Rabu, 26 Oktober 2016

I Need Your Love Part 3

I Need Your Love

Part 3

Para anggota geng motor itu mengendap-ngendap mengikuti (namakamu) yang berjalan di trotoar. Jalanan saat itu ramai, sehingga para anggota geng motor yang berniat menculik (namakamu) harus menunggu sampai gadis itu berada di jalan yang sepi.

Saat berada di jalan yang mulai lenggang dan mereka sudah bersiap-siap untuk menyergap gadis itu, (namakamu) malah mempercepat jalannya. Belum sempat mereka melakukan aksi penculikannya, gadis yang akan menjadi korban mereka malah terlebih dahulu memasuki sebuah restoran. Para anggota geng motor itu hanya berdiri di depan restoran sambil merutuki keterlambatan mereka.

"Sudah kubilang, harusnya kita culik dia dari tadi! Sekarang terlambat! Gadis itu masuk restoran," gerutu salah satu anggota geng.

"Restoran ini ada di kawasan yang sepi, mungkin saja di dalamnya juga sepi. Kita bisa membuat kekacauan di restoran itu lalu menculik (namakamu)." Salsha menyunggingkan senyum jahat.

Ide Salsha itu disetujui oleh semua angggota Geng. Mereka pun langsung melangkah menuju pintu restoran, namun tiba-tiba mereka berhenti di ambang pintu karena melihat sesuatu yang menurut mereka aneh di dalam sana. Terlihat (namakamu) sedang berpelukan dengan seorang lelaki yang sepertinya sebaya dengannya. Dan yang jelas, lelaki itu bukan BD.

Niaat masuk pun mereka urungkan. Para anggota geng motor itu lebih memilih berdiri di depan jendela untuk memperhatikan (namakamu) dan lelaki itu di dalam sana.

"Siapa lelaki itu?" tanya Jose. "Mengapa (namakamu) memeluknya?"

"Mungkin saudaranya." jawab salah satu kawannya.

"Bagaimana kalau selingkuhannya," celetuk Salsha membuat semua anggota geng menoleh padanya. "Bisa saja bukan? (namakamu) kan gadis cantik. Pasti banyak lelaki yang jatuh cinta padanya. Jika salah satu dari mereka ada yang lebih tampan atau lebih kaya dari BD, (namakamu) pasti tidak akan menolak mereka bukan."

"Tapi apa mungkin (namakamu) seperti itu? Dari wajahnya aku bisa melihat kalau dia itu gadis yang setia dan sangat cinta pada BD. Buktinya dia mau menerima BD apa adanya, bahkan bisa membuat BD berubah," ucap Jose.

Salsha merogoh ponselnya dan mulai mengetik. "Lebih baik kita tanyakan pada BD tentang ini."

***

BD berjalan gontai memasuki rumahnya. Buket bunga yang sedari tadi ia genggam dilempar begitu saja ke sofa. Entah mengapa saat (namakamu) menelpon dan mengatakan jika gadis itu membatalkan kencannya, BD merasa sangat kesal. Memang berkencan bisa dilakukan kapan saja, bahkan besok pun bisa. Namun kali ini BD sudah menyiapkan sebuah kejutan dan (namakamu) belum sempat melihatnya. Padahal BD sudah capek menyiapkan kejutan itu.

"Lho, kenapa kau sudah pulang?" tanya Ajil yang baru turun dari tangga.

"(namakamu) tidak bisa datang karena adiknya sakit," sahutnya sambil menghempaskan tubuhnya yang lemas ke sofa.

Ajil tertawa kecil sambil duduk di samping sepupunya itu. "Kasihan sekali. Kalau begitu kau kencan saja denganku. Kebetulan aku tidak punya kegiatan hari ini."

BD menjitak kepala Ajil karena kesal. "Kau pikir aku gay yang berkencan dengan sesama pria. Dasar kau ini!"

"Kalem, Bro. Aku cuman bercanda!" Ajil mengusap-usap kepalanya. "Kau selalu menganggap serius semua hal, apa kau tidak bisa diajak bercanda, hah?"

BD Tidak menjawab pertanyaan Ajil karena tiba-tiba ponsel di saku celananya berdering, pertanda ada panggilan masuk. Saat membaca nama 'Salsha' di layar, lelaki itu langsung melempar ponselnya ke sofa di sebrang. Gadis itu pasti menelponnya untuk marah-marah karena ia keluar dari geng dan membuat para anggotanya babak belur. Ayolah, BD sedang malas mendengar ocehannya.

"Telepon dari ibumu lagi ya?"

"Bukan."

"Lalu kenapa dibanting?"

"Itu panggilan dari ketua geng motor sialan itu. Aku tidak mau mengangkatnya!"

Ponsel itu berhenti berdering beberapa detik, kemudian kembali berdering dan BD tetap tidak mau mengangkatnya. Setelah ponsel itu tujuh kali melantunkan lagu milik sebuah Band bernama MBM yang berjudul 'Cuma Kamu' tiba-tiba lantuan musik sangat singkat terdengar dari ponsel itu, pertanda jika kini sebuah BBM yang masuk.

BD masih tidak mau beranjak dari sofa, malah Ajil yang penasaran dengan pesan itu. Rasa penasaran itu lah yang membuat Ajil mengambil ponsel BD dan membuka pesannya, BD pun sepertinya tidak keberatan dengan yang sepupunya lakukan.

"Gila, Bro! (namakamu) selingkuh!"

"Apa maksudmu?" tanya BD sambil menghampiri sepupunya itu.

BD terbelalak ketika membaca sebuah pesan dari Salsha yang menjelaskan jika (namakamu) sedang berada di restoran bersama seorang pria. Salsha juga mengirimkan sebuah foto (namakamu) yang sedang berpelukan dengan pria tersebut.

Tiba-tiba BD teringat saat dulu pernah membahas tentang saudara laki-laki bersama (namakamu). Gadis itu mengatakan tidak memiliki saudara lelaki, atau sepupu semenjak kakak lelakinya meninggal. Lalu siapa pria yang sedang berpelukan dengan (namakamu)? Apa mungkin pamannya, tapi apa tidak terlalu muda? Berbagai pertanyaaan memenuhi otak BD.

"Bukanya kau tadi bilang kalau (namakamu) tidak jadi kencan karena adinya sakit, lalu mengapa sekarang ia ada di restoran? Harusnya dia menemani adiknya itu."

BD tidak menjawab, karena dirinya pun sama-sama mempertanyakan itu. Dengan gesit BD menyambar ponselnya lalu menghubungi Salsha.

"Apa maksud foto itu? Siapa lelaki yang bersama (namakamu)?" tanya BD saat sudah terhubung dengan Salsha.

"Aku juga tidak tahu. Jose mengira lelaki itu saudaranya (namakamu), namun entah mengapa aku malah menduga jika lelaki itu selingkuhannya (namakamu). Karena bingung, kita langsung menelponmu."

"Kau pasti berbohong! Foto itu editan! (namakamu) tidak mungkin sekarang berada di restoran, karena sebelumnya dia menelponku dan bilang kalau dia harus mengantar adiknya ke klinik."

"Kalau begitu, berarti benar dia selingkuh. Untuk apa dia berbohong padamu hanya untuk bertemu pria lain jika pria itu bukan selingkuhannya. Kalau kau tidak percaya padaku, kau datang saja ke sini..." Salsha lalu menyebutkan nama restoran itu dan alamatnya. "Cepat lah! Keburu mereka pergi."

***

(namakamu) menoleh ke belakang untuk ke sekian kalinya. Entah mengapa ia merasa sedari tadi ada yang mengikutinya. Tapi saat menoleh, ia tidak melihat siapa pun. Mungkin hanya perasaan saja, pikir (namakamu).

Saat jalanan mulai lenggang, saat kendaraan hanya sedikit yang berlalu lalang, suara langkah kaki dari belakang terdengar sangat jelas. Namun lagi-lagi (Namakamu) tidak menemukan siapa pun saat menoleh ke belakang membuatnya bingung.

Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya, namun tiba-tiba ia berhenti untuk mengambil sebuah cermin dari dalam tas kecil yang ia jinjing. (namakamu) pura-pura membenarkan rambutnya di depan cermin itu, padahal ia hanya ingin melihat keadaan di belakangnya dari cermin. Matanya seketika membelalak ketika melihat orang yang ia ketahui ketua geng motor yang kalau tidak salah bernama Salsha, dan beberapa lelaki sedang berdiri di belakangnya.

(namakamu) langsung menoleh ke belakang lagi, namun mereka tidak ada. Mereka pasti bersembunyi di balik tembok itu, dan pastinya mereka sedang mengincar (namakamu). Tubuh gadis itu mendadak bergetar karena takut. Ia jadi menyesal memilih jalan kaki hanya karena jarak rumahnya dan restoran itu hanya beberapa meter. (namakamu) menatap lurus ke depan. Jaraknya dengan restoran yang ia tuju hanya beberapa langkah lagi. Dengan cepat (namakamu) melangkahkan kakinya.

Ketika sampai di restoran dan menemukan Karel di salah satu meja, (namakamu) langsung menghampiri lelaki itu lalu memeluknya dengan erat. Karel nampak kaget mendapati pelukan (namakamu), lalu ia tersenyum meringis ketika melihat beberapa pengunjung restoran menatap ke arahnya dengan tatapan aneh. Buru-buru Karel mencoba melepaskan pelukan gadis itu, tapi tidak berhasil karena pelukan gadis itu sangat erat.

"(namakamu), aku tahu kau merindukanku. Tapi haruskah kau memelukku seperti ini di dalam restoran."

"Karel, aku takut," desis (namakamu) dengan suara bergetar.

"Takut? Takut apa?"

"Anggota geng motor itu mengikutiku selama perjalanan. Mereka pasti ingin menyakitiku. Aku takut mereka ke sini lalu menyakitiku."

Karel mengusap-usap punggung (namakamu) yang masih memeluknya dengan erat. "Sudah lah jangan takut! Ada aku di sini. Aku akan menjagamu."

(namakamu) mengangguk seraya menyeka air matanya.

Akhirnya (namakamu) melepaskan pelukannya lalu duduk di kursi. Karel mengambil selembar tisu di meja, lalu ia usapkan pada pipi gadis itu yang dialiri air mata.

"Jangan menangis! Lihat, pipimu jadi hitam-hitam karena celakmu yang luntur."

(namakamu) menepis tangan Karel lalu mengambil selembar tisu lain. "Aku bisa membersihkannya sendiri," ujarnya sambil menggosok-gosok pipinya.

Karel menyunggingkan senyum. "Tumben kau memakai make up."

"Memangnya kenapa? Aku kan sekarang sudah berubah. Aku bukan si culun jelek yang dulu selalu kau ejek."

"Kau pasti belajar dari adikmu ya? Cassie memang hebat bisa membuatmu jadi cantik seperti ini."

(namakamu) menyimpan tisunya lalu berkacak pinggang. "Hei! Dari dulu aku sudah cantik, buktinya BD sampai tergila-gila padaku. Bahkan menurut BD, aku lebih cantik tanpa make up, katanya aku terlihat lebih natural."

"Siapa BD? pacarmu ya?"

"Iya. Dia itu lelaki yang sangat tampan. Aku beruntung bisa menjadi kekasihnya. Dia itu bule, tubuhnya tinggi, kulitnya putih, hidungnya mancung, rambutnya berjambul, dan belahan dagunya itu lho yang paling kusuka."

"Wah! ciri-cirinya kok sama seperti lelaki yang sedang menghampiri kita dengan mata melotot itu ya." ujar Karel sambil menunjuk seseorang.

(namakamu) menoleh ke arah yang ditunjuk Karel. Matanya seketika membulat ketika melihat BD sedang berjalan ke arahnya. Mengapa lelaki itu ada di sini? tanya (namakamu) dalam hati.

Baru saja (namakamu) hendak berfikir jawaban apa yang akan ia lontarkan jika BD bertanya nanti, lelaki itu sudah berada di sampingnya lalu menggebrak meja.

"Ini yang kau bilang pergi ke klinik untuk menemani adikmu yang sakit?"

"BD, aku... aku..."

"Aku apa? Kau berbohong padaku! Kau bilang kau ke klinik tapi nyatanya kau di sini bersama lelaki lain." bentak BD sambil menunjuk-nunjuk wajah (namakamu).

"BD dengarkan penjelasanku..."

"Kau bahkan berdandan untuk menemuinya." sela BD sambil memperhatikan (namakamu) dari atas kepala sampai kaki. "Kau pengkhianat!! dan kau..." BD menghampiri Karel lalu menarik kerah baju lelaki itu. "Berani sekali kau berselingkuh dengan kekasihku?"

(namakamu) menghampiri BD dan mencoba menarik kekasihnya itu dari Karel. "BD jangan sakiti dia, dia tidak tahu apa-apa. Kau salah paham."

BD menoleh. "Salah paham apa? Jelas-jelas kau membohongiku hanya untuk bertemu dengannya."

"BD, ini tidak seperti..."

"Kau bahkan berani berpelukan dengannya."

"BD, dengarkan dulu..."

"Untung saja Salsha memberitahuku kalau kau ada di sini. Dasar pengkhianat! Apa sebenarnya selama ini kau tidak mencintaiku?"

"Bid, kau..."

"Selama ini kau selingkuh? Lalu untuk apa kau berpacaran denganku, hah?" BD mendorong tubuh (namakamu) hingga terhempas kasar di kursi.

Karel menepuk pundak BD. "Hei, tenang lah! Kau sepertinya salah paham! Aku dan (namakamu) tidak ada hubungan apa-apa, kita hanya bersahabat."

BD membalikan badannya menghadap Karel. "Kalau hanya sahabat, lalu mengapa (namakamu) harus berbohong padaku? Dia bilang kalau dia akan ke klinik, tapi nyatanya dia malah menemuimu."

"(namakamu), kenapa kau berbohong padanya?" tanya Karel.

(namakamu) bangkit berdiri lalu meraih tangan kekasihnya. "Bid, maafkan aku. Aku memang berbohong. Aku bohong karena aku takut kalau kau akan marah jika tahu aku membatalkan kencan kita hanya untuk menemui Karel. Karel sahabatku saat SMP yang beberapa tahun lalu pindah ke Jakarta, dan saat dia bilang kalau dia ada di restoran ini, aku langsung ingin menemuinya karena aku sangat merindukannya. Aku pikir berkencan denganmu bisa lain kali, tapi bertemu dengan Karel... Setelah ini Karel akan ke Jakarta lagi, dan pastinya aku akan susah menemuinya."

"Siapa bilang aku akan ke Jakarta lagi? (nam...), kau lupa ya kalau aku sudah pindah lagi ke daerah sini?" tanya Karel.

(namakamu) hanya diam sambil berpikir.

"Semua ini hanya salah paham. Kau lebih baik duduk," Karel menepuk kursi di sebelahnya, "dan surutkan amarahmu."

"Kau tidak berbohong padaku kan (nam...)?" tanya BD

"Tidak, bid. Kau percaya kan padaku?"

Sebenarnya (namakamu) berbohong lagi. Ia tidak lupa jika Karel sudah pindah lagi ke daerah sini, tentu saja (namakamu) masih ingat. (namakamu) lebih memilih bertemu dengan Karel ketimbang berkencan dengan kekasihnya karena ia sangat merindukan Karel. Dan saat (namakamu) tahu jika Karel ada di restoran ini, (namakamu) langsung ingin menemuinya karena rasa rindu itu.

"Aku Karel, sahabat (namakamu) dari SMP sampai sekarang." Karel menjulurkan tangannya pada BD.

"Bryan Elmi Domani, kekasih (namakamu) dari satu tahun lalu sampai sekarang." jawab BD sambil menjabat tangan Karel. "Ngomong-ngomong, aku memang pecemburu! Jika (namakamu) jujur, aku pasti tidak akan menginzinkannya bertemu denganmu. Tapi sekarang aku tidak akan terlalu pecemburu lagi jika akhirnya (namakamu) akan berbohong padaku."

"Cemburu boleh saja karena itu tanda sayang. Tapi kalau terlalu cemburu... Sepetinya tidak baik juga. Entar (namakamu) malah kesal padamu lagi." ujar Karel. "Oh ya, setelah ini rencananya aku dan (namakamu) akan bermain bersama, mengenang masa-masa dulu saat kita bersahabat. Tapi sepertinya kau harus ikut, takutnya kau akan berpikiran negatif lagi tentang aku dan (namakamu)."

"Ikut?" tanya BD.

Karel mengangguk.

BD tersenyum sarkastik. Karel ingin dia ikut bersama mereka? Apa Karel tidak takut akan merasa bosan karena dijadikan obat nyamuk? Mungkin saat bermain, (namakamu) akan sering berdua dengan BD, dan Karel diabaikan sendiri.

