Rabu, 26 Oktober 2016

Si Sedih Bunga Matahari Paart 5

<>Si Sedih Bunga Matahari<>

part 5 (END)

Author : Devika Sari

"kau menyuruh karel pura-pura mencintai (namakamu) supaya (namakamu) bisa bahagia, kau menyuruh karel membuat (namakamu) tidak menangis lagi. tapi kau, kau sendiri sering membuat (namakamu) menangis, kakak macam apa kau?" ucap jose dengan nada sedikit membentak, sepertinya jose mulai kesal pada BD. "harusnya kau bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya (namakamu) itu Lista, adikmu yang hilang. mungkin kalau (namkamu) tahu kalau kau itu kakaknya, (namakamu) tidak akan tergila-gila padamu lagi, tidak akan mengharapkan cintamu lagi, tidak akan berharap jadi kekasihmu lagi" lanjutnya.

BD termenung, ucapan jose memang benar. BD menyuruh karel membuat (namakamu) agar tidak menangis lagi, tapi BD, BD malah sering membuat (namakamu) menangis. bahkan kemarin (namakamu) menangis lagi gara-gara BD yang mengucapkan kalimat menyakitkan pada (namakamu).

BD melangkah keluar dari kelas, entah mau kemana. "Si BD mau kemana tuh?" tanya bryant.

"mungkin dia malu, atau dia mau ke kelas (namakamu)" jawab jose

***

tes! tes! tes! tetes demi tetes air mata (namakamu) membasahi selembar kertas berlukiskan bunga matahari yang dilukis karel untuknya.

"harusnya dari dulu aku sadar, kalau lelaki seperti karel gak mungkin suka sama cewek kayak aku, hiks" (namakamu) menepis air matanya. "karel, kenapa sih kamu tega bohongin aku? pakek pura-pura cinta sama aku. sebenarnya tujuan kamu apa sih rel, kamu punya hutang budi ke siapa? hiks"

tetesan air mata (namakamu) membuat kertas itu semakin basah dan akhirnya sobek. (namakamu) meremas kertas itu sampai hancur lalu ia lemparkan ke sembarang arah.

"heu..heu..heu..heu" (namakamu) membenamkan wajahnya pada lipatan tangannya yang menopang di atas meja. tiba-tiba (namakamu) merasakan ada seseorang yang mengusap lembut rambutnya. (namakamu) langsung menegakan tubuhnya lalu tersenyum pada wanita paruh baya di sampingnya.

"kamu kenapa lagi nak? mengapa kamu selalu menangis?" tanya wanita paruh baya itu yang adalah ibu (namakamu). ibu (namakamu) duduk di samping kursi yang diduduki (namakamu). (namakamu) menghambur ke pelukan ibunya dan tangisannya semakin hebat.

"siapa yang membuatmu menangis nak? apa lelaki yang bernama BD itu yang membuatmu menangis lagi? sudah ibu bilang kan, lebih baik kamu terima karel saja, orang yang sudah benar-benar mencintaimu"

(namakamu) menggeleng, menyangkal ucapan ibunya. "aku bukan nangis karena BD bu, tapi karena karel. ternyata selama ini karel hanya pura-pura mencintai aku, hiks. entah apa tujuannya pura-pura mencintaiku, tapi kata temannya dia pura-pura mencintaiku karena hutang budi. memang karel punya hutang budi ya ke keluarga kita?"

"tidak. karel tidak punya hutang budi apapun pada keluarga kita. ya ampun, ibu kira dia benar-benar mencintaimu, karena sikap karel padamu sangat menujukan kalau dia itu benar-benar mencintaimu" ibu (namakamu) mengusap-ngusap punggung (namakamu).

"karel memang sangat pandai berakting, padahal kenapa gak jadi aktor aja sekalian. mungkin dia bisa masuk nominasi jadi aktor terbaik"

***

ketika (namakamu) berjalan melewati lapang parkir sekolah, tak sengaja ia melihat BD baru saja keluar dari mobilnya. pagi ini BD terlihat sangat tampan hingga membuat (namakamu) terpesona melihatnya. (namakamu) tersenyum menatap BD, walaupun BD sudah membuatnya terluka tapi sepertinya rasa cinta (namakamu) pada BD masih belum bisa menghilang.

BD berjalan mendekat, lalu melewatinya dengan datar. mata (namakamu) masih tetap mengawasi BD, namun tiba-tiba ia mengernyit ketika BD berhenti melangkah, lalu membalikan badannya, dan matanya seperti menatap (namakamu). tapi (namakamu) tidak mau kejadian dulu terulang, dulu ia terlalu PD hingga merasa jika BD menatapnya sambil tersenyum. padahal BD menatap cassie, bukan menatapnya. (namakamu) menundukan kepalanya, tidak ingin melihat BD.

