
"udah lah, biarin aja kali BD pacaran sama cassie. itu kan hak-nya dia, kita gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup dia. kita tuh cuman fans, tugas kita cuman mensupport BD" ucap anisha yang berada di samping audi.
kulihat kini audi dan anisha menatapku, mereka mengerutkan keningnya. mungkin bingung mengapa mataku sembab dan pipiku basah.
"(nam..) kamu kenapa? kok nangis? kamu sedih juga ya karena BD pacaran sama cassie?" tanya audi sambil menatapku. aku mengangguk yang berarti iya.
"ya ampun, udah lah jangan nangis. kita tuh harusnya bahagia melihat BD bahagia, kenapa malah sedih" ucap anisha.
"gimana gak sedih, orang kemarin BD kirim SMS ke aku kayak gini 'kalau mau bully cassie, bully aku juga. biar adil. ayo cepat bully aku' gitu. masa BD malah belain si cassie sih" ucap audy.
"itu kan salah kamu, ya jelas lah BD marah, orang pacarnya dibully" ucap anisa.
"bukannya kemarin kamu juga ngebully cassie lewat twitter?" tanyaku.
"kemarin sih aku memang bully cassie, kemarin itu aku envy banget saat ngelihat foto BD yang lagi meluk casie. tapi pikir-pikir, ngapain juga aku bully cassie. kalau misalnya aku jadi cassie, terus dibully sama alwaysBD, pasti kan sedih banget. dan juga aku kasihan sama BD, BD kayaknya ikut sedih karena cassie dibully. kalau BD sedih, aku juga ikut sedih" ucap anisa.
"aduh, aku gak salah denger nih, kamu kok malah ngebela si cassie" ucapku.
"iya, kamu juga harusnya envy kayak kita. ayo (nam..) kita pergi" audi langsung menarik lenganku.
"lah kok ngambek" kudengar anisa berbicara seperti itu. tapi tidak aku hiraukan, aku terus berjalan mengikuti audi.
***
saat aku, anisha dan audi berjalan pulang menuju rumah, tiba-tiba sebuah sepedah melewati kita, sepedah itu dikendarai oleh BD dan dibelakangnya cassie sedang dibonceng olehnya. cassie memeluk erat tubuh BD. dan kulihat BD sangat bahagia..
"ih nyebelin banget sih, si cassie emang cewek ganjen, centil banget sih. pakek peluk-peluk BD segala" ucap audi.
"iya, nyebelin banget. habis ini kita bully cassie lagi" ucapku.
"jangan ngomong kayak gitu, nanti kalau BD denger gimana? pasti dia kecewa banget sama kalian" ucap anisha, aku lama-lama jadi kesal sama anisha. kenapa dia belain cassie mulu.
"biarin kita ngomong kayak gini. habisnya BD bikin kita kesel. aku do'ain BD sama cassie putus" ucapku.
"jangan kayak gitu (nam..) udahlah, jangan ikut campur urusan orang. mungkin itu cara BD menikmati hidup. kalian tuh sadar, kalian tuh cuman fans, CUMAN FANS, bukan pacarnya BD" ucap anisha. aku menjadi sangat kesal mendengar ucapan anisha, lebih kesal dari sebelumnya.
"terus aja belain cassie" bentak audi lalu menarik tanganku lagi supaya meninggalkan anisha.
@@@
aku melihat-lihat foto di HP-ku. banyak sekali foto Cassie, aku lupa kalau dulu aku ini cassievers. dulu, sebelum aku tahu BD pacaran sama cassie. tapi setelah dipikr-pikir, ucapan anisha benar juga. itu kan hak-nya BD mau pacaran sama siapapun juga, aku gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup dia. aku tuh cuman fans, tugasku cuman mensupport BD. tapi tetap aja aku gak rela BD sama cassie.
tiba-tiba HP-ku bergetar. akupun merogoh HP-ku yang berada di saku celanaku,
'1 message'
'From: audi
'tadi aku bully cassie lagi di twitter. kamu udah bully cassie?'
belum sempat aku membalas SMS itu, ibuku sudah memanggilku. akupun keluar dari kamarku dan menghampiri ibuku.