Namun setelah habis dari restoran lalu pergi ke taman, entah mengapa BD lah yang merasa seperti obat nyamuk. (namakamu) asyik bermain sepedah dengan Karel, sedangkan BD hanya bisa melihat dari kursi taman karena dia memang tidak punya sepedah. Bahkan Karel tidak menawari sepedahnya untuk dipinjamkan pada BD. Mereka terlalu asyik bermain berdua.

Saat tadi di restoran pun, (namakamu) dan Karel asyik mengobrol berdua membahas masa lalu mereka saat SMP. Sedangkan BD hanya diam mendengarkan.

Setelah bersepedah di taman, mereka pergi ke danau yang ada di belakang rumah (namakamu). (namakamu) dan Karel menaiki perahu berdua, sedangkan BD hanya menunggu di tepi danau karena di sana hanya ada satu perahu yang hanya bisa ditumpangi dua orang.

Ketika perahu yang ditumpangi mereka menepi dan mereka telah turun, BD langsung menaiki perahu itu dan menyuruh (namakamu) kembali menaiki perahu bersamanya. Namun (namakamu) menolak.

"Aku tadi menaiki perahu itu setengah jam, bid. Aku bosan kalau harus naik perahu lagi."

"Tapi kan kali ini denganku."

"Nanti saja, bid. Mending sekarang kita bermain gelembung, kan seru."

"Benar, saat SMP kan kita sering bermain gelembung. Aku kangen bermain gelembung lagi denganmu (nam..)," Karel ikut bersuara.

"Aku juga, Rel. Ayo kita ke rumahku untuk bermain gelembung," (namakamu) mengaleng tangan Karel tanpa merasa bersalah pada BD, "Ayo bid!" teriaknya sambil terus berjalan.

BD tidak ikut melangkah. Ia tetap berdiri mematung di atas perahu. Ditatapnya dengan tajam (Namakamu) dan Karel yang terus melangkah menjauh tanpa menyadari jika BD masih di sini.

"Sial!!" gumam BD sambil melempar dayung.

Entah mengapa setelah itu perahu yang ditumpangi BD mendadak tidak seimbang, dan...

'BYUR' BD tercebur ke danau bersamaan dengan terbaliknya perahu itu. untung saja danau itu tidak terlalu dalam, hanya seleher dari tinggi BD. BD mengusap wajahnya lalu menatap punggung (namakamu) dan Karel yang semakin menjauh. Bahkan sampai saat ini pun kedua insan bersahabat itu masih belum menyadari jika BD tidak mengikuti mereka.

Dengan kesal BD mencoba keluar dari Danau itu. Kemudian ia melangkah dengan cepat, tapi bukan lurus ke arah (namakamu) dan Karel, BD belok ke kiri entah akan kemana.

***

Sementara itu Salsha dan anggota geng motor lainnya sedang menongkrong di pinggir jalan bersama motor ninja mereka. Para anggota geng yang semuanya lelaki itu terlihat kesal karena tidak jadi menculik (namakamu). Sedangkan sang ketua, malah senyum-senyum tidak jelas.

"Sha, mengapa kau malah terlihat senang? Harusnya kau kesal karena tidak jadi menculik gadis cantik itu." tanya Jose

Salsha tidak menjawab. Dia masih senyum-senyum tidak jelas.

"Salsha!" teriak Jose.

"Eh iya, apa? Apa?" tanya Salsha saat sudah sadar dari lamunannya

Jose berdecak kesal. "Kau kenapa sih, dari tadi senyum-senyum sendiri seperti orang sedang jatuh cinta?"

Saat Salsha hendak membuka mulutnya, tiba-tiba para anggota geng motor itu melihat BD sedang berjalan ke arah mereka. Mereka nampak kebingungan melihat BD yang basah kuyup dan wajahnya yang tidak enak dilihat.

Saat BD sudah dekat, salah satu anggota geng langsung merangkul pundaknya sambil bertanya, "Apa yang terjadi padamu? Mengapa basah kuyup seperti ini?"

"Ya ampun, BD. Kau kenapa?" tanya Salsha sambil menghampiri BD. Ia langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan sapu tangan yang bergambar motor, lalu ia usapkan pada wajah BD.

BD menepis tangan Salsha membuat gadis itu cemberut.

"Kau kenapa sampai basah kuyup seperti ini, Bid? Jangan bilang kalau kau mencoba menenggelamkan dirimu di danau karena habis putus dengan (namakamu)." tanya Salsha.

"Sudah kuduga dia tidak akan setia." ujar anggota geng yang masih merangkul pundak BD. "Kau tahu siapa orang yang setia padamu? Tentu saja kita-kita, sahabatmu."

BD menepis kasar tangan lelaki yang merangkul pundaknya. "Kalian bukan sahabatku! Dan kalian jangan sok tahu!" bentaknya sambil melangkah meninggalkan mereka.

"Dasar tidak tahu terima kasih!" umpat Jose. "Kita kan sudah menunjukan bagaimana (namakamu) yang sebenarnya, tapi dia tetap seperti itu."

"Namanya juga orang baru putus cinta, Jo. Pasti seperti itu." ujar Salsha.

Tiba-tiba Salsha melompat-lompat tidak jelas.

"Akhirnya yang kutunggu-tunggu tiba. BD putus dengan (namakamu), yeeeess yuhuuuu." teriak Salsha membuat para agota geng menerutkan kening.

"Kau terlihat sangat senang dengan
putusnya BD dan (namakamu). Janngan-jangan selama ini kau jatuh cinta pada BD." ujar Jose.
Salsha berhenti melompat. "Ti... ti... tidak, aku memang senang BD putus dengan gadis itu, karena pasti setelah ini BD akan kembali pada kita. Yeeeee!"

Devika Sari

Si Sedih Bunga Matahari Paart 5

<>Si Sedih Bunga Matahari<>

part 5 (END)

Author : Devika Sari

"kau menyuruh karel pura-pura mencintai (namakamu) supaya (namakamu) bisa bahagia, kau menyuruh karel membuat (namakamu) tidak menangis lagi. tapi kau, kau sendiri sering membuat (namakamu) menangis, kakak macam apa kau?" ucap jose dengan nada sedikit membentak, sepertinya jose mulai kesal pada BD. "harusnya kau bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya (namakamu) itu Lista, adikmu yang hilang. mungkin kalau (namkamu) tahu kalau kau itu kakaknya, (namakamu) tidak akan tergila-gila padamu lagi, tidak akan mengharapkan cintamu lagi, tidak akan berharap jadi kekasihmu lagi" lanjutnya.

BD termenung, ucapan jose memang benar. BD menyuruh karel membuat (namakamu) agar tidak menangis lagi, tapi BD, BD malah sering membuat (namakamu) menangis. bahkan kemarin (namakamu) menangis lagi gara-gara BD yang mengucapkan kalimat menyakitkan pada (namakamu).

BD melangkah keluar dari kelas, entah mau kemana. "Si BD mau kemana tuh?" tanya bryant.

"mungkin dia malu, atau dia mau ke kelas (namakamu)" jawab jose

***

tes! tes! tes! tetes demi tetes air mata (namakamu) membasahi selembar kertas berlukiskan bunga matahari yang dilukis karel untuknya.

"harusnya dari dulu aku sadar, kalau lelaki seperti karel gak mungkin suka sama cewek kayak aku, hiks" (namakamu) menepis air matanya. "karel, kenapa sih kamu tega bohongin aku? pakek pura-pura cinta sama aku. sebenarnya tujuan kamu apa sih rel, kamu punya hutang budi ke siapa? hiks"

tetesan air mata (namakamu) membuat kertas itu semakin basah dan akhirnya sobek. (namakamu) meremas kertas itu sampai hancur lalu ia lemparkan ke sembarang arah.

"heu..heu..heu..heu" (namakamu) membenamkan wajahnya pada lipatan tangannya yang menopang di atas meja. tiba-tiba (namakamu) merasakan ada seseorang yang mengusap lembut rambutnya. (namakamu) langsung menegakan tubuhnya lalu tersenyum pada wanita paruh baya di sampingnya.

"kamu kenapa lagi nak? mengapa kamu selalu menangis?" tanya wanita paruh baya itu yang adalah ibu (namakamu). ibu (namakamu) duduk di samping kursi yang diduduki (namakamu). (namakamu) menghambur ke pelukan ibunya dan tangisannya semakin hebat.

"siapa yang membuatmu menangis nak? apa lelaki yang bernama BD itu yang membuatmu menangis lagi? sudah ibu bilang kan, lebih baik kamu terima karel saja, orang yang sudah benar-benar mencintaimu"

(namakamu) menggeleng, menyangkal ucapan ibunya. "aku bukan nangis karena BD bu, tapi karena karel. ternyata selama ini karel hanya pura-pura mencintai aku, hiks. entah apa tujuannya pura-pura mencintaiku, tapi kata temannya dia pura-pura mencintaiku karena hutang budi. memang karel punya hutang budi ya ke keluarga kita?"

"tidak. karel tidak punya hutang budi apapun pada keluarga kita. ya ampun, ibu kira dia benar-benar mencintaimu, karena sikap karel padamu sangat menujukan kalau dia itu benar-benar mencintaimu" ibu (namakamu) mengusap-ngusap punggung (namakamu).

"karel memang sangat pandai berakting, padahal kenapa gak jadi aktor aja sekalian. mungkin dia bisa masuk nominasi jadi aktor terbaik"

***

ketika (namakamu) berjalan melewati lapang parkir sekolah, tak sengaja ia melihat BD baru saja keluar dari mobilnya. pagi ini BD terlihat sangat tampan hingga membuat (namakamu) terpesona melihatnya. (namakamu) tersenyum menatap BD, walaupun BD sudah membuatnya terluka tapi sepertinya rasa cinta (namakamu) pada BD masih belum bisa menghilang.

BD berjalan mendekat, lalu melewatinya dengan datar. mata (namakamu) masih tetap mengawasi BD, namun tiba-tiba ia mengernyit ketika BD berhenti melangkah, lalu membalikan badannya, dan matanya seperti menatap (namakamu). tapi (namakamu) tidak mau kejadian dulu terulang, dulu ia terlalu PD hingga merasa jika BD menatapnya sambil tersenyum. padahal BD menatap cassie, bukan menatapnya. (namakamu) menundukan kepalanya, tidak ingin melihat BD.

"mengapa aku selalu merasa jika kau selalu menatapku" ucapan itu sontak membuat (namakamu) terkejut. kepalanya yang menunduk, ia dangakan untuk melihat siapa yang berbicara tadi.

mata (namakamu) terbelalak ketika mendapati BD tengah berdiri di depannya sambil melipat tangannya di dada, dan seketika itu juga wajah (namakamu) memucat, jantungnya berdegup sangat cepat.

"kenapa kau tidak menjawab?" BD bertanya dengan nada ketus. "jika boleh jujur, aku sangat risih ditatap olehmu seperti tadi. kau masih mencintaiku ya?"

(namakamu) menggeleng, walaupun hatinya mengiyakan pertanyaan BD tadi. (namakamu) memang masih mencintai BD. BD memang sudah menyuruh (namakamu) agar menghapus perasaannya, namun sepertinya tidak bisa secepat itu.

"bagus kalau memang kau sudah tidak mencintaiku" BD kembali melangkahkan kakinya dengan santai, tanpa beban atau merasa bersalah. tak sadar kah jika mata (namakamu) kini mulai berkaca-kaca lagi.

(namakamu) hendak berlari, tapi tiba-tiba sebuah tangan menggenggam pergelangan tangannya membuat langkahnya terhenti. (namakamu) menoleh, menatap orang yang menggenggam pergelangan tangannya.

"lepas!" (namakamu) menghempaskan tangannya membuat tangan karel yang menggenggam pergelangan tangannya terlepas.

"(nam..) tunggu!" cegah karel. "aku bisa menjelaskan semuanya. tentang aku yang pura-pura mencintaimu. awal mula aku memang tidak benar-benar mencintaimu, aku disuruh pura-pura mencintaimu supaya kau bisa berpacaran denganku dan melupakan BD. tapi sekarang, sekarang aku benar-benar mencintaimu (nam..), aku tidak tahu kapan rasa itu datang tapi percaya lah, jika sekarang aku benar-benar mencintaimu" karel menghela nafas panjang, lalu meneruskan kalimatanya. "aku mohon percaya padaku"

"aku percaya" ucapan (namakamu) barusan membuat karel tersenyum dan menatap (namakamu) tak percaya. "tapi, aku ingin tahu.... siapa orang yang menyuruhmu pura-pura mencintaiku?"

senyum karel seketika luntur ketika mendengar pertanyaan (namakamu) tadi. wajah karel memucat. apa yang harus ia jawab? apa ia harus jujur, bilang kalau BD lah yang menyuruhnya pura-pura mencintai (namakamu).

"orang itu...orang itu...bid bidi" jawab karel sambil menunduk. (namakamu) terbelalak, tidak percaya dengan apa yang tadi ia dengar. tak lama setelah mendengar jawaban karel, (namakamu) berlari meninggalkan karel entah kemana.

***

'BRAK' (namakamu) mendorong pintu kelas 11D hingga terbuka lebar dan menghasilkan suara gebrakan yang begitu keras, dan itu membuat kelas 11D yang semula riuh seketika menjadi hening.

wajah (namakamu) terlihat emosi, ia terlihat sangat mengerikan. (namakamu) berjalan menghampiri bangku BD, lalu

'PLAK' satu tamparan berhasil (namakamu) layangkan pada pipi BD. "kalau kau memang tidak ingin aku mencintaimu hiks, oke aku akan segera hapus rasa cinta ini, hiks. tapi kenapa kau harus menyuruh karel pura-pura mencintaiku agar aku bisa menghapus rasa cintaku untukmu, hiks. aku masih gak percaya hiks, ternyata sejak dulu kau tahu jika aku mencintaimu, hiks. harusnya dari awal kau tahu aku mencintaimu, kau langsung bilang kalau kau tidak ingin dicintai gadis sepertiku, bukanya menyuruh karel agar pura-pura mencintaiku, hiks"

"Aku memang yang menyuruh karel agar pura-pura mencintaimu, karena aku tidak suka dicintai olehmu. aku hanya ingin dicintai oleh cassie, dan hanya cassie" BD melirik (namakamu) tidak peduli, lalu melanjutkan kalimatnya. "kalau kau sudah puas melampiaskan kemarahanmu, kau boleh pergi" BD menunjuk pintu keluar.

'PLAK' sekali lagi (namakamu) menampar BD, dan air matanya lebih deras mengaliri pipinya. tapi apa reaksi BD, BD malah bersikap tenang sambil mengusap pipinya yang panas dan menatap (namakamu) dengan datar.

"sudah puas?"

(namakamu) tidak bisa berkata-kata lagi, air matanya berlelehan di pipinya, tak tertahankan. Kemudian (namakamu) pergi setengah berlari keluar dari kelas 11D.

"aku heran padamu. sebenarnya kau itu sayang tidak pada adikmu? atau kau memang senang membuatnya menangis?" ucap jose yang duduk di bangku sebelah BD.

***

karel menjambak rambutnya sendiri, terlihat frustasi. "bagaimana cara membuatmu percaya jika sekarang aku benar-benar mencintaimu (nam..)"

'BRAK' karel menggebrak meja kantin. "kau tidak boleh menyerah karel. kau harus berusaha meyakinkan (namakamu) jika kau benar-benar mencintainya. ya, kau harus berusaha" ucap karel pada dirinya sendiri. lalu karel pergi entah kemana.

***

(namakamu) duduk di bawah pohon besar yang ada di taman yang biasa ia kunjungi. setiap sedang sedih (namakamu) memang selalu kemari, taman yang di sebelahnya ada danau. bagi (namakamu), melihat danau bisa membuatnya tenang.

tapi kali ini (namakamu) tidak menangis. dia hanya berkaca-kaca, air mata yang bergerumul di matanya sedari tadi belum jatuh. mungkin (namakamu) sengaja menahan air matanya.

"(nam..), hiks" (namakamu) mengernyit mendengar suara itu, lalu ia menoleh dan mendapati cassie sedang berdiri di sampingnya sambil menangis. "(nam..) heu heu heu" cassie langsung duduk dan memeluk (namakamu).

"kamu kenapa cass?"

"BD (nam..), hiks"

"BD kenapa?"

"sepertinya BD tidak mencintaiku, tapi dia mencintaimu" jawaban cassie sontak membuat (namakamu) terkejut. BD mencintainya? itu gak mungkin!