"mengapa aku selalu merasa jika kau selalu menatapku" ucapan itu sontak membuat (namakamu) terkejut. kepalanya yang menunduk, ia dangakan untuk melihat siapa yang berbicara tadi.

mata (namakamu) terbelalak ketika mendapati BD tengah berdiri di depannya sambil melipat tangannya di dada, dan seketika itu juga wajah (namakamu) memucat, jantungnya berdegup sangat cepat.

"kenapa kau tidak menjawab?" BD bertanya dengan nada ketus. "jika boleh jujur, aku sangat risih ditatap olehmu seperti tadi. kau masih mencintaiku ya?"

(namakamu) menggeleng, walaupun hatinya mengiyakan pertanyaan BD tadi. (namakamu) memang masih mencintai BD. BD memang sudah menyuruh (namakamu) agar menghapus perasaannya, namun sepertinya tidak bisa secepat itu.

"bagus kalau memang kau sudah tidak mencintaiku" BD kembali melangkahkan kakinya dengan santai, tanpa beban atau merasa bersalah. tak sadar kah jika mata (namakamu) kini mulai berkaca-kaca lagi.

(namakamu) hendak berlari, tapi tiba-tiba sebuah tangan menggenggam pergelangan tangannya membuat langkahnya terhenti. (namakamu) menoleh, menatap orang yang menggenggam pergelangan tangannya.

"lepas!" (namakamu) menghempaskan tangannya membuat tangan karel yang menggenggam pergelangan tangannya terlepas.

"(nam..) tunggu!" cegah karel. "aku bisa menjelaskan semuanya. tentang aku yang pura-pura mencintaimu. awal mula aku memang tidak benar-benar mencintaimu, aku disuruh pura-pura mencintaimu supaya kau bisa berpacaran denganku dan melupakan BD. tapi sekarang, sekarang aku benar-benar mencintaimu (nam..), aku tidak tahu kapan rasa itu datang tapi percaya lah, jika sekarang aku benar-benar mencintaimu" karel menghela nafas panjang, lalu meneruskan kalimatanya. "aku mohon percaya padaku"

"aku percaya" ucapan (namakamu) barusan membuat karel tersenyum dan menatap (namakamu) tak percaya. "tapi, aku ingin tahu.... siapa orang yang menyuruhmu pura-pura mencintaiku?"

senyum karel seketika luntur ketika mendengar pertanyaan (namakamu) tadi. wajah karel memucat. apa yang harus ia jawab? apa ia harus jujur, bilang kalau BD lah yang menyuruhnya pura-pura mencintai (namakamu).

"orang itu...orang itu...bid bidi" jawab karel sambil menunduk. (namakamu) terbelalak, tidak percaya dengan apa yang tadi ia dengar. tak lama setelah mendengar jawaban karel, (namakamu) berlari meninggalkan karel entah kemana.

***

'BRAK' (namakamu) mendorong pintu kelas 11D hingga terbuka lebar dan menghasilkan suara gebrakan yang begitu keras, dan itu membuat kelas 11D yang semula riuh seketika menjadi hening.

wajah (namakamu) terlihat emosi, ia terlihat sangat mengerikan. (namakamu) berjalan menghampiri bangku BD, lalu

'PLAK' satu tamparan berhasil (namakamu) layangkan pada pipi BD. "kalau kau memang tidak ingin aku mencintaimu hiks, oke aku akan segera hapus rasa cinta ini, hiks. tapi kenapa kau harus menyuruh karel pura-pura mencintaiku agar aku bisa menghapus rasa cintaku untukmu, hiks. aku masih gak percaya hiks, ternyata sejak dulu kau tahu jika aku mencintaimu, hiks. harusnya dari awal kau tahu aku mencintaimu, kau langsung bilang kalau kau tidak ingin dicintai gadis sepertiku, bukanya menyuruh karel agar pura-pura mencintaiku, hiks"

"Aku memang yang menyuruh karel agar pura-pura mencintaimu, karena aku tidak suka dicintai olehmu. aku hanya ingin dicintai oleh cassie, dan hanya cassie" BD melirik (namakamu) tidak peduli, lalu melanjutkan kalimatnya. "kalau kau sudah puas melampiaskan kemarahanmu, kau boleh pergi" BD menunjuk pintu keluar.

'PLAK' sekali lagi (namakamu) menampar BD, dan air matanya lebih deras mengaliri pipinya. tapi apa reaksi BD, BD malah bersikap tenang sambil mengusap pipinya yang panas dan menatap (namakamu) dengan datar.

"sudah puas?"

(namakamu) tidak bisa berkata-kata lagi, air matanya berlelehan di pipinya, tak tertahankan. Kemudian (namakamu) pergi setengah berlari keluar dari kelas 11D.

"aku heran padamu. sebenarnya kau itu sayang tidak pada adikmu? atau kau memang senang membuatnya menangis?" ucap jose yang duduk di bangku sebelah BD.

***

karel menjambak rambutnya sendiri, terlihat frustasi. "bagaimana cara membuatmu percaya jika sekarang aku benar-benar mencintaimu (nam..)"