"(namakamu) tolong belikan buah-buahan ke mini market. tadi ibu lupa gak beli buah-buahan" perintah ibuku. akupun mengambil uang yang disodorkan ibu padaku. setelah itu aku berjalan keluar menuju mini market.
saat sedang diperjalanan, aku tidak sengaja menubruk seseorang. aku menubruk orang itu sampai orang itu terjatuh ke belakang.
"maaf maaf" ucapku sambil menarik tangannya, membantunya untuk berdiri.
"hah cassie" pekikku, ternyata aku menubruk cassie. kulihat pipi cassie basah, hidungnya merah, matanya sembab.
"aku yang harusnya minta maaf, tadi aku jalan gak lihat-lihat. karena aku menutup wajahku supaya tidak ada yang tahu jika aku sedang menangis" ucapnya.
"kamu kenapa nangis cassie?" tanyaku.
"(namakamu), aku sedih, aku dibully terus sama alwaysBD. terus sebagian dari alwaysBD itu jadi hatter aku" ucapnya. cassie memang sudah mengenalku, dulu saat di acara ulang tahun BD aku sempat berkenalan dengannya.
"emangnya salah ya jika aku jadi pacarnya BD?...."
'tentu saja salah' ucapku dalam hati.
"aku kan juga alwaysBD, alwaysBD yang beruntung karena bisa jadi pacarnya BD. coba kamu bayangin, jika kamu seberuntung aku, bisa jadi pacar BD. terus dibully sama alwaysBD, apa kamu sedih?"
'sedih sih, tapi' batinku.
"apa aku salah jadi pacarnya BD. terus siapa yang boleh jadi pacar BD?" tanya cassie menatapku. mungkin cassie tahu jika aku ini alwaysBD.
"ya yang boleh jadi pacar BD ya alwaysBD" jawabku, aku tidak tahu harus jawab siapa. tadinya sih aku mau jawab gini 'yang boleh jadi pacar BD ya aku' tapi masa iya sih aku harus jawab gitu di depan cassie
"aku juga kan alwaysBD, alwaysBD yang beruntung karena bisa jadi pacarnya BD" ucap cassie lalu berjalan lagi entah kemana, dan aku meneruskan perjalananku menuju mini market. aku tidak tahu jika cassie sesedih itu, aku bisa ngebayangin kok jadi cassie, pasti sedih banget. tapi tetap aku gak rela BD sama cassie, aku sakit banget saat melihat cassie bermesrahan dengan BD. tapi cassie kasihan juga, tapi aku juga gak rela, aaaaaah aku benar-benar bingung.
***
"kemarin aku bully cassie lagi. si cassie tuh emang centil banget sama BD. mereka berdua itu gak cocok" ucap audi.
"tapi kan.."
"aku bicara dengan (namakamu) anisha, bukan sama kamu. ya kan (namakamu)? cassie emang cewek yang kecentilan?" tanya audi menatapku.
"euh, gimana ya. cassie itu gak kayak gitu, mungkin...."
"kok kamu belain cassie juga kayak si anisha" potong audi.
"euh aku.."
"kamu gak envy lagi lihat BD sama cassie, kamu udah rela BD sama cassie?" tanya audi.
"iya, nggak apa-apa kok BD pacaran sama cassie. aku bahagia lihat BD bahagia. justru aku sedih melihat BD sedih karena cassie dibully" jawabku.
"kok kamu jadi gini, kemarin kamu benci banget sama cassie tapi kenapa sekarang kamu malah belain cassie?" tanya audi. tiba-tiba audi merogoh HP-nya dan menunjukan sebuah foto padaku, foto BD sedang memeluk cassie.
"lihat foto ini, apaan coba pakek peluk-peluk segala. bukan muhrim. si cassie-nya diem aja lagi saat dipeluk BD, nyebelin banget tuh cewek" umpat audi sambil menunjukan foto itu padaku. melihat foto itu aku jadi envy lagi, mataku perih lihat foto itu, rasanya tuh pengen nangis lagi.