"gak mungkin cass. dia itu mencintai kamu, bukanya setiap hari kau selalu diperlakukan layaknya ratu oleh BD? bukanya BD selalu bersikap mesrah padamu? mengapa sekarang kau bilang kalau BD tidak mencintaimu tapi mencintai aku?"

cassie melepaskan pelukannya. "BD memang bersikap mesrah dan memperlakukan aku seperti ratu, tapi itu setiap ada kau. kalau kau tidak ada, perlakuan BD padaku sangat dingin, tidak seperti saat ada kau, aku juga gatau kenapa BD seperti itu, tapi kau lihat.." cassie menunjuk pipi kanannya yang memerah "BD menamparku, heu..heu..mungkin BD mencintaimu, dan ia sengaja membuatmu cemburu dengan bersikap mesrah padaku di depanmu"

(namakamu) menggelengkan kepalanya, masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan cassie. "mungkin itu hanya perasaanmu"

"tidak (nam..), BD memang mencintaimu. kau tahu berapa waktu BD yang ia habiskan hanya untuk memata-mataimu, mengambil fotomu diam-diam, mengikutimu diam-diam dari sekolah sampai kau pulang ke rumah, dan yang membuatku sakit, di kamar BD banyak sekali fotomu yang terpajang, bahkan folder photo di ponselnya hanya berisi potomu, di buku tulisnya pun banyak sekali tulisan namamu. itu semua tanda, tanda jika BD mencintaimu"

"nggak cass, aku gak percaya"

"kau harus percaya, karena itu lah yang sebenarnya terjadi. (nam..), kau sahabat baikku kan?"

"iya lah cass"

"sahabat baik gak akan mungkin menyakiti sahabatnya sendiri kan?"

"tentu"

"kalau gitu, aku menawarimu sekolah di luar negri, sekolah yang khusus untuk orang-orang jenius seperti dirimu. aku tahu kau tidak punya uang untuk sekolah di sana, tapi ayahku akan membiayaimu"

"apa?" (namakamu) terbelalak

"aku mohon jangan tolak tawaranku. ini kesempatan untukmu, kau jangan khawatir tentang tempat tinggal di sana, karena di sekolah itu juga setiap murid diberi sewaan kamar. mungkin jika kau pergi, BD akan memprioritaskan waktunya hanya untukku, bukan untuk diam-diam memata-mataimu. mungkin jika kau pergi, BD akan mencintaiku dan bisa melupakanmu. lagian kau tidak mencintai BD kan? dan tawaran ini adalah kesempatan untukmu"

"jangan ku ingin aku pergi cass?" (namakamu) sedikit emosi.

"bukan seperti itu, aku hanya ingin kau ditempatkan di sekolah yang memang benar-benar cocok untukmu. bukan kah kau seorang yang jenius, yang saat SD tidak ke kelas 1 dan 2 dulu tapi langsung ke kelas 3, dan kau selalu dapat juara umum walau umurmu lebih kecil dari teman-teman seangkatanmu. lagipula gak ada ruginya kan kamu sekolah di sana, orangtuamu juga pasti akan senang"

(namakamu) terdiam, nampak berfikir. kalau ia pergi dari indonesia, mungkin dia bisa secepatnya melupakan BD dan tidak akan bertemu lagi dengan karel. tapi (namakamu) tidak ingin berpisah dengan orangtuanya.

"(nam..) kok diam?" tanya cassie. "aku harap kau memikirkan tawaranku baik-baik"

***

'kau menyuruh karel pura-pura mencintai (namakamu) supaya (namakamu) bisa bahagia, kau menyuruh karel membuat (namakamu) tidak menangis lagi. tapi kau, kau sendiri sering membuat (namakamu) menangis, kakak macam apa kau?'

'harusnya kau bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya (namakamu) itu Lista, adikmu yang hilang. mungkin kalau (namkamu) tahu kalau kau itu kakaknya, (namakamu) tidak akan tergila-gila padamu lagi, tidak akan mengharapkan cintamu lagi, tidak akan berharap jadi kekasihmu lagi'

'aku heran padamu. sebenarnya kau itu sayang tidak pada adikmu? atau kau memang senang membuatnya menangis?'

kata-kata jose kembali terngiang-ngiang di telinga BD. "aaaaaah" BD berteriak, tak peduli jika kini ia sedang berada di kelas. mungkin keadaan di kelas 11D yang sangat berisik membuat teriakan BD sama sekali tidak terdengar jelas oleh para murid.

"jose benar, seharusnya aku bilang pada (namakamu) kalau dia itu adikku yang hilang. mungkin kalau dia tahu dia tidak akan tergila-gila padaku lagi" BD hendak pergi ke kelas (namakamu). tapi, tiba-tiba cassie berdiri di depan BD, menghalangi langkah BD.

"kau mau kemana dear?" tanya cassie dengan lembut.

"itu bukan urusanmu" jawab BD dengan ketus.

"kau pasti akan ke kelas (namakamu) kan. mengawasinya diam-diam, mengambil fotonya, dan menyakiti aku" ucap cassie setengah berteriak. tapi apa reaksi BD, BD malah melangkah lagi seolah tidak peduli pada cassie."(namakamu) sudah tidak sekolah di sini lagi. dia sudah pindah ke luar negri" langkah BD terhenti ketiika mendengar ucapan cassie barusan. BD membalikan badannya, berjalan mendekati cassie.

"apa?"

"iya, aku menawari (namakamu) sekolah di luar negri dan (namakamu) menerimanya. aku sengaja melakukan itu agar kau tidak lagi mencintainya, tidak lagi memata-matainya. aku tahu kau mencintainya, makanya aku menyuruh dia pergi agar rasa cintamu padanya hilang"

'PLAK' sekali lagi BD menampar cassie. "kau, kau tidak tahu apa yang terjadi. mengapa kau membuat (namakamu) pergi. aku memang mencintainya, tapi rasa cintaku untuknya bukan rasa cinta seorang lelaki ke gadis fujaannya. tapi kakak ke adiknya. (namakamu) itu itu Lista, adikku yang selama ini hilang. aku mengambil fotonya karena dengan foto (namakamu) ibuku bisa berhenti dari tangisnya. aku mengawasinya sampai dia pulang ke rumah karena aku takut si penculik yang sekarang mengaku-ngaku sebagai orangtua kandung dari (namakamu) menyakiti (namakamu), dan sekarang kau memisahkan aku dengan adikku lagi"

"apa?" cassie menutup mulutnya tidak percaya. "terus kenapa kau tidak bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya kau ini kakaknya?"

"karena aku pikir belum waktunya. sekarang, tadinya aku akan mengatakan semuanya pada (namakamu), tapi karena kau, aku tidak bisa mengakatannnya"

"susul dia, dia baru beberapa menit yang lalu pergi naik bus menuju bandara. mungkin kau masih bisa menghentikannya"

mendengar itu BD segera berlari pergi.

***

(namakamu) melihat keluar jendela dari dalam bus, ia tampak bahagia. "selamat tinggal BD, selamat tinggal karel, selamat tinggal julukan 'si sedih bunga matahari' karena aku yakin di sana aku akan bahagia" gumam (namakamu).

'BRUK' (namakamu) terdorong ke depan karena bus tiba-tiba berhenti mendadak.

"hei, minggir" teriak supir bus, pada seorang pengemudi mobil yang berhenti tepat di depan bus. lalu seorang lelaki keluar dari mobil itu. lelaki itu langsung memasuki bus sambil meneriaki nama (namakamu). ketika lelaki itu melihat (namkamu), dia langsung memeluk (namakamu) dengan erat.

"BD? apa yang kau lakukan?" tanya (namakamu). BD melepaskan pelukannya.

"jangan pergi. aku mencintaimu, kau adik kandungku yang selama ini aku cari-cari. jangan pergi lagi"

***

(namakamu) kini sedang berada di rumah BD. ibu BD memluk (namakamu) erat-erat sambil mengucapkan. "lista jangan pergi lagi"

"aku tidak akan pergi ibu" ucap (namakamu) pada ibu BD yang juga ibu kandungnya. (namakamu) menatap BD, menagih janji BD yang berkata kalau dia akan menjlaskan semuanya jika (namakamu) mau ke rumah BD.

"oke, akan kujelaskan" BD menarik nafas panjang. "saat pertama kali aku sekolah di SMA merdeka internasional high school, aku tahu jika kau menyukaiku. aku tahu setiap istirahat kau dan yoriko selalu mengikutiku. kau tahu, saat itu juga aku memiliki perasaan yang sama padamu. waktu itu, aku akan mengajakmu kenalan supaya kita bisa lebih dekat. namun, saat aku ke kelasmu untuk mengajakmu kenalan, aku tak sengaja melihat tanda lahir di punggung tangan kirimu, tanda lahir yang sama dengan yang dimiliki adikku yang hilang. saat itu aku mengurungkan niatku untuk mengajakmu kenalan, karena aku langsung berlari ke rumah untuk melihat foto adikku, yang ternyata wajahnya hampir mirip denganmu. awalnya aku masih belum percaya jika kau adikku yang hilang, aku pikir itu hanya sebuah kebetulan. tapi saat aku diam-diam mengikutimu sampai rumah, aku melihat pasangan suami istri yang sangat aku kenal menyapamu. kau tahu, sebelumnya aku pernah melihat wajah suami istri itu di poto yang ada di laptop ayahku, suamu istri itu adalh orang yang dulu menculik adikku, yang menculikmu. orangtuamu yang mengasuhmu saat ini adalah seorang penculik" jelas BD panjang lebar. (namakamu) menangis, tidak percaya jika dia bukan anak kandung dari orangtuanya saat ini. tapi anak kandung dari ibunya BD.

"sebenarnya setelah tahu jika kau itu adikku, aku ingin memberitahumu, tapi aku ingin mengumpulkan lebih banyak bukti, jadi aku menundanya. dan saat aku ingat kalau kau itu jatuh cinta padaku, aku langsung menembak cassie walau sebenarnya aku tidak pernah menyukainya. aku melakukan itu agar perasaan cintamu itu hilang dan kau tidak mengharapkan aku menjadi kekasihmu lagi karena itu tidak boleh terjadi. kau adikku, kau tidak boleh mencintaiku sebagai seorang kekasih. aku memilih cassie karena aku tahu cassie adalah sahabatmu, aku pikir jika dengan cassie, kau tidak akan berani lagi menyimpan perasaan padaku. tapi apa lah, kau masih tetap saja mengharapkanku dan aku jadi bingung. makanya aku menyurh karel pura-pura mencintaimu, agar kau bisa berpacaran dengannya dan tidak mengharapkan aku menjadi kekasihmu lagi. tapi ternyata karel tidak bisa membuatmu jatuh cinta, dan aku semakin bingung. bagaimana caranya agar rasa cintamu padaku itu hilang. lalu aku memlih suatu cara yang diusulkan bagas agar rasa cintamu itu hilang , dengan bersikap dingin dan membuatmu sakit hati. kau tahu, saat melihatmu menangis ingin rasanya aku memelukmu, menghiburmu, tapi jika aku melakukan itu aku takut kau mengira aku memberimu harapan. makanya saat itu aku pura-pura tidak peduli melihatmu menangis. tapi ternyata setelah aku menyakitimu, rasa cintamu padaku masih belum hilang, dan aku tidak tahu cara apa lagi yang harus aku perbuat agar kau tidak lagi menyimpan rasa padaku. dan cara terkhir itu, dengan mengatakan semuanya padamu, kalau sebenarnya kau itu adalah adikku. dan tentang orang yang telah menculikmu, aku akan segra melaporkannya kepada polisi" jelas BD lagi, panjang lebar.

"jangan, jangan laporkan orangtuaku ke polisi. mereka memperlakukan aku dengan baik kok, dan aku sudah memaafkan mereka karena telah memisahkan aku dengan keluarga kandungku. jadi jangan laporkan mereka ke polisi" ucap (namakamu) memohon.

"baik, aku tidak akan melaporkan mereka. tapi kau harus janji, tinggal di sini bersama kami, bukan tinggal dengan mereka"

"baik, aku janji" ucap (namakamu).

"dan ngomong-ngomong tentang karel. aku mohon beri dia kesempatan, kali ini dia benar-benar mencintaimu. dan aku rasa, dia lelaki yang baik untukmu"

"baik lah, aku akan menerima cinta karel. tapi kakak harus janji padaku, jadilah kekasih yang baik untuk cassie. cassie adalh sahabtku dan aku tidak ingin melihatnya menangis. aku tahu kakak tidak mencintainya, tapi kakak bisa kan belajar mencintainya"

"oke, apapun yang kau inginkan akan aku lakukan" BD membuka tangannya lebar-lebar dan (namakamu) langsung menghambur ke pelukan BD.

TAMAT

Si Sedih Bunga Matahari Part 4

<>Si Sedih Bunga Matahari<>

part 4

Author : Devika Sari

"iya, terus? terus aku harus apa?" hati (namakamu) terasa semakin remuk ketika mendengar ucapan BD barusan. ternyata reaksi BD tidak seperti yang ia harapkan, harusnya tadi ia tidak mengungkapkan perasaannya pada BD jika memang jawaban BD seperti ini.

"hmm? aku harus apa? apa aku harus membalas cintamu?" tanya BD lagi, (namakamu) hanya diam, entah apa yang harus ia jawab. yang jelas saat ini ia terlihat sangat kesal pada BD, ia menatap BD dengan tajam, matanya semakin memerah karena emosi.

"jawab? jangan hanya memandangiku seperti itu. aku harus apa kalau kau mencintaiku? apa aku harus membalas cintamu dan meninggalkan cassie?" BD terus mendesak agar (namakamu) menjawab.

(namakamu) menghela nafas panjang, dan akhirnya ia membuka mulutnya untuk menjawab. "tidak. kamu tidak perlu membalas cintaku dan meninggalkan cassie. aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu"

"bagus lah kalau memang kau mengerti. sekarang aku sudah tahu, dan kau harus secepatnya menghapus perasaanmu padaku. karena hanya cassie perempuan yang aku cintai, bukan kau" setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu, dengan teganya BD berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih berderai air mata.

sementara itu

"duh, hadiah buat BD mana ya" cassie mengeluarkan satu persatu isi tasnya, namun tak ia temukan hadiah untuk BD. tiba-tiba cassie teringat sesuatu. "oh iya, hadiahnya kan udah aku simpen di tasnya BD. kok BD gak tahu ya? apa dia belum buka isi tasnya?" cassie berjalan menghampiri bangku BD. ketika cassie membuka tas BD, ia tersenyum dan membuang nafas lega, ternyata hadiah untuk BD masih ada di tas BD. namun tiba-tiba cassie mengernyit. mengapa ada selembar foto (namakamu) di dalam tas BD. cassie mengambil foto itu dan matanya langsung berkaca-kaca.

cassie makin penasaran, ia mengeluarkan satu per satu isi tas BD, siapa tahu ia menemukan foto (namakamu) lagi di situ. dan ternyata memang benar, banyak sekali foto (namakamu) di dalam tas BD, jika dihitung mungkin ada 20 lebih. cassie meremas foto (namakamu) yang ia genggam hingga foto itu menjadi kusut.

tiba-tiba salah satu buku tulis BD terjatuh, buku itu terjatuh dengan posisi terbuka, dan entah kebetulan atau apa. buku yang terbuka itu menampilkan kertas yang ada tulisan (namapanjangkamu). cassie mengambil buku itu, membuka lembar demi lembar, dan seketika itu juga air mata yang tadi ada di kelopak matanya langsung menuruni pipinya.

"Cassie" teriak BD yang sedang berjalan di koridor menuju kelasnya, karena teriakan itu sangat nyaring, cassie bisa mendengar teriakan itu. cassie menepis air matanya, ia terlihat sangat panik. dengan terburu-buru cassie menyimpan foto-foto (namakamu) dan buku-buku BD ke dalam tas, lalu segera menresletingkan tas BD dan di detik yang sama BD memasuki kelas.

cassie membalikan badannya menghadap BD, tersenyum dengan manis pada BD dan tangan cassie dikebelakangkan untuk menyembunyikan hadiah untuk BD "dear, kok kemari? aku kan menyuruhmu menunggu di bangku koridor bersama (namakamu)"

"aku kemari karena sudah tidak sabar melihat hadiah dari kamu" jawab BD.

"nih" cassie langsung menyodorkan kotak kecil yang berisi hadiah untuk BD. BD langsung mengambil kotak kecil itu, lalu membukanya.

"jam tangan? jelek sekali, apa kamu gak punya selera hah? harusnya kamu beli jam tangan yang agak keren-an dikit kek. ini kok kayak begini" BD melempar jam tangan itu ke atas meja dengan kasar. air mata cassie yang sudah tak terlihat mengalir di pipinya, kini mulai mengalir lagi. cassie berlari keluar dari kelas sambil menangis.

***

"iya sayang, nanti sore kita jalan lagi" ucap yoriko pada jose lewat handphone.

"yoriko" panggil (namakamu) yang berdiri di belakang yoriko.

"bener ya, kamu bakal traktir aku di restoran. asyik asyik" yoriko masih berbicara pada jose dan sepertinya dia masih belum mendengar panggilan (namakamu)

"yoriko" panggil (namakamu) lagi.

"aah, kamu bisa aja" ucap yoriko pada jose lagi.

"YORIKOOOOO!" teriak (namakamu) dengan nyaring, seketika itu juga yoriko membalikan badannya menghadap (namakamu), tadinya yoriko akan memarahi (namkamu) karena mengganggunya yang sedang menelepon. tapi niat memarahi (namakamu) ia urungkan ketika melihat (namakamu) menangis.

"ya ampun (namakamu), kamu kenapa lagi?" yoriko menyimpan handphone-nya di atas meja, dan sambungan telepon dengan jose masih belum terputus(?) yoriko mengusap pipi (namakamu) dengan lembut. "kamu kenapa lagi (nam..)?" yoriko memeluk (namakamu) sambil mengusap-ngusap punggung (namakamu)

"BD yori. tadi aku bilang ke BD kalau aku cinta sama dia, tapi jawaban dia gak seperti yang aku harepin. dia malah menjawab dengan kata-kata yang nyakitin, heu..heu..heu.." jawab (namakamu).

"udah jangan nagis lagi" yoriko merasa sedih melihat sahabatnya seperti ini. walaupun yoriko belum pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, tapi ia seperti bisa merasakan apa yang (namakamu) rasakan.

di seberang sana, maksudnya di kelas 11D yang jaraknya hanya sepuluh langkah dari kelas yoriko, jose berteriak-teriak di depan handphonenya memanggil-manggil nama yoriko. ya iya lah, orang yoriko belum memutuskan teleponnya dengan jose karena saking kagetnya melihat (namakamu) menangis.

"yoriko, yoriko, hallo yoriko" teriak jose. karel yang duduk di sebelah jose hanya menatap jose dengan bingung. "yoriko, yoriko" teriak jose lagi. jose terdiam sejenak mendengar suara di handphonenya. "rel, coba kamu denger deh" jose mengaktifkan speaker handphonennya.

"udah kamu jangan nangis lagi dong. pokoknya mulai sekarang kamu harus lupain BD" suara yoriko terdengar sedikit jelas dari handphone jose.

"yoriko, yoriko" teriak jose lagi

"kamu pasti bisa lupain BD. udah kamu jangan nangis lagi" suara yoriko terdengar lagi.

"yoriko, yorikoooo" teriak jose, karel terlihat kesal. ia langsung membekap mulut jose.

"berisik" bentak karel. karel merenggut handphone jose yang sedang digenggam oleh jose, lalu karel menempelkan handphone jose ke telinganya.

sudah 1 menit karel mendengarkan percakapan yoriko dengan (namakamu) dari handphone jose, dan itu membuat jose kesal.

"kemarikan handphoneku, matiin sambungan teleponnya, entar pulsanya habis" jose mencoba mengambil handphonenya dari karel.

jose kelelahan mencoba mengambil handphonenya dari tangan karel, karena setiap jose akan mengambil handphonenya, tangannya langsung ditepis oleh karel.

"(namakamu) nangis karena BD, aku harus ke kelasnya" karel menyimpan handphone jose di atas meja, lalu segera berlari menuju kelas (namakamu).

ketika sampai di kelas (namakamu), karel langsung menghampiri (namakamu) yang sedang duduk di bangkunya sambil menangis, dan yoriko yang duduk di sebelah (namakamu) terlihat sedang mencoba menghibur (namakamu) yang menangis.

"kamu kenapa? BD ngomong apa sama kamu sampai kamu nangis kayak gini?" tanya karel ketika sudah berada di samping bangku yang diduduki (namakamu) dan yoriko.

"kok kamu tahu (namkamau) nangis karena BD?" tanya yoriko heran.

karel mengambil handphone yoriko yang tergeletak di meja, lalu mengklik tombol merah untuk mengakhiri panggilan. "aku dengan lewat handphone jose, makanya kalau sudah menelepon, langsung matikan panggilannya, bukannya didiemin" jawab karel.

"eh iya aku lupa mattin sambungan telepon" yoriko menepuk keningnya.

"(namakamu) jawab, kamu diapain sama BD" tanya karel lagi

"tadi aku ngungkapin perasaan aku ke BD. tapi BD malah ngucapin kata-kata yang nyakitin aku" jawab (Namakamu) di tengah tangisannya.

"sudah aku bilang kan. BD tuh gak pernah suka sama kamu, cinta kamu itu bertepuk sebelah tangan. lagian kenapa sih kamu masih aja ngarepin dia, dia kan udah bahagia sama cassie. dan kamu, kamu juga bisa bahagia denganku" ucap karel.

"bener (nam..), daripada mencintai orang yang sama sekali gak cinta sama kamu. mending mulai sekarang kamu belajar mencintai karel, orang yang udah jelas-jelas sayang sama kamu" yoriko menyetujui ucapan karel.

(namakamu) langsung memeluk karel, dan menangis di pelukan karel dengan hebat. "karel, maaafkan aku. sepertinya aku tidak akan pernah bahagia denganmu, karena kamu bukan lelaki yang aku cintai. maafkan aku" (namakamu) meregangkan pelukannya, lalu berlari keluar dari kelas.

"(nam..), tunggu" yoriko ikut berlari mengejar (namkamu).

entah mengapa hati karel terasa sakit ketika mendengar ucapan (namkamu) barusan. karel merasa sangat kesal saat (namakamu) mengatakan kalau dia tidak mecintainya sama sekali. tapi, mengapa karel harus kesal, karel kan hanya pura-pura mencintai (namakamu) karena hutang budi. atau mungkin, karel diam-diam mulai menyukai (namakamu).

***

"(namakamu) tunggu!" teriak karel dari belakang, (namakamu) menghentikan langkahnya menuju kelas, lalu membalikan badannya

"apa?" tanya (namakamu) ketika karel sudah berada di depannya.

"ini" karel memberikan selembar kertas yang di atasnya terlukis dengan indah bunga matahari yang memiliki mata dan bibir.

"hihihi, kok bunga matahari ada mata dan bibirnya sih?" (namakamu) terkekeh melihat gambar itu.

"kata yoriko kamu itu 'Si Sedih Bunga Matahari' makanya aku gambar bunga matahari lagi senyum buat kamu. aku tuh pengen ngubah julukan buat kamu jadi 'Si Bahagia Bunga Matahari" jawab karel.

"julukan 'Si Sedih Bunga Matahari' itu kayaknya memang pantas buat aku. aku emang selalu sedih dan terlihat pilu"

"aku bisa membuatmu selalu bahagia di setiap saat. kalau kamu mau jadi kekasihku, aku janji akan selalu membuatmu bahagia"

"aku mohon karel, jangan bicara seperti itu lagi" (namakamu) hendak berjalan lagi, tapi dengan cepat karel mencekal tangannya.

"aku pengen tanya, segimana sedihnya kamu saat tahu kalau BD itu tidak mencintaimu sama sekali? kamu pasti sedih banget kan? itu yang aku rasain saat ini, gadis yang aku cintai, malah mencintai sahabatku sendiri. kamu pasti mengerti keadaanku sekarang kan (nam..)?"

(namakamu) menangis lagi, rasa bersalahnya pada karel tiba-tiba muncul. (namakamu) tahu bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, dan (namakamau) tahu gimana sedihnya jika orang yang sangat dicintai malah mencintai orang lain.

(namakamu) melangkahkan kakinya lagi, walau karel telah mencekal lengannya, (namakamu) menepis dan langsung melangkah lagi. melihat karel mengejarnya, (namakamu) yang tadinya berjalan kini berlari. seperti biasa, ia berlari sambil menunduk hingga ia menubruk seseorang lagi. kali ini ia menuburuk BD

BD terjatuh ke belakang dengan posisi terbaring dan (namakamu) menelungkup di atas tubuhnya (ngerti gak? nggak ya?) BD sempat terkejut, lalu dengan cepat ia mendorong tubuh (namakamu) yang menindihnya.

BD sempat melihat karel berdiri di belakang (namakamu), BD menatap karel dengan tajam membuat karel menundukan kepalanya.

"kamu sengaja ya?" tanya BD pada (namakamu) dengan nada membentak.

"tidak. aku tidak sengaja menubrukmu" jawab (namakamu), lalu ia berlari lagi.

karel hendak berlari mengejar (namakamu), tapi dengan cepat BD mencekal lengan karel membuat karel tak jadi berlari. "kamu buat dia nangis?" tanya BD, wajahnya terlihat emosi.

"a a aku, aku gatau ke kenapa dia nangis" karel menjawab dengan terbata-bata. BD mendorong pundak karel membuat karel hampir terjengkang ke belakang.

"awas aja kalau kau membuatnya menangis lagi" BD menudingkan jarinya di depan wajah karel, lalu ia berjalan lagi entah mau kemana.

***

entah mengapa ucapan karel beberapa menit yang lalu membuatnya tidak tenang. 'aku pengen tanya, segimana sedihnya kamu saat tahu kalau BD itu tidak mencintaimu sama sekali? kamu pasti sedih banget kan? itu yang aku rasain saat ini, gadis yang aku cintai, malah mencintai sahabatku sendiri. kamu pasti mengerti keadaanku sekarang kan (nam..)?' ooh tuhan, kalimat itu terngiang-ngiang di telingannya.

kini (namakamu) mengerti bagaimans susahnya menerima cinta orang yang tidak dicintai, ia sangat susah menerima cinta karel, dan mungkin BD pun sama, BD pasti sangat susah untuk menerima cinta (namakamu). (namakamu) mengerti, (namakamu) paham. mungkin sekarang keadaan karel sama buruknya ketika (namskamu) mendengar jawaban dari pengakuan cintanya pada BD yang dijawab BD dengan kalimat yang menyakitkan.

"aku harus menerima cinta karel. aku gamau karel merasakan kesedihan yang pernah aku rasakan, karel harus memiliki gadis yang ia cintai, cintanya tidak boleh bertepuk sebelah tangan. lagipula apa gunanya aku menunggu BD, orang yang sama sekali tidak mencintaiku" gumam (namakamu). (namakamu) berlari keluar dari kelas, entah mau kemana. mungkin akan mencari karel.

(namakamu) berlari menelusuri koridor, dan langkanya berhenti ketika berada di depan pintu kelas 11D, kelasnya karel. (namakamu) hendak memasuki kelas itu, namun ketika mendengar suara seseorang, ia pun berhenti di ambang pintu.

"kasihan ya karel, gara-gara hutang budi, dia jadi harus pura-pura mencintai (namakamu)" ucap seseorang dari dalam kelas, karena penasaran, (namakamu) mengintip dari balik pintu, ia melihat ajil, raza dan jose sedang duduk di salah satu bangku sambil mengobrol.

"iya ya, karel kok mau-maunya disuruh pura-pura mencintai (namakamu). kalau aku jadi dia, aku gak akan pernah mau" ucap jose

"harusnya karel minta cara lain untuk membayar hutang budinya, jangan berpura-pura mencintai (namakamu). apalagi harus rela mohon-mohon supaya (namakamu) mau jadi pacarnya" ucap raza.

"jadi selama ini karel hanya pura-pura mencintaiku?" suara itu sontak membuat raza, ajil dan jose terkejut. mereka membelalakan matanya ketika menoleh ke belakang, mereka melihat (namakamu) sedang berdiri di belakang mereka sambil menangis.

"(namakamu), sejak kapan kamu di sini?" tanya jose

"dari tadi. hiks, tolong jawab pertanyaanku, apa selama ini karel hanya pura-pura mencintaiku, hiks" tanya (namakamu) lagi. tapi jose, raza dan ajil hanya diam, tidak menjawab.

"ayo jawab, heu..heu..heu"

karena mereka tidak mau menjawab, (namakamu) melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, dia berniat mencari karel dan menanyakan ini semua pada karel. namun, belum sempat ia keluar dari kelas, ia sudah menemui karel yang hendak masuk ke dalam kelas. dan dibelakang karel, ada bagas dan bryant.

"(namakamu)? kamu habis ngapain di kelas aku? dan kenapa kamu nangis?" karel hendak mengusap pipi (namakamu) yang basah, tapi dengan cepat (namakamu) menepis tangan karel.

'PLAK' sentuhan kasar dari tangan (namakamu) tiba-tiba mendarat di pipi karel. karel memengangi pipinya sambil menatap (namakamu) dengan raut wajah bingung.

"apa maksud kamu pura-pura mencintaiku hah? sebenarnya ada apa? hutang budi apa" tanya (namakamu) pada karel. karel terkejut, mengapa (namakamu) bisa tahu jika ia hanya pura-pura mencintai (namakamu).

"(nam..), sebenarnya...sebenarnya" karel bingung harus menjawab apa.

"kamu punya hutang budi ke siapa hingga harus pura-pura mencintaiku? hutang budi pada siapa?" (namakamu) mendorong-dorong pundak karel. "aku kira kamu itu beneran sayang sama aku, beneran cinta sama aku. tadinya aku mau bilang sama kamu kalau aku menerima perjodohan kita dan akan menghapus perasaanku pada BD, tapi ternyata..." (namakamu) tidak melanjutkan kalimaatnya.

"(nam..), aku tuh beneran cinta sama kamu dan aku gak punya hutang budi pada siapa pun" ucap karel.

"tapi kata mereka kamu hanya pura-pura menicntaiku karena hutang budi, hiks" (namakamu) menujuk jose, ajil dan raza yang masih duduk di bangku. karel menoleh ke arah mereka dan menatap mereka dengan tajam. jose, ajil dan raza hanya menundukan kepalanya merasa bersalah. "harusnya dari dulu aku sadar, kalau cowok tampan dan kaya sepertimu gak akan mungkin jatuh cinta pada gadis sepertiku. sekarang aku sudah tahu semuanya. jadi, mulai sekarang hentikan sandiwaramu" setelah mengatakan itu, (namakamu) hendak berjalan keluar dari kelas 11D. namun karel tiba-tiba berlutut di depan (namakamu), memegang erat tangan (namakamu) sambil menatap (namakamu) dengan tatapan memohon.

"aku benar-benar mencintaimu (nam..). jose, ajil dan raza salah, mereka gatau apa-apa. kamu harus percaya sama aku (nam..), aku beneran cinta sama kamu, beneran sayang sama kamu"

"hentikan aktingmu karel, dan mulai sekarang jangan dekati aku lagi" (namakamu) menepis tangan karel lalu berlari keluar dari kelas 11D. karel menjatuhkan tubuhnya di lantai, ia terduduk lemas. tak sadar mata karel mulai berkaca-kaca, tapi ia tidak boleh menangis. ia seorang lelaki, seorang lelaki tidak boleh menangis!

bryant, bagas, raza, ajil dan jose menghampiri karel. "rel, udah lah. sandiwaramu sudah terbongkar, harusnya kamu senang karena tidak harus berpura-pura mencintai (namakamu) lagi" ucap bryant.

"senang katamu?" tanya karel sambil menatap bryant dengan tajam.

"kenapa rel, kamu takut sama BD? udah lah jangan takut, BD kan sahabat kita, dia pasti mengerti" ucap jose sambil mengulurkan tangannya, untuk membantu karel berdiri.

tapi karel tidak menerima uluran tangan itu, karel berdiri sendiri. lalu ia mendorong jose hingga jose hampir terjatuh. "apa yang kau lakukan?" tanya jose dengan nada membentak, lalu ia balik mendorong karel.

"gara-gara kau, dan mereka...." karel menujuk ajil dan raza "(namakamu) jadi tahu semuanya. awalnya aku memang pura-pura mencintai (namakamu), tapi sekarang aku benar-benar mencintainya" karel hendak berjalan menuju kelas (namakamu) untuk menemui (namakamu). namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena BD berdiri di amabang pintu menghalangi langkahnya.

'BUGH' BD langsung menonjok perut karel. "kau! mengapa kau tidak bisa berakting dengan baik. mengapa (namakamu) bisa tahu kalau kau hanya pura-pura mencintainya" BD menghampiri karel yang berjalan mundur menjauhinya.

"kau membuat (namakamu) menangis lagi. bukan kah aku menyuruhmu agar membuatnya bahagia, tapi kenapa kau malah berbuat sebaliknya" BD mendorong karel hingga karel terjatuh. karel hanya diam, tidak melawan BD, entah mengapa.

"bid, udah bid. karel gak salah, karel sudah berakting dengan baik. ini semua karena aku bid. (namakamu) mendengar perakapan aku, jose dan ajil yang sedang membicarakan tentang karel yang pura-pura mencintai (namakamu)" ucap ajil.

"oh, jadi karena kau" BD yang sebelumnya akan menyerang karel, kini beralih akan menyerang ajil. melihat itu, dengan cepat bagas dan bryant memegangi BD agar BD tidak menyerang ajil.