"bukannya saat pertama kali ketemu BD kamu meluk BD juga. bukan muhrim kan" ucap anisha.
"euh.." sepertinya audi tidak bisa menjawab.
"hai temen-temen" sapa seseorang membuatku kaget. refleks kita pun menoleh ke sumber suara.
"BD" pekik kita barengan. kulihat wajah audi memucat, mungkin ia takut BD mendengar ucapannya barusan.
"nih" BD memberikan satu buah kartu undangan pada kita.
"itu undangan ulang tahun aku, lusa aku ulang tahun. aku pengen kalian datang ke acara ulang tahun aku" ucap BD.
"ada cassie?" tanya audi.
"tentu saja ada" jawab BD lalu melangkahkan kakinya lagi keluar dari kelas.
"kalau ada cassie aku gak bakalan datang. pasti saat balik ke rumah aku nangis-nangis karena melihat BD sama cassie berduaan" ucap audi.
***
kini aku sudah siap akan pergi ke pesta ulang tahun BD. aku berjalan menghampiri anisha yang sedari tadi menunggu. setelah itu kita menaiki taxi untuk dapat sampai menuju rumah BD.
kini kita sudah sampai di rumah BD. kulihat banyak sekali tamu yang datang, tapi paling banyak di kalangan artis. kita pun berjalan menghampiri BD untuk memberikan kado pada BD. tak sengaja aku melihat audi sedang duduk di kursi sambil meminum satu gelas minuman.
"itu kan audi, katanya dia gak akan ke sini" ucapku lalu berjalan menghampiri audi.
"hey, katanya gak bakalan dateng. taunya dateng" ucap anisha.
"aku kan alwaysBD, masa iya aku gak dateng ke pesta ulang tahunnya" jawab audi.
"ya udah, ayo kita samperin BD. kita kasih kado ini ke BD" ucapku. lalu kita pun berjalan menghampiri BD.
"happy birthday ya bid" ucapku setelah berada di depan BD sambil memberikan kado pada BD.
"makasih" balas BD. kulihat BD merangkul pundak cassie. ada rasa benci lagi pada cassie saat aku melihat BD merangkul pundak cassie.
"si cassie nempel nempel mulu sih" bisik audi padaku dan anisha.
"cassie kan pacarnya BD" jawab anisha berbisik juga.
setelah itu aku berlari kecil keluar dari rumah BD. aku menangis, ya sepertinya aku masih belum rela BD pacaran dengan cassie.
"kamu mau kemana?" tanya anisha yang sudah menyusulku bersama audi.
"aku gak kuat ngelihat kedekatan BD sama cassie, aku envy" jawabku.
"bener kan, seharusnya tadi tuh kita gak ke sini kalau cuman lihat kedekatan BD sama cassie" ucap audi.
"sini deh" tiba-tiba anisha menarik lenganku supaya ikut dengannya ke dalam rumah BD lagi, audi pun ikut masuk lagi ke dalam rumah BD.
"lihat" anisha menunjuk ke arah BD dan cassie.
"BD terlihat sangat bahagia saat dengan cassie. kalian sedih ngelihat BD bahagia?" tanya anisha.
"aku sedih eh bahagia eh aku..."
"tapi aku envy sha" ucap audi.
"cobalah ngetiin BD, lagi pula jika BD sekarang putus sama cassie apa dia bakalan langsung jadi pacar kamu, nggak kan. biarin BD bahagia. alwaysbd harus bahagia melihat BD bahagia." ucap anisha.
"kita cuman fans, bukan siapa-siapa nya BD. kita gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup dia" lanjut anisha.
aku pikir ucapan anisha memang benar. aku cuman fans, dan gak punya hak buat ngatur-ngatur hidup BD. BD memang terlihat sangat bahagia jika sedang bersama cassie dan jika cassie dibully BD jadi sedih. aku gak mau lihat BD sedih, aku ingin melihat BD bahagia. dan jika memang BD bahagia dengan cassie, aku gak apa-apa kok. aku bahagia lihat BD bahagia.
Tamat
ini cuman cerpen ya. kalau ada yang kesindir maaf