"lepasin" BD berontak, tapi semakin berontak, bagas dan bryant semakin kuat memengangi tangan BD.

"kau menyuruh karel pura-pura mencintai (namakamu) supaya (namakamu) bisa bahagia, kau menuruh karel membuat (namakamu) tidak menangis lagi. tapi kau, kau sendiri sering membuat (namakamu) menangis, kakak macem apa kau?" ucap jose dengan nada sedikit membentak, sepertinya jose mulai kesal pada BD. "harusnya kau bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya (namakamu) itu Lista, adikmu yang hilang. mungkin kalau (namkamu) tahu kalau kau itu kakaknya, (namakamu) tidak akan tergila-gila padamu lagi, tidak akan mengharapkan cintamu lagi, tidak akan berharap jadi kekasihmu lagi" lanjutnya.

bersambung....

Si Sedih Bunga Matahari Part 3

<>Si Sedih Bunga Matahari<>

part 3

Author : Devika Sari

(namakamu) berlari sambil menunduk, ia berlari menuju taman sekolah. Karena di sanalah tempat yang biasanya sangat sepi, jadi ia bisa leluasa menangis di sana.

Ketika sampai di sana, (namakamu) langsung duduk bersandar di bawah pohon yang lumayan besar. Ia berteriak dan menangis lebih hebat dari sebelumya.

"Mungkin ucapan Yoriko tidak benar, BD gak mungkin pura-pura mencintai Cassie, hiks" (namakamu) mengusap pipinya yang basah "Bid, kenapa kamu melakukan itu di depanku, kenapa kamu gak pernah sadar kalau aku mencintaimu, heu..heu..heu..." Gumam (namakamu).

Tak di sadari, ternyata ada seorang lelaki yang melihatnya dari kejauan. Tapi tidak terlalu jauh sih, jadi lelaki itu bisa mendengar gumaman (namakamu) barusan. Lelaki itu menunduk memasang raut wajah bersalah. "Aku juga mencintaimu (nam..)" Ucap lelaki itu.

***

(namakamu) mencuci wajahnya yang terlihat kusut karena sudah menangis. Setelah merasa wajahnya sudah cantik lagi dan sudah tak terlihat habis menangis, (namakamu) segera keluar dari toilet sekolah itu.

Ketika sedang berjalan di koridor menuju kelasnya, ia berpapasan dengan BD. (namakamu) menundukan kepalanya, dia masih malu karena tadi ia telah lancang membuka isi tas BD. Tapi BD berjalan melewatinya dengan datar. Sepertinya BD sudah melupakan kejadian tadi, ooh syukurlah, (namakamu) pikir BD akan mengira dia pencuri yang akan mencuri handphone.

(namakamu) menoleh ke belakang, untuk melihat BD. BD benar-benar sangat tampan hingga membuatnya tergila-gila seperti ini. Ia benar-benar iri pada cassie, kok bisa cassie seberuntung itu? Mendapatkan lelaki seperti BD.

Entah kenapa setiap melihat BD (namakamu) selalu ingin menangis. Kini matanya mulai berkaca-kaca lagi. Mungkin ia menangis karena harus menerima kenyataan jika ia kalah cepat dengan cassie, untuk memiliki BD.

(namakamu) tertunduk lemas. Yaa, ini semua emang salahnya, harusnya waktu dulu ia cepat-cepat menyatakan perasaannya pada BD sebelum BD pacaran dengan cassie. Tapi, kalaupun (namakamu) menyatakan perasaan pada BD waktu itu, apa BD akan langsung menembaknya, tidak kan? lelaki seperti BD tidak akan mungkin menyukainya.

Kini (namakamu) hanya bisa berharap lagi, BD, lelaki yang ia kagumi, bisa mengaguminya juga. Tapi apalah yang bisa dikagumi dari seorang (namakamu). Kalau Cassie sih ada, dia cantik, dia pintar, dia berasal dari keluarga kaya. Tidak salah jika BD menyukainya. Tapi dirinya....Sudah cukup! Jangan menangis lagi.

(namakamu) berlari untuk menuju kelasnya, ia berlari sambil menunduk agar tidak ada yang tahu jika sekarang ia menangis 'LAGI'.

'BRUG' (namakamu) terpental ke belakang karena menuburuk seorang lelaki. Bodoh, umpat (namakamu) pada dirinya sendiri. Gara-gara berlari sambil menuduk ia jadi menubruk seseorang hingga terjatuh dan menyebabkannya kesakitan.

"Aww" (namakamu) meringis, lelaki yang tadi ditubruk (namakamu) langsung mendekatinya dan tampak begitu khawatir.

"(namakamu), kamu gak kenapa-napa?" Tanya lelaki itu

(namkamu) mendangakan kepalanya perlahan-lahan, dan ia melihat Karel berjongkok di depannya dengan raut wajah yang begitu cemas. Ketika (namakamu) menunjukan mata berairnya pada Karel, Karel menjadi semakin khawatir.

"Ya ampun (namakamu). Jangan nangis, kamu sakit ya? Habisnya kamu ngapain lari-larian sambil menuduk" Karel menarik tangan (namakamu), membantu (namakamu) untuk berdiri. (namakamu) menepis air matanya, dan memaksakan bibirnya agar tersenyum.

"Aku nangis bukan karena jatuh kok"

"Terus kenapa? Karena kejadian tadi? Saat ngelihat BD mencium pipi Cassie? Kamu cemburu?" Pertanyaan bertubi-tubi dari Karel hanya dibalas dengan anggukan oleh (namakamu). Karel menghela nafas panjang, ternyata gadis di depannya ini begitu mencintai BD. Hingga ia sangat sulit untuk mendapatkannya. Waktu dulu Karel sangat mudah mendapatkan perempuan, tapi (namakamu).....mungkin cinta (namakamu) pada BD begitu besar, tapi cinta itu harus dihapus! "Sampai kapan kamu terus menyimpan perasaan padanya? Sampai kapan kamu terus menyukainya? (nam..), dia itu sudah jadi milik Cassie, jadi kamu relain aja dia bahagia bersama Cassie"

"Iya, aku pun sedang berusaha menghapus perasaanku untuk BD" Air mata (namakamu) semakin deras menuruni pipinya.

"Aku yakin kamu bisa menghapus perasaanmu pada BD, dan belajar untuk mencintaiku" Karel mengucapkan kalimat itu dengan hati-hati.

"Entah lah Karel" (namakamu) hendak berjalan lagi menuju kelasnya, tapi dengan cepat Karel mencekal lengannya membuat langkah (namakamu) terhenti.

"(nam..), aku mohon, jadilah kekasihku. Aku mohon terima perjodohan kita. Aku tahu kamu masih menyukai BD, tapi BD tidak menyukaimu sama sekali...."

Air mata (namakamu) mengalir lebih deras ketika Karel mengatakan kalau BD tidak menyukainya sama sekali. "BD sangat mencintai Cassie, ucapan Yoriko yang bilang kalau BD hanya pura-pura mencintai Cassie itu tidak benar. Kamu lihat sendiri, betapa mesrahnya perlakuan BD pada Cassie, itu sudah membuktikan kalau BD itu benar-benar mencintai Cassie"

"Iya, sepertinya BD benar-benar mencintai Cassie, hiks" (namakamu) menepis air matanya. Mungkin benar, ucapan Yoriko tidak benar, yoriko saat itu salah dengar. Padahal (namakamu) sudah berharap tinggi, jika ia masih bisa mendapatkan BD.

"(nam..), kamu mau kan dijodohkan denganku? Aku mohon jangan tolak aku, aku tidak terbiasa ditolak seorang gadis, mengingat saat dulu setiap gadis yang aku pinta jadi kekasihku belum pernah ada yang menolak. Kamu tahu, aku lelaki tertampan di sekolah ini setelah BD, harusnya kamu gak nyia-nyiain kesempatan ini. Kapan lagi coba kamu dipinta menjadi kekasih lelaki seperti aku"

(namakamu) termenung, ucapan Karel memang benar. Kapan lagi (namakamu) dipinta menjadi seorang kekasih lelaki yang tampan dan berasal dari keluarga kaya seperti Karel. Mengingat (namakamu) hanya seorang gadis biasa yang terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan. Mungkin saat dulu (namakamu) hanya bisa bermimpi dipinta menjadi kekasih lelaki seperti Karel, karena (namakamu) pikir gadis sepertinya hanya pantas dengan lelaki yang sekasta dengannya. Bahkan ia pun sendiri merasa kalau dirinya tidak pantas dengan BD, karena itu lah saat dulu (namakamu) tidak mau mengungkapkan perasaanya pada BD, dan hanya bisa membayangkan jadi kekasih BD, karena (namakamu) pikir semua itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

sekolah di SMA merdeka internasional high shcool ini pun, (namakamu) merasa tidak pantas, karena di sekolah ini semua murid berasal dari keluarga kaya kecuali dirinya. (namakamu) bisa sekolah di SMA ini karena kepintarannya yang membuatnya dapat beasiswa.

tapi karel? apa yang karel suka dari sosok (namakamu)? hingga ia memohon-mohon agar (namakamu) mau menjadi kekasihnya. tapi kenapa harus karel yang seperti ini? kenapa tidak BD saja?

"karel, aku masih perlu waktu. aku tidak bisa menjadi kekasihmu sedangkan BD masih ada di hatiku. biarkan aku menghapus perasaanku pada BD dulu"

"oke, aku akan menunggu sampai kamu bisa menghapus perasaanmu pada BD"

"karel, kamu janji ya jangan beri tahu BD kalau aku menyukainya, karena BD pun gak tahu kalau aku menyukainya, entah kenapa aku merasa takut kalau BD tahu perasaanku. mungkin aku takut BD akan menjauhiku karena tidak mau disukai gadis sepertiku" (namakamu) menatap karel dengan tatapan memohon.

"kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli"

tak sadar kah karel jika ucapannya barusan membuat (namakamu) semakin sedih. 'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli' itu adalah kalimat yanga sangat menyakitkan untuk (namakamu). tapi mungkin benar, mungkin BD tidak akan peduli jika tahu kalau (namakamu) menyukainya.

(namakamu) berlari dengan cepat meninggalkan karel yang masih belum sadar jika ia sudah mengucapakan kalimat yang membuat (namakamu) sedih. tiba-tiba bryant dan bagas berdiri di samping karel, lalu bryant menepuk pundak karel.

"aktingmu bagus sekali sobat" fuji bryant sambil mengacungkan jempol pada karel.

"benar, kamu sepertinya sangat cocok jika menjadi aktor" kini bagas yang memuji.

"kalian melihat kejadian tadi?" karel mengenyit, sepertinya kedua sahabatnya ini diam-diam memperhatikan kejadian tadi.

"iya, kita lihat gimana hebatnya akting memohon-mohonmu meminta (namakamu) agar mau menjadi kekasihmu" jawab bagas.

"kita lihat aktingmu tadi dari awal kamu mencekal lengannya sampai (namakamu) berlari pergi. kita lihat dari balik jendela itu tanpa kalian sadari" bryant menujuk jendela kelas 11C.

***

"bagaimana karel? apa lista sudah mau jadi pacarmu?" tanya lelaki yang duduk di samping karel.

"belum" jawab karel dengan lesu.

"belum?" lelaki itu mengulang jawaban karel dengan nada bertanya, dan wajah terlihat sedikit emosi.

"gak segampang itu membuatnya mencintaiku" melihat lelaki itu emosi, karel pun jadi ikut emosi.

jose yang duduk di depan mereka berdua, langsung membalikan badannya ke belakang.

"lagian kau mau-maunya disuruh pura-pura mencintai lista. terus mohon-mohon agar lista menerima cintamu. kalau aku jadi kau, aku tidak akan mau" ucap jose.

"heh! karel punya hutang budi pada keluargaku, dan karel sudah berjanji akan melakukan apapun untuk membayarnya" ucap lelaki itu pada jose dengan nada sedikit membentak. "jose, bagaimana dengan yoriko? apa yoriko memberitahumu sedikit tentang lista?" tanya lelaki itu pada jose.

"yoriko tidak mau memberirahuku" jawab jose.

"memangnya kapan sih kamu bakal kasih tahu (namkamau) kalau sebenarnya (namakamu) itu lista, adik kandungmu yang hilang, yang selama ini kau cari-cari" tanya karel pada lelaki itu.

"aku akan memberitahunya nanti" jawab lelaki itu.

***
____________________________________________________________________

matahariku.....tatap lah aku....
seperti aku yang selalu menatapmu
matahariku....izinkan aku mendapatkan keinginanku
mendapatkan apa yang tidak ingin kau miliki
____________________________________________________________________

'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli' ucapan karel itu terus terngiang-ngiang di telinganya.

"aaaaaaaaaaaaaaah" (namakamu) berteriak sekuat tenaga, berharap dengan berteriak bisa mengurangi rasa sedihnya. mungkin karel benar. BD tidak akan pernah menyukainya. ia hanya membuang-buang waktunya untuk menunggu BD, seharusnya dari semenjak BD jadian dengan cassie, ia langsung membuang hatinya untuk BD.

'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli'

(namakamu) meraih handphone yang tergeletak di meja belajarnya. membuka folder foto yang isinya kebanyakan foto BD, lalu segera menghapusnya. (namakamu) mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu. tiba-tiba matanya tertuju pada foto besar yang terpajang di dinding kamarnya. (namakamu) menatap foto itu dengan tajam, dan dengan cepat ia menarik foto yang masih menempel di dinding itu hingga foto itu sobek, tebagi menjadi dua. yang satu sudah digengam oleh (namakamu), dan fotongan yang satunya lagi masih tertempel di dinding. dengan kasar (namakamu) menarik fotongan foto yang masih tertempel.

lalu (namakamu) menghampiri meja belajarnya. ia mengambil beberapa buku yang tersimpan dengan rapi di laci. membuka buku itu dengan kasar, dan ketika ia menemukan tulisan tulisan nama BD di buku itu, ia segera merobek buku itu lalu melemparnya ke sembarang arah.

"aku akan melupakanmu BD" gumam (namkamau) sambil tersenyum penuh paksaan.

"(nam..) jangan lakukan itu, jangan mencoba melupakanku. aku mencintaimu" (namakamu) mengernyit mendengar suara itu, dan seketika itu juga BD muncul di depan (namakamu).

"BD?" (namakamu) terganga melihat BD ada di sini. ia menampar pipinya dengan keras, memastikan jika ini bukan mimpi seperti yang sebelumnya. tapi pipinya terasa sakit, berarti ini bukan mimpi.

(namakamu) menghambur ke pelukan BD, memeluknya dengan erat. namun tiba-tiba,

BRUG! (namakamu) terjatuh, dan tangannya masih dalam posisi memeluk(?) tapi apa yang ia peluk, tidak ada apapun didepannya. jadi, BD yang tadi itu hanya khayalannya saja?

oh tuhan, sampai kapan (namakamu) seperti ini. apa lama-lama ia akan gila jika terus seperti ini. "aku tidak bisa melupakanmu bid"

***

(nmakamau) duduk di bangkunya. ia mencoret-coret bukunya dengan tulisan-tulisan. tulisan 'I LOVE BD' tiba-tiba (namakamu) teringat ucapan karel kemarin. 'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli' (namakamu) langsung mencoret-coret tulisan itu hingga tidak terbaca.

"kenapa aku nulis nama BD sih?" (namakamu) kesal pada dirinya sendiri.

"(namakamu) (namakmau) (namakamu)" yoriko berlari menghampiri (namakamu).

"ada apa yori?" tanya (namakamu) ketika yoriko sudah ada di di depannya. yoriko mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal, menepis keringat yang mengalir di pelipisnya.

"tadi itu ya..........."

~flash back~

yoriko berjalan menuju rumah (namakamu). ia berniat ke sekolah bareng dengan (namakamu), jalan kaki. yaa, walaupun yoriko anak orang kaya, tapi ia lebih suka jalan kaki bersama sahabatnya dari pada naik mobil. kalau jalan kaki, bisa sekalian ngobrol.

langkah yoriko seketika terhenti ketika melihat BD tengah berdiri di depan pagar rumah (namakamu). BD berjinjit dan mendangakan kepalanya seperti ingin melihat keadaan di rumah (namakamu). yoriko mundur lima langkah dan langsung bersembunyi di balik pohon besar.

BD berlari entah kemana, dan di detik yang sama, (namakamu) keluar dari pagar rumah dengan wajahnya yang masih semrawut. pasti (namakamu) sudah menangis lagi.

(namakamu) berjalan menuju sekolah, ingin rasanya yoriko berlari menghampiri (namakamu), tapi ia masih penasaran dengan BD yang sepertinya membuntuti (namakamu). yoriko berjalan mengikuti BD yang sedang diam-diam mengikuti langkah (namakamu), hingga sampai lah meraka di sekolah.

~flash back off~

"yang bener yori?" (namakamu) masih tidak percaya dengan cerita yoriko.

"bener (nam..). ada apa dengan BD ya? hari senin aku gak sengaja ngedengar ajil bilang kalau BD itu hanya pura-pura mencintai cassie, terus besoknya aku gak sengaja mergokin BD lagi diam-diam moto kamu. dan sekarang, aku gak sengaja memergoki BD sedang diam-diam mengikutimu dari rumah ke sekolah"

"apa? kemarin BD diam-diam moto aku?" tanya (namakamu) tidak percaya.

"iya, kemarin aku gak ngasih tahu kamu. karena aku takut kamu gak percaya"

***

(namakamu) dan cassie tengah duduk di bangku koridor. sedari tadi cassie tak henti-hentinya menceritakan tentang BD pada (namakamu). walaupun merasa sakit mendengar cerita cassie, (namakamu) tetap memaksakan senyumnya, pura-pura bahagia melihat sahabatnya bahagia.

"terus BD ngasih aku boneka tedy bear yang gede banget. aku tuh emang beruntung bisa mendapatkan BD, ia lelaki yang sangat baik"

"iya, kamu sangat beruntung cassie. tapi, apa aku bisa seberuntung kamu cass?"

"(nam..), kamu juga beruntung. bisa dijodohkan dengan lelaki seperti karel"

"entah lah cass, aku belum menerima perjodohan itu. karena bukan karel lelaki yang aku suka, melainkan..." (namakamu) menggantungkan kalimatnya.

"melainkan?" cassie mengangkat kedua alisnya, menunggu kalimat (namakamu) selanjutnya.

"sayang" tiba-tiba suara itu terdengar dari samping kanan. (namakamu) dan cassie pun menoleh, (namakamu) memalingkan wajahnya ketika melihat BD sedang berjalan ke arahnya dan cassie. sedangkan cassie terlihat sangat bahagia melihat BD.

"BD?" wajah cassie berseri-seri setiap kali menatap wajah tampan BD.

"mana?" BD menengadahkan tangannya di depan cassie.

"apa?"

"katanya kamu mau ngasih aku sesuatu, mana?"

"oh iya, hadiah buat kamu ada di tas. aku bawa dulu ya, kamu tunggu di sini" Cassie hendak berlari, tapi dengan cepat BD mencekal tangan cassie.

"tunggu" ucap BD.

"ada apa?"

'CUP' BD mencium kening cassie membuat hati (namakamu) sakit lagi. 'tidak tahu malu, ini kan sekolahan' umpat (namakmau) dalam hati. pipi cassie memerah, dan bibirnya tersenyum dengan lebar. lalu cassie langsung berlari meninggalkan (namakamu) dan BD.

BD duduk di bangku koridor yang juga diduduki (namakamu). seperti biasa, ia terlihat cuek. tidak menyapa (namakamu) atau apa lah... yaa, memang mereka tidak saling kenal.

"hiks hiks hiks" BD mengernyit mendengar suara tangisan. dan ketika ia menoleh ke samping, ia melihat (namakamu) sedang menangis sambil mencoba menepis air matanya.

tapi apa reaksi BD, BD hanya cuek seperti kemarin. BD terlihat sangat tidak peduli, dan dengan santainya ia berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih menangis.

"di mana hatimu? kenapa kamu hanya diam saja melihat gadis di sampingmu sedang menangis" langkah BD terhenti ketika mendengar teriakan itu. lalu ia membalikan badannya.

"harusnya kamu tanya kenapa aku menangis? bukan hanya diam seperti tidak peduli" teriak (namakamu) lagi sambil berjalan pelan menghampiri BD.

"aku memang tidak peduli, memangnya aku harus peduli melihatmu menangis?" tanya BD dengan nada ketus. air mata (namakamu) turun semakin deras mendengar pertanyaan BD. BD hendak berjalan lagi meninggalkannya, tapi dengan cepat (namakamu) mencekal lengannya.

"bid, kenapa kamu gak pernah peka sih. aku mencintaimu" entah dapat keberanian dari mana hingga (namakamu) berani mengungkapkan perasaannya pada BD. tapi BD, BD terlihat biasa saja ketika mendengar pengakuan (namakamu)

BD menatap mata (namakamu) membuat (namakamu) gugup. "terus?"

(namakamu) terbelalak ketika mendengar rekasi BD. 'terus?' apa maksud BD bertanya seperti tiu.

"terus?" (namakmau) mengulang pertanyaan BD.

"iya, terus? terus aku harus apa?" hati (namakmu) terasa semakin remuk ketika mendengar ucapan BD barusan. ternyata reaksi BD tidak seperti yang ia harapkan, harusnya tadi ia tidak mengungkapkan perasaannya pada BD jika memang jawaban BD seperti ini.

"hmm? aku harus apa? apa aku harus membalas cintamu?" tanya BD lagi, (namakamu) hanya diam, entah apa yang harus ia jawab. yang jelas saat ini ia terlihat sangat kesal pada BD, ia menatap BD dengan tajam, matanya semakin memerah karena emosi.

"jawab? jangan hanya memandangiku seperti itu? aku harus apa kalau kau mencintaiku? apa aku harus membalas cintamu dan meninggalkan cassie?" BD terus mendesak agar (namakamu) menjawab.

(namakamu) menghela nafas panjang, dan akhirnya ia membuka mulutnya untuk menjawab. "tidak. kamu tidak perlu membalas cintaku dan meninggalkan cassie. aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu"

"bagus lah kalau memang kau mengerti. sekarang aku sudah tahu, dan kau harus secepatnya menghapus perasaanmu padaku. karena hanya cassie perempuan yang aku cintai, bukan kau" setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu, dengan teganya BD berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih berderai air mata.

bersambung...

Si Sedih Bunga Matahari Part 2

<>si sedih bunga matahari<>

part 2

author : devika sari

____________________________________________________________________

apa kah kau pernah mendengar cerita tentang bunga matahari?
bunga matahari yang hanya menghadap matahari
bunga matahari yang selalu saja melihat matahari
namun, apa kah matahari akan melihat bunga matahari

____________________________________________________________________

(namakamu) kini sudah memasuki pekarangan rumahnya. ia pun membuka pintu rumahnya dan langsung masuk. di ruang keluarga, ia melihat orangtua karel dan orangtuanya sedang duduk di sofa sambil tersenyum menatapnya.

"(namakamu), sini duduk." ayah (namakamu) menepuk-nepuk sofa mengisyaratkan supaya (namakamu) duduk di sofa itu. (namakamu) menurut, ia duduk di sofa yang juga diduduki ayahnya.

"(nam..), ayah sama ibu akan menjodohkan kamu dengan karel." ucap ibu (namakamu). sontak (namakamu) terkejut mendengarnya. dijodohkan dengan karel? lalu bagaimana perasaannya pada BD. (namakamu) melirik ke arah karel, karel nampak bahagia dan sepertinya tidak keberatan dengan perjodohan ini.

"bagaimana (nam..), kamu mau kan dijodohkan dengan karel?" tanya ibu (namakamu). (namakamu) tidak menjawab, dia malah berlari ke kamarnya.

"(namakamu), mau kemana kamu?" teriak ayah (namakamu), tapi tidak dihiraukan oleh anak perempuannya itu, (namakamu) terus berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"nak karel, mungkin (namakamu) belum ingin dijodohkan" ibu (namakamu) menatap karel dengan raut wajah bersalah.

"tidak apa-apa tante, karel akan berusaha membuat (namakamu) mau dijodohkan denganku, karena aku sangat mencintainya tante, aku hanya ingin dia" ucap karel.

"iya nak karel. tante juga akan berusaha membujuk (namakamu) agar mau dijodohkan denganmu. tante yakin jika kamu benar-benar mencintai (namakamu) dan bisa membuatnya bahagia. kamu tahu nak karel, setiap hari tante sering melihat (namakamu) menangis. yoriko bilang, dia menangis karena cintanya bertepuk sebelah tangan"

"iya, aku tahu itu tante. kalau gitu kita pamit pulang ya, besok karel akan ke sini lagi"

"tolong bujuk (namakamu) agar mau dijodohkan dengan karel. karena saya sudah bosan mendengar anak saya merengek-rengek minta dijodohkan dengan (namakamu)" ucap ayah karel.

"iya, nanti akan saya bujuk" ucap ibu (namakamu).

karel dan keluarganya berjalan keluar dari rumah, lalu segera menaiki mobil mereka yang terparkir di pekarangan. ayah dan ibu (namakamu) melambaikan tangannya dari teras rumah. karel yang sudah berada di dalam mobil membalas melambaikan tangannya.

(namakamu) melihat mobil karel melaju keluar pekarangan rumahnya dari kamarnya yang ada di lantai atas, ia melihat itu dari jendela.

"karel? dia kan salah satu dari keenam sahabat BD" gumam (namakamu). "dia akan dijodohkan denganku, apa aku terima saja perjodohan itu. lagipula kini harapanku sudah lenyap. tidak ada harapan lagi untukku bisa menjadi pacar BD, karena kini BD sudah berpacaran dengan sahabatku sendiri" (namakamu) menutup gorden jendela, lalu menghempaskan tubuhnya di kursi goyang. "aku harap kamu bisa bahagia bersama cassie bid. aku tahu, aku sudah tidak memiliki harapan lagi untuk denganmu"

(namakamu) melirik handphone yang tergeletak di meja belajarnya. ia meraih handphone itu. air mata (namakamu) menetes lagi ketika melihat beberapa foto BD di layar handphonenya. ia mengusap-ngusap layar handphonenya, lalu ia cium layar handphone yang menampilkan foto BD itu. "sudah satu tahun aku mengagumimu. tapi aku hanya bisa mencintaimu dalam diam. aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku. dan pada saat aku sudah mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, mengapa aku harus mendengar kabar jika kamu sudah berpacaran dengan sahabatku sendiri" ucap (namakamu) pada foto BD yang ada di layar handphone-nya. "aku gak berharap kamu membalas cinta aku, mencintaimu saja sudah suatu anugrah untukku. aku hanya bisa berharap kamu bahagia dengan cassie sekarang" tak sadar air mata (namakamu) sudah menuruni pipinya, air mata itu membuat pandangannya menjadi blur. (namakamu) mengusap air matanya. sudah cukup! jangan menangis lagi, seharian ini dia sudah menghabiskan waktunya untuk menangis. menangisi cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

***

"yah, turunin karel di depan rumah besar yang berwarna putih itu. karel ingin ke rumah teman karel sebentar" karel menujuk rumah mewah berwarna putih yang ada di depan. ayah karel hanya mengangguk, lalu memberhentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah berwarna putih itu.

'BRUK' karel menutup pintu mobil. lalu membungkukan badannya untuk melihat ayahnya yang ada di dalam mobil, dari kaca mobil itu. "ayah jangan jemput karel ya. karel bisa pulang sendiri"

"baiklah, kalau begitu hati-hati ya rel" setelah mengucapkan itu, ayah karelpun mulai melajukan mobilnya.

karel terdiam sejenak, menarik nafas panjang lalu berjalan memasuki pekarangan rumah besar itu.

karel memencet bel rumah itu. tak lama kemudian seorang lelaki seumuran karel membukakan pintu.

"udah datang rupanya, ayo masuk" lelaki itu berjalan memasuki rumahnya, diikuti karel dari belakang. lelaki itu membawa karel ke ruang tamu, lalu mempersilahkan karel duduk di sofa yang berada di sana.

"bagaimana? apa (namakamu) mau dijodohkan denganmu?" tanya lelaki itu.

"aku gak tahu, dia gak jawab saat ditanya apa mau dijodohkan denganku. dia hanya berlari ke kamarnya tanpa menjawab dulu pertanyaan itu" jawab karel

"apa? dia tidak menjawab. bagaimana mungkin dia tidak menjawab, setiap perempuan pasti akan menjawab 'iya' jika ditanya seperti itu. bukan kah tidak ada seorang perempuan pun yang tahan akan pesona karel susanteo. tapi dia..."

"mungkin dia masih belum bisa mencintaiku"

"karel, pokoknya kamu harus berusaha membuat (namakamu) menyukaimu dan mau dijodohkan denganmu. aku tahu kamu tidak mencintai (namakamu) sama sekali, tapi kalau bukan kamu siapa lagi. karena cuman kamu sahabatku yang bisa sangat mudah disukai para gadis."

"baiklah, aku akan berusaha melakukan semua yang kamu perintahkan padaku, jika memang itu bisa membalas hutang budi keluargaku pada keluargamu"

tiba-tiba seorang wanita setengah baya datang menghampiri, dengan kursi rodanya. dia adalah ibu dari lelaki yang bicara dengan karel tadi. lelaki itu langsung menghampiri ibunya sambil tersenyum.

"ibu" lelaki itu memeluk ibunya sambil menangis.

"mana lista? mana lista? heu..heu..heu mana lista?" wanita itu menangis sambil bertanya-tanya dimana lista pada lelaki itu.

"aku belum bisa membawa lista kemari bu. tapi aku janji, aku akan segera mempertemukan ibu dengan lista. nanti sahabatku karel akan datang kemari lagi bersama lista, ibu sabar ya" lelaki itu mencoba menenangkan ibunya. ibu lelaki itu memang sudah setengah gila, ia menjadi gila semenjak kehilangan anak perempuannya yang bernama lista, adik lelaki itu.

"iya tante. karel akan berusaha membawa lista kemari. jika lista sudah menjadi pacarku" ucap karel.

"baik lah karel, kamu boleh pulang sekarang. ingat! kamu harus berusaha membuat adikku agar mau dijodohkan denganmu. buat dia bahagia, buat dia merasa seperti perempuan paling bahagia di dunia ini. suruh dia supaya jangan menangisi lagi cintanya yang bertepuk sebelah tangan" ucap lelaki itu pada karel.

karel mengangguk. "kalau gitu aku pulang. sampai ketemu di sekolah besok" karel berjalan menuju pintu utama. sedangkan lelaki itu mendorong kursi roda ibunya menuju kamar. tiba-tiba bi ijah--pembantu di rumah ini datang.

"biar saya yang bawa nyonya ke kamar den" ucap bi ijah.

"baik lah" lelaki itu melepaskan pegangannya pada kursi roda yang diduduki ibunya. membiarkan bi ijah yang mendorong kursi roda itu ke kamar. lelaki itu menangis melihat ibunya, ia sangat sedih melihat ibunya seperti itu.

lelaki itu menarik nafas panjang, lalu melangkahkan kaki ke kamarnya. ketika sudah sampai di kamar, lelaki itu langsung mengambil handphonenya. ia melihat-lihat foto Lista--adiknya yang sampai sekarang masih diasuh oleh si penculik itu. penculik yang menculik adiknya ketika kecil dan menyebabkan ibunya gila karena kehilangan adiknya itu. semua foto lista di handphonenya itu adalah hasil potretannya sendiri. ketika di sekolah, lelaki itu diam-diam sering memoto lista. adiknya memang satu sekolah dengannya. dan satu angkatan dengannya. adiknya itu terkenal sangat jenius, jadi saat SD, dia tidak ke kelas dua dulu. dia langsung melompat ke kelas tiga karena kejeniusannya itu. sekarang lista memang sudah bukan bernama lista lagi, si penculik itu telah mengganti namanya. tapi walaupun begitu, lelaki itu tahu, jika salah satu teman sekolahnya adalah adiknya yang hilang saat dulu. ia tahu itu saat tak sengaja melihat tanda lahir berbentuk matahari di punggung tangan kirinya, sama seperti adiknya. dan pada saat ia diam diam mengikutinya ketika pulang sekolah, ia melihat adiknya itu di sapa oleh sepasang suami istri. dan ia sangat mengenal sepasang suami istri itu. dia adalah orang yang dulu menculik lista.

di handphone lelaki itu banyak sekali foto lista, hanya foto lista. tidak ada foto lain selain foto lista.

***
(namakamu) berjalan melewati lapangan basket. lapangan basket yang kini tengah dipenuhi oleh murid-murid lelaki kelas 11D, kelasnya BD. BD tentu saja ada di antara murid-murid yang sedang bermain basket itu, dan murid-murid perempuan kelas 11D hanya berkumpul di pinggir lapangan sambil berteriak dan bertepuk tangan.

"ayo honeeeeeey, go honey go honey go" teriak seorang gadis yang berdiri di atas kursi. gadis itu cassie, cassie sengaja menaiki kursi agar ia bisa melihat lebih jelas kekasihnya yang sedang bermain basket itu.

(namakamu) tersenyum melihat cassie, dan dengan semangatnya ia berlari menghampirinya. (namakamu) terdiam sejenak ketika sudah berada di samping kursi yang dinaiki cassie, lalu matanya tertuju pada sebuah kursi yang kosong dan ia pun langsung tersenyum. (namakamu) menarik kursi itu sampai berada di samping kursi yang dinaiki cassie. lalu ia segera menaiki kursi itu.

"hai (nam..), kamu mau lihat petandingan basket kelas 11D juga ya?" cassie yang awalnya memandang dengan fokus ke arah lapangan, kini menoleh ke samping, menatap (namakamu).

"iya cass, aku ingin melihat petandingan basket kelas 11D. lagipula guru yang seharusnya mengajar di kelasku, hari ini tidak bisa datang karena sakit. daripada diem di kelas, mending aku ke sini aja lihat murid lelaki kelas 11D yang lagi main basket" jawab (namakama).

"oh gitu. ya udah, kamu di sini aja, temani aku mendukung tim BD" cassie tersenyum pada (namakamu), ia sepertinya sangat senang melihat (namakamu) ikut melihat pertandingan basket kelas 11D. "ayo my honey BD, masukan bolanya ke dalam ring. ayo ayo ayo" teriak cassie sambil bertepuk tangan.

"ayo BD, semangat" teriak (namakamu). tak disadari ternyata teriakan (namakamu) membuat cassie mengernyit.

"BD? kamu dukung BD? kenapa kamu dukung dia?" tanya cassie, matanya menatap wajah (namakamu) penuh selidik.

"euh, kan...kamu bilang....temani kamu mendukung BD kan? aku juga ingin mendukung BD, kan aku sahabatmu, aku pasti akan mendukung pacar sahabatku"

"oh, bagus kalau gitu. ayo kita dukung BD" cassie nampaknya tidak curiga pada (namakamu). wajahnya masih tetap ceria, apa selama ini cassie tidak menyadari kalau (namakamu) itu menyukai BD.

"ayo my honey BD, semangat" teriak cassie lagi. BD sempat menoleh ke arah (namakamu), lalu ia tersenyum dan melambaikan tangannya ke (namakamu). (namkamu) terkejut luar biasa, BD tersenyum lagi padanya. ini kedua kalinya BD tersenyum padanya setelah hari kemarin. (namakamu) membalas senyuman BD dan juga melambaikan tangan pada BD. namun, saat ia tak sengaja melirik ke arah cassie, cassie pun sedang tersenyum dan melambaikan tangannya pada BD. apa sebenarnya BD bukan tersenyum dan melambaikan tangan pada (namakamu)? tapi pada cassie? oh ya tuhan, wajah (namakamu) seketika merah padam karena malu, ia pun turun dari kursi itu dan langsung mendudukinya.

(namakamu) melihat BD berlari ke arahnya dan cassie, melihat itu (namakamu) langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia masih merasa malu.

"hai honey" ucapan BD itu membuat (namakamu) ingin menurunkan tangannya yang semula menutupi wajahnya, dan ketika wajahnya sudah tidak ditutupi, ia melihat BD yang sedang memeluk cassie. (namakamu) langsung membalikan tubuhnya ke samping kiri, matanya mulai berkaca-kaca.

"tim kamu menang honey, dan ini semua karenamu, kamu yang sering memasukan bola ke dalam ring"

"ini juga karenamu honey, karena teriakan mendukung darimu saat tadi"

(namakamu) menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya. ia tidak ingin mendengar obrolan cassie dan BD, apalagi saat BD memanggil cassie dengan sebutan "honey" itu membuat (namakamu) sangat cemburu dan iri pada cassie.

"baik lah, sekarang giliran murid perempuan kelas 11D yang bermain basket" teriak pak Gian, guru olahraga di SMA merdeka internasional high school ini. semua murid perempuan kelas 11D yang semula berdiri di pinggir lapangan, kini mulai berjalan ke tengah lapangan, termasuk cassie. sedangkan BD, BD duduk di kursi yang tadi dianaiki cassie, kursi yang berada di samping kursi yang diduduki (namakamu).

jantung (namakamu) berdetak lebih cepat saat mengetahui jika BD duduk di sampingnya. pipi (namakamu) merona, dan ia tersenyum sendiri, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bisa duduk di samping BD. itu baru duduk di samping BD, bagaimana jika duduk di samping BD sambil dirangkul, huh mungkin (namakamu) akan sangat bahagia, tapi, apa itu akan mungkin terjadi?

"ayo cassie, tangkap bolanya. ayo kamu pasti bisa, ayo" teriak BD yang mendukung cassie. mata (namakamu) mulai berkaca-kaca lagi. ia benar-benar sangat iri pada cassie. kapan (namakamu) bisa seperti cassie? yah, mungkin (namakamu) tidak secantik cassie. (namakamu) hanya gadis biasa yang lahir dari keluarga yang serba kecukupan. mana mungkin lelaki tampan dan berasal dari keluarga kaya seperti BD bisa menyukai seorang gadis seperti (namakamu), tapi itu bisa saja terjadi, jika memang ada keajaiban.

(namakamu) mulai mencuri-curi pandang, ia melirik ke samping, ia melihat BD tengah fokus melihat cassie yang sedang bermain basket dengan teman-temannya. sedari tadi, BD sama sekali tidak melirik ke arah (namakamu). mungkin (namakamu) tampak tidak menarik untuk dilirik oleh BD

selembar foto tiba-tiba saja jatuh di atas paha (namakamu). (namakamu) mengernyit lalu mengambil foto itu. mata (namakamu) terbelalak, betapa kagetnya ia saat melihat foto itu, itu foto BD yang sedang mencium pipi cassie. (namakamu) menoleh ke arah BD dan menatap BD dengan tajam. mengapa foto itu tiba-tiba ada di kakinya, apa BD sengaja melakukan itu.

"oh maaf, tadi ini tertiup angin" BD langsung mengambil foto itu dari tangan (namakamu), setelah itu ia menatap ke lapangan lagi. seharusnya BD menatap wajah (namakamu), menatap matanya yang berkaca-kaca. lambat laun air mata yang tadi berada di kelopak mata (namakamu), mulai mengalir menuruni pipinya. BD sempat melirik sekilas ke arah (namakamu), ia melihat (namakamu) menangis namun terlihat tidak peduli, BD kembali menatap ke lapangan walaupun ia tahu gadis yang ada di sampingnya sedang menangis. (namakamu) mengerti, (namakamu) bukan siapa-siapanya BD. pacar bukan, saudara bukan, sahabat bukan, bahkan teman pun bukan, (namakamu) tidak bisa disebut teman BD, kenal dekat dengan BD pun tidak.

(namakamu) berlari keluar dari lapangan basket. ia berlari sambil menunduk agar tidak ada yang tahu jika ia sedang menangis. (namakamu) mendengar suara hak sepatu lain yang beradu dengan lantai koridor yang sepi ini, ia merasakan ada seseorang yang mengejarnya. semoga itu BD, ucap (namakamu) dalam hati. tapi saat ia berhenti dan menoleh ke belakang, ternyata bukan Bd yang ada di sana, melainkan karel.

(namakamu) tertunduk lemas, ia mengusap air matanya. lalu tersenyum pada karel. kini karel sudah berada di depan (namakamu), karel mengusap lembut pipi (namkamu) yang basah karena air mata.

"kamu kenapa nangis?" (namakamu) hanya menggeleng, lalu mencoba tersenyum lagi. "kalau kamu butuh teman buat cerita, kamu bisa gunakan aku" tawar karel.

"tidak, terima kasih. lagipula kita belum saling mengenal dekat. aku lebih suka bercerita pada teman dekatku, yoriko"

"oh, ya sudah sana, cari yoriko. mungkin yoriko bisa menghiburmu. tapi jika kamu membutuhkanku, kamu bisa memanggilku kapan saja"

"terima kasih" (namakamu) kembali berlari menuju kelasnya, di mana ada yoriko di sana.

***

ketika (namakamu) sampai di ruang kelasnya, ia memang melihat yoriko ada di situ. tapi yoriko sedang bersama jose. mungkin setelah bermain basket, jose langsung ke kelas 11A untuk menemui kekasihnya. (namakamu) berjalan dengan langkah pelan mendekati tempat duduknya. tempat duduknya yang kini diduduki oleh jose. ketika jose melihat (namakamu) tengah berdiri di samping kursi yang ia duduki, jose langsung berdiri.

"kamu mau duduk, silahkan. aku bisa pindah kok" ucap jose sambil tersenyum pada (namakamu). (namakamu) pun langsung duduk di kursinya, lalu menatap yoriko yang duduk di sebelahnya.

"mending kita ngobrol di bangku koridor yuk, biar kita bisa duduk berdua" ajak yoriko pada jose, jose hanya mengangguk.

"tunggu yori, aku ingin cerita" (namakamu) menahan yoriko yang hendak berjalan keluar dari kelas.

"ada apa sunflower? kamu sedih lagi ya karena lelaki itu?" tanya yoriko, (namakamu) hanya mengangguk.

"nanti aja ya ceritanya, setelah aku ngobrol sama jose" ucap yoriko, (namakamu) hanya bisa menangguk lagi.

setelah itu yoriko berjalan keluar dari kelas sambil menggandeng tangan jose. sesekali jose menoleh ke belakang untuk melihat (namakamu). jose nampak tidak enak pada (namakamu). (namakamu) kini sedang membutuhkan yoriko untuk bercerita, tapi gara-gara jose, (namakamu) jadi tidak bisa bercerita pada yoriko.

yoriko dan jose duduk di bangku koridor yang ada di samping kelas 11A, tempat biasanya jose dan keenam sahabatnya mengobrol.

"jose, kamu kenapa? kok kamu kayak yang sedang kebingungan gitu deh" tanya yoriko.

"tidak apa-apa. aku hanya merasa kasihan pada (namakamu), tadi dia seperti habis menangis dan dia butuh kamu untuk menceritakan masalahnya. tapi karena aku, kamu jadi tidak ingin mendengarkan ceritanya"

"bukannya aku tidak mau, aku mau tapi nanti setelah kita mengobrol. lagipula aku sudah bosan mendengar dia bercerita, pasti cerita tentang masalah yang sama. bahkan aku sudah bosan melihatnya menangis. dia itu emang 'si sedih bunga matahari' "

"si sedih bunga matahari?" jose mengernyit, tidak mengerti dengan apa yang diucapkan yoriko.

"iya, 'si sedih bunga matahari' itu julukan aku untuknya. kamu tahu gak? dia itu menangis karena cintanya bertepuk sebelah tangan. dan kamu tahu siapa lelaki yang ia cintai, dia salah satu sahabatmu, BD"

jose hanya mengangguk, dan itu membuat yoriko mengernyit. "kamu gak kaget mendengar dia mencintai BD?" tanya yoriko.

"kaget? mengapa harus kaget? kalau begitu kamu harus suruh dia menghapus rasa cintanya pada BD, karena BD sudah punya cassie"

"iya, aku sudah menyuruhnya seperti itu. tapi mungkin butuh proses untuk menghapus perasaannya, tidak bisa secepat itu. eh tunggu, kamu kan belum kenal dengan (namakamu), tapi kenapa kamu bisa tahu namanya? dan perasaan, aku juga belum pernah cerita tentang (namakamu) padamu"

"aku..aku..aku tahu lah, dia kan...dia kan cewek yang dijodohkan sama sahabatku, karel"

"oh gitu"

"emh yori, kamu sahabatnya (namakamu) kan? berarti kamu tahu banyak tentang dia kan?"

"tentu saja, aku tahu banyak tentang dia"

"boleh aku tahu sedikit tentang dia" pinta jose dengan ragu, jose takut yoriko akan marah dan mengira jose menyukai (namakamu)

"untuk apa?" tanya yoriko bingung.

"euh...aku hanya ingin tahu saja. dan aku ingin bertanya padamu, apa (namakamu) itu bukan anak kandung dari orangtuanya yang sekarang mengurusnya?"

"apa? mengapa kamu bertanya seperti itu?"

"tidak, hehe, sudah lupakan" jose terkekeh, ekspresi wajahnya seperti sedang menyembunyikan sesuatu. yoriko menatap jose penuh selidik, dan itu disadari jose.

"sudah lupakan. mengapa kita jadi membahas (namakamu), kita ganti topik lain"

sementara itu, di dalam kelas, (namakamu) menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. seharusnya tadi ia menerima tawaran karel untuk menjadi teman curhatnya, karena yoriko sepertinya sudah bosan mendengar cerita sedih (namakamu).

(namakamu) mengusap pipinya yang basah, lalu ia berjalan mendekati jendela. ia melihat keluar jendela ruang kelasnya dan melihat yoriko dan jose sedang bercanda tawa, terlihat bahagia. (namakamu) jadi iri pada yoriko, kapan (namakamu) bisa tertawa dan mengobrol dengan BD seperti yoriko dan jose yang tampak bahagia. mungkin kisah cinta familiar itu hanya bisa ia rasakan di dalam mimpinya.

(namakamu) mulai berkhayal lagi, ia membayangkan dirinya sedang duduk di bangku koridor bersama BD, ia dan BD mengobrol, bercanda tawa, tampak bahagia. dan ketika membayangkan itu, (namakamu) tersenyum sendiri, membuat orang-orang yang melihatnya, menatapnya dengan tatapan aneh. ketika (namakamu) sudah sadar dari khayalannya, ia tersenyum lagi, tersenyum tipis penuh paksaan, menyadari jika kenyataannya begitu menyakitkan.

"apa kah bisa aku memilikimu bid, tapi bukan di dalam mimpi" air mata (namakamu) menetes lagi.

"jangan nangis lagi" ucap seseorang, (namakamu) mendongakan kepalanya dan melihat yoriko tengah berdiri di depannya. dengan cepat (namakamu) melihat keluar jendela, dan ternyata tanpa disadarinya yoriko sudah masuk ke kelas. padahal baru saja tadi ia melihat yoriko sedang duduk di bangku koridor bersama jose.

"kata tema-teman kamu menangis sambil senyum-senyum sendiri, makanya aku langsung ke kelas. memastikan jika kamu tidak kenapa-napa?"

"aku tidak kenapa-napa yori..."

"tentu saja, kau harus tidak kenapa-napa. jangan sampai kesedihanmu itu membuatmu jadi depresi. mana (namakamu) yang dulu, yang ceria, yang selalu tersenyum bahagia. gak kayak sekarang, (namakamu) yang selalu sedih dan menangis. (namakamu) si sedih bunga matahari"

'BRUG' (namakamu) memeluk yoriko dan tangisannya semakin hebat. "jika aku bisa memiliki BD, aku tidak akan seperti ini yori"

"(nam..), cinta itu tidak harus memiliki. jika kamu mencintainya, kamu harus bahagia melihat dia bahagia. mungkin kebahagiaannya bukan ada padamu, tapi pada cassie"

"kamu gak ngerti yoriko, akupun berusaha bahagia melihat BD bersama cassie, tapi rasa cemburu itu selalu ada. aku gak rela, heu..heu..heu.." (namakamu) berlari keluar dari ruang kelas.

***

"karel, mengapa kamu biarkan lista menangis. harusnya kamu hibur dia, buat dia senyum, buat dia merasa bahagia lagi" lelaki itu tampak kesal pada karel, ia sedari tadi tidak henti-hentinya memarahi karel.

"tapi dia tidak ingin menceritakan masalahnya padaku, dia tidak ingin ditemani olehku, dia ingin bersama yoriko" ucap karel sambil menunduk.

"kamu harus berusaha membuat dia nyaman denganmu. karel, aku tahu kamu tidak benar-benar menyukainya, tapi aku mohon, jadi kan dia kekasihmu karel, buat dia bahagia. buat dia menghapus rasa cintanya itu yang bertepuk sebelah tangan" pinta lelaki itu, karel hanya mengangguk pada lelaki itu

"baik, aku akan berusaha membuat lista nyaman berada di dekatku"

***

____________________________________________________________________

kau tahu, aku sangat suka tertidur
karena saat aku tidur, aku selalu memimpikanmu
di mimpiku, kau selalu ada di sini, di sampingku
tidak seperti di dunia nyata, kau jauh dariku
aku selalu berharap mimpiku bisa menjadi nyata
jika itu tidak bisa menjadi nyata
lebih baik aku terus bermimpi dan tidak usah bangun
____________________________________________________________________

***

(namakamu) menangis di bangku koridor ini, bangku koridor yang sebelumnya diduduki oleh BD dan cassie. (namakamu) menangis sambil berharap jika BD duduk di sini juga, menemaninya, bercanda tawa dengannya. tapi (namakamu) sadar, itu tidak akan mungkin terjadi. kemarin saja BD nampak tidak peduli saat melihat (namakamu) menangis.

tiba-tiba (namakamu) merasakan ada seseorang yang membelai lembut rambutnya, ia pun mendongakan kepalanya dan melihat BD tengah berdiri di depannya. lalu BD duduk di samping (namakamu). (namakamu) masih menatap BD dengan tatapan bingung dan tidak percaya. BD tersenyum pada (namakamu), lalu menarik tubuh (namakamu) ke dalam dekapannya. BD memeluk erat tubuh (namakamu), lalu mencium puncak kepalanya.

tubuh (namakamu) bergetar, jantungnya berdetak sangat cepat, dan ia masih menatap wajah BD dengan heran. mengapa BD bisa ada di sini, duduk di sampingnya dan memeluknya seperti ini? ya tuhan, apa sekarang kau telah mengabulkan do'aku? tanya (namakamu) dalam hati.

"jangan menangis lagi, aku juga mencintaimu" ucap BD, senyum (namakamu) mengembang ketika mendengar itu, namun senyumnya seketika luntur ketika mendengar lanjutan kalimatnya. "tapi bukan cinta yang kamu harapkan, cintaku padamu bukan cinta seorang lelaki pada gadis pujaannya. tapi...."

"BD" teriak seorang gadis, teriakan itu membuat ucapan BD terhenti. cassie berjalan cepat ke arah (namakamu) dan BD, wajahnya terlihat memerah dan emosi. melihat itu, seketika BD mendorong (namakamu) dan berdiri dengan perasaan menyesal.

cassie sudah berdiri di depan BD, matanya menatap BD dengan tajam, nafasnya terengah-engah, bahunya naik turun tak karuan. "kamu tadi ngapain, peluk-peluk dia?" tanya cassie sambil menujuk (namakamu). (namakamu) hanya bisa diam, tidak bisa berbuat apa-apa.

"cassie aku bisa jelasin semuanya" ucap BD.

"diam, aku gak mau mendengar penjelasan kamu" bentak cassie. mata cassie kini memerah dan berair, lalu air itu mengalir menuruni pipinya. kini tatapan cassie beralih pada (namakamu), cassie menatap (namakamu) dengan tatapan membunuh, (namakamu) hanya tertunduk ketakutan.

"kamu" cassie berjalan mendekati (namakamu). "aku pikir kamu itu sahabat terbaikku. tapi apa yang aku lihat tadi, kamu berusaha mengambil BD dariku"

"tidak cassie, tadi itu gak seperti yang kamu pikirkan"

'PLAK' sentuhan kasar itu berhasil mendarat di pipi (namakamu).

"kamu gak tahu ya? selama ini aku tahu kamu menyukai kekasihku. dan aku kira selama ini kamu itu mengalah demi aku, aku kira kamu merelakan BD untukku demi kebahagiaanku, karena aku percaya kamu itu sahabat terbaikku. sahabat terbaikku tidak akan mungkin menyakitiku. tapi ternyata, kamu gak sebaik yang aku kira. kamu sahabat penghianat, aku benci padamu"

'BRUG' cassie mendorong (namakamu) hingga (namakamu) terjatuh.

"cassie" bentak BD, lalu ia membantu (namakamu) berdiri. cassie handak menghampiri (namakamu) lagi untuk menyerangnya, tapi dengan cepat BD mendorong cassie saat cassie akan mendekati (namakamu), dan cassie pun terjatuh.

"bid, kamu belain dia?"

"iya, kenapa?" ucap BD menantang.

cassie mencoba berdiri lalu ia berusaha mendekati (namakamu) lagi "sudah cassie" bentak BD dan sekali BD mendorong cassie hingga cassie terjatuh lagi.

"aw" ringis cassie, air mata cassie semakin deras menuruni pipinya. "kamu kok tega bid? apa selama ini sebenarnya kamu gak cinta sama aku?"

"iya, selama kita berpacaran, aku sama sekali tidak punya perasaan apapun padamu. aku menembakmu karena suatu alasan, dan alasan itu bukan karena aku mencintaimu. jadi lebih baik sekarang kita putus"

'BDAR' hati cassie bagaikan tersambar petir, membuatnya hancur berkeping-keping. cassie menggelengkan kepalanya tak percaya.

"ayo (nam..), kita pergi dari sini" BD menarik tangan (namakamu), hendak pergi meninggalkan cassie. tapi tiba-tiba....

"cassie jangaaaaan" teriak (namakamu). (namakamu) terkejut luar biasa, cassie merangkul BD sambil menodongkan pisau tepat di depan leher BD.

"kalau aku gak bisa memilikimu, maka gak ada seorang pun yang bisa memilikimu juga. lebih baik aku membunuhnmu daripada aku melihatmu bahagia dengan orang lain" ucap cassie penuh ancaman. BD hanya diam, tidak bisa berontak, jika ia berontak, mungkin pisau itu akan menembus lehernya.

"cassie apa yang kamu lakukan? lepaskan aku" bentak BD.

"gamau, aku akan melepaskanmu, kalau kamu mau berjanji akan selamanya jadi kekasihku. kalau kamu gamau, maka pisau ini akan membunuhmu sekarang juga" ancam cassie

"oke, aku janji akan selalu jadi kekasihmu. lepaskan aku sekarang"

"ikut aku dulu" cassie berjalan sambil merangkul BD, tangannya yang memegang pisau masih di depan leher BD. BD hanya bisa pasrah, ia berjalan mengikuti langkah cassie.

"Bidiiiiiii, bidiiiiiiii, bidiiiiiiiiiiiiiiiiiii" teriak (namakamu), dan 'PLAK' tiba-tiba yoriko menampar (namakamu).

(namakamu) terbangun, ia menyapu pandangannya dan ternganga ketika mengetahui jika ia sedang berada di kamarnya. (namakamu) menatap orang-orang yang ada di samping tempat tidurnya. mereka terlihat kesal dan emosi.

"maaf aku menamparmu, habisnya kamu gak bangun-bangun" ucap yoriko.

"dia tuh emang kayak gini, kalau tidur susah dibangunin" ucap ibu (namakamu).

karel duduk di pinggir ranjang (namakamu), ia tersenyum sambil mengusap lembut rambut (namakamu). "kamu habis mimpi buruk ya?" tanya karel. (namakamu) tersenyum tipis, untung lah tadi itu hanya mimpi.

"kamu mimpi apa sih, sampai tidurnya kayak kebo, ini udah jam setengah tujuh, kamu mau terlambat ke sekolah, hah?" tanya yoriko dengan nada membentak.

"jam setengah tujuh" teriak (namakamu). (namakamu) melompat dari ranjangnya, lalu berlari cepat menuju kamar mandi. yoriko dan karel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah (namakamu).

"dia memang selalu begitu" ucap ibu (namakamu).

***

(namakamu) sudah selesai mandi dan mengganti baju, kini ia tengah duduk di meja makan bersama yoriko, dan karel. (namakamu) memakan dengan lahap nasi goreng yang dibuatkan ibunya. begitu pun yoriko, ia memakan dengan lahap nasi goreng yang sengaja dibuatkan ibu (namakamu) untuknya. sedangkan karel, karel tidak memakan nasi goreng yang dibuatkan untuknya. nasi goreng itu masih utuh, dibiarkan mendingin di atas meja makan.

"kenapa gak makan nak karel?" tanya ibu (namakamu) yang baru dari dapur, ibu (namakamu) menyimpan satu per satu gelas berisi air putih dari nampan yang ia bawa. ketika gelas berisi air putih itu ada di meja, (namakamu) dan yoriko langsung meminumnya.

"aku sudah sarapan tante" jawab karel.

"bilang saja kamu gak suka makan sederhana kayak gini, kamu kan anak orang kaya. pasti kamu enggan makan makanan seperti ini karena sudah terbiasa makan makanan mewah" ucap (namakamu). yap, nasi goreng ini memang sangat sederhana. nasi goreng tanpa ada telur atau pun yang lain di dalamnya, hanya nasi saja.

"maaf nak karel, kita tidak punya uang buat beli telur" ucap ibu (namakamu).

"tidak apa-apa tante, karel bukannya tidak mau memakan nasi goreng ini karena tidak ada telurnya, tapi karena karel sudah kenyang" ucap karel. ibu (namakamu) berjalan ke dapur lagi

"ngomong-ngomong ngapain kamu pagi-pagi ke rumahku" tanya (namakamu) pada karel.

"aku sengaja pagi-pagi ke sini untuk mengantarmu ke sekolah. kita ke sekolah bareng ya" jawab karel.

"oh, kalau kamu yori, ngapain pagi-pagi ke rumahku?" tanya (namakamu), kali ini pada yoriko. saat yoriko hendak menjawab, tiba-tiba (namakamu) berkata lagi "oh aku tahu, pasti mau numpang sarapan ya?"

"iih bukan, aku ke sini karena aku pengen ngomong sesuatu sama kamu" sangkal yoriko

"ngomong apa?"

"ini tentang BD" jawab yoriko. karel mengernyit mendengar nama sahabatnya disebut-sebut.

"kenapa dia?" tanya (namakamu).

"kemarin aku gak sengaja ngedenger ajil nanya kayak gini ke BD 'sampai kapan kamu pura-pura mencintai cassie?' gitu. apa coba maksudnya? apa selama ini BD gak beneran cinta sama cassie? kalau gitu kenapa ia nembak cassie"

"uhuk uhuk uhuk" (namakamu) tersedak ketika mendengar ucapan cassie barusan. BD pura-pura mencintai cassie? kok seperti yang ada di mimpinya tadi? tadi kan ia bermimpi BD bilang pada cassie kalau sebenarnya BD gak punya perasaan apapun pada cassie, BD pacaran dengan cassie karena suatu alasan dan alasan itu bukan karena BD mencintai cassie.

"minum" karel langsung menyodorkan gelas berisi air putih pada (namakamu), dan (namakamu) langsung meminumnya.

"masa sih?" tanya (namakamu) tidak pertcaya.

"beneran (nam..)" jawab yoriko

"terus BD jawab apa?" tanya (namakamu) lagi

"nah itu, aku gak denger jawaban BD"

"BD itu sangat cinta pada cassie, kamu salah denger kali yori" karel ikut berkomentar.

"aku gak salah denger karel, aku denger sendiri dengan jelas" ucap yoriko "kalau BD memang cuman pura-pura mencintai cassie, berarti kamu masih punya kesempatan untuk memilikinya" lanjut yoriko. mendengar ucapan yoriko, seketika senyum (namakamu) mengembang.

lain dengan karel, setelah mendengar itu, tiba-tiba karel berjalan keluar dari rumah (namakamu). lalu ia menaiki motornya dan melajukannya entah kemana?

"lah, si karel kok pergi. katanya dia mau ngenterin kamu ke sekolah?" yoriko heran melihat tingkah karel yang tiba-tiba pergi saat sudah mendengar jika BD hanya pura-pura mencintai cassie.

"biarin lah, aku bisa jalan kaki ke sekolah seperti biasa"

***

(namakamu) berjalan pelan-pelan menelusuri koridor menuju kelasnya BD, kelas 11D. Semua murid kelas 11D pasti sudah berada di lab ipa untuk praktek, dan pasti kelas 11D akan tampak lengang. (namakamu) membuka pintu kelas 11D. seringainya melebar ketika mendapati kelas itu memang sepi, dan setelah menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya, (namakamu) melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan hati-hati.

(namakamu) memandang seluruh sudut kelas 11D. seandainya aku bisa satu kelas dengan BD, ucap (namakamu) dalam hati. pasti dia bisa melihat BD dengan waktu yang lama, tiba-tiba matanya mengarah ke arah bangku BD, dengan bersemangat ia berlari mendekati bangku itu, (namakamu) tersenyum melihat bangku itu, ia menyentuhkan jemarinya ke meja dan kursi yang biasanya diduduki BD, kemudian matanya melirik tas yang tergeletak di meja, itu tas BD. Diraihnya tas itu lalu ia memeluk tas itu, membayangkan jika tas itu adalah tubuh BD, dan dengan iseng ia membuka isi tas itu. di dalamnya banyak sekali buku yang di sampulnya bertuliskan nama 'Bryan Elmi Domani', (namakamu) membuka-buku itu. tiba-tiba ia melihat ada handphone di dalam tas itu, dengan cepat ia meraih handphone itu. ia membaca seluruh isi pesan di handphone itu. mata (namakamu) berkaca-kaca lagi, banyak sekali kata-kata mesrah yang dikirimkan BD pada cassie. "kapan aku bisa dapat SMS dari kamu bid?" gumam (namakamu). setelah melihat pesan-pesan, ia pun melihat-lihat foto di handphone itu. dia berniat akan mengirim-ngirimkan foto BD dari handphone itu ke handphonenya lewat blue tooth. tapi setelah dilihat-lihat, tidak ada foto BD satu pun di handphone itu, malah ia sangat terkejut ketika mendapati foto dirinya lah yang ada di handphone itu. "kok di handphone BD banyak foto aku sih?" (namakamu) makin dibuat bingung akan semua foto di handphone ini. (namakamu) tidak pernah merasa pernah berpose seperti itu. tiba-tiba senyuman lebar muncul di bibir (namakamu). "mungkin selama ini BD memiliki perasaan yang sama denganku. karena itu lah BD diam-diam memotoku saat di sekolah, dan mungkin ucapan yoriko emang benar kalau BD hanya pura-pura mencintai cassie" ucap (namakmu) dalam hati.

tiba-tiba handphone itu direnggut oleh seseorang dari tangan (namakamu) membuat (namakamu) terkejut. pelan-pelan ia mendongakan kepalanya untuk melihat siapa orang yang tiba-tiba mengambil handphoe itu dari tangannya. wajah (namakamu) seketika memucat ketika mendapati BD tengah berdiri di depannya sambil memengang handphoe itu. dan di belakang BD ada beberapa murid kelas 11D lainnya.

"berani sekali kau membuka tasku. terus lihat-lihat isi HPku" bentak BD membuat tubuh (namakamu) gemetaran. (namakamu) hanya menundukan kepalanya, rasa malu dan takut bercampur jadi satu.

BD tak sengaja memencet salah satu tombol handphonenya, dan seketika itu handphone BD menyala dan masih menampilkan salah satu foto (namakamu). "kamu pasti bingung kenapa di Hpku banyak sekali fotomu, sebenarnya ini bukan kartu memoriku tapi kartu memori karel. kamu tahu selama ini karel sangat menyukaimu, jadi ia sengaja diam-diam memotomu saat di sekolah" ucap BD, lalu BD menoleh ke arah karel. "ya kan rel?" tanya BD

"apa?...eh, iya, i itu kartu memoriku yang dipinjam oleh BD" jawab karel. lalu cassie datang menghampiri

"ada apa ini?" tanya cassie, lalu mata cassie beralih pada (namakamu), cassie menatap (namakamu) sambil mengernyit "sedang apa kamu di sini (namakamu)? kamu ingin bertemu denganku?" tanya casie, (namakamu) hanya mengangguk karena tidak mungkin ia menjawab yang sebenarnya. "kamu mau curhat lagi, kebetulan aku juga mau curhat"

"cassie, kenapa sih setiap hari kamu selalu terlihat cantik" fuji BD, BD membelai lembut rambut cassie lalu menyelipkan rambut panjangnya di balik telinga, dan tanpa diduga-duga, BD tiba-tiba mencium pipi cassie membuat (namakamu) terbelalak, mata (namakamu) mulai berkaca-kaca.

"aku beruntung ya bisa memilikimu cassie, kamu adalah gadis tercantik yang pernah aku temui, dan hanya kamu perempuan yang paling aku cintai di dunia ini setelah ibuku" ucap BD lagi, air mata (namakamu) mulai menuruni pipinya. karena tidak ingin orang-orang tahu jika (namakamu) menangis, (namakamu) langsung berlari keluar dari kelas 11D.

(namakamu) berlari sambil menunduk, ia berlari menuju taman sekolah. karena di sanalah tempat yang biasanya sangat sepi, jadi ia bisa leluasa menangis di sana.

ketika sampai di sana, (namakamu) langsung duduk bersandar di bawah pohon yang lumayan besar, ia berteriak dan menangis lebih hebat dari sebelumya.

"mungkin ucapan yoriko tidak benar, BD gak mungkin pura-pura mencintai cassie, hiks" (namakamu) mengusap pipinya yang basah "bid, kengapa kamu melakukan itu di depanku, kengapa kamu gak pernah sadar kalau aku mencintaimu, heu..heu..heu..." gumam (namakamu).

tak di sadari, ternyata ada seorang lelaki yang melihatnya dari kejauan, tapi tidak terlalu jauh sih, jadi lelaki itu bisa mendengar gumaman (namakamu) barusan. lelaki itu menunduk memasang raut wajah bersalah. "aku juga mencintaimu (nam..)" ucap lelaki itu

bersambung....

siapa ya lista itu? apa lista itu (namakamu)?


bersambung.....

@devka_sari