'BRAK' karel menggebrak meja kantin. "kau tidak boleh menyerah karel. kau harus berusaha meyakinkan (namakamu) jika kau benar-benar mencintainya. ya, kau harus berusaha" ucap karel pada dirinya sendiri. lalu karel pergi entah kemana.

***

(namakamu) duduk di bawah pohon besar yang ada di taman yang biasa ia kunjungi. setiap sedang sedih (namakamu) memang selalu kemari, taman yang di sebelahnya ada danau. bagi (namakamu), melihat danau bisa membuatnya tenang.

tapi kali ini (namakamu) tidak menangis. dia hanya berkaca-kaca, air mata yang bergerumul di matanya sedari tadi belum jatuh. mungkin (namakamu) sengaja menahan air matanya.

"(nam..), hiks" (namakamu) mengernyit mendengar suara itu, lalu ia menoleh dan mendapati cassie sedang berdiri di sampingnya sambil menangis. "(nam..) heu heu heu" cassie langsung duduk dan memeluk (namakamu).

"kamu kenapa cass?"

"BD (nam..), hiks"

"BD kenapa?"

"sepertinya BD tidak mencintaiku, tapi dia mencintaimu" jawaban cassie sontak membuat (namakamu) terkejut. BD mencintainya? itu gak mungkin!

"gak mungkin cass. dia itu mencintai kamu, bukanya setiap hari kau selalu diperlakukan layaknya ratu oleh BD? bukanya BD selalu bersikap mesrah padamu? mengapa sekarang kau bilang kalau BD tidak mencintaimu tapi mencintai aku?"

cassie melepaskan pelukannya. "BD memang bersikap mesrah dan memperlakukan aku seperti ratu, tapi itu setiap ada kau. kalau kau tidak ada, perlakuan BD padaku sangat dingin, tidak seperti saat ada kau, aku juga gatau kenapa BD seperti itu, tapi kau lihat.." cassie menunjuk pipi kanannya yang memerah "BD menamparku, heu..heu..mungkin BD mencintaimu, dan ia sengaja membuatmu cemburu dengan bersikap mesrah padaku di depanmu"

(namakamu) menggelengkan kepalanya, masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan cassie. "mungkin itu hanya perasaanmu"

"tidak (nam..), BD memang mencintaimu. kau tahu berapa waktu BD yang ia habiskan hanya untuk memata-mataimu, mengambil fotomu diam-diam, mengikutimu diam-diam dari sekolah sampai kau pulang ke rumah, dan yang membuatku sakit, di kamar BD banyak sekali fotomu yang terpajang, bahkan folder photo di ponselnya hanya berisi potomu, di buku tulisnya pun banyak sekali tulisan namamu. itu semua tanda, tanda jika BD mencintaimu"

"nggak cass, aku gak percaya"

"kau harus percaya, karena itu lah yang sebenarnya terjadi. (nam..), kau sahabat baikku kan?"

"iya lah cass"

"sahabat baik gak akan mungkin menyakiti sahabatnya sendiri kan?"

"tentu"

"kalau gitu, aku menawarimu sekolah di luar negri, sekolah yang khusus untuk orang-orang jenius seperti dirimu. aku tahu kau tidak punya uang untuk sekolah di sana, tapi ayahku akan membiayaimu"

"apa?" (namakamu) terbelalak

"aku mohon jangan tolak tawaranku. ini kesempatan untukmu, kau jangan khawatir tentang tempat tinggal di sana, karena di sekolah itu juga setiap murid diberi sewaan kamar. mungkin jika kau pergi, BD akan memprioritaskan waktunya hanya untukku, bukan untuk diam-diam memata-mataimu. mungkin jika kau pergi, BD akan mencintaiku dan bisa melupakanmu. lagian kau tidak mencintai BD kan? dan tawaran ini adalah kesempatan untukmu"

"jangan ku ingin aku pergi cass?" (namakamu) sedikit emosi.

"bukan seperti itu, aku hanya ingin kau ditempatkan di sekolah yang memang benar-benar cocok untukmu. bukan kah kau seorang yang jenius, yang saat SD tidak ke kelas 1 dan 2 dulu tapi langsung ke kelas 3, dan kau selalu dapat juara umum walau umurmu lebih kecil dari teman-teman seangkatanmu. lagipula gak ada ruginya kan kamu sekolah di sana, orangtuamu juga pasti akan senang"

(namakamu) terdiam, nampak berfikir. kalau ia pergi dari indonesia, mungkin dia bisa secepatnya melupakan BD dan tidak akan bertemu lagi dengan karel. tapi (namakamu) tidak ingin berpisah dengan orangtuanya.

"(nam..) kok diam?" tanya cassie. "aku harap kau memikirkan tawaranku baik-baik"

***

'kau menyuruh karel pura-pura mencintai (namakamu) supaya (namakamu) bisa bahagia, kau menyuruh karel membuat (namakamu) tidak menangis lagi. tapi kau, kau sendiri sering membuat (namakamu) menangis, kakak macam apa kau?'

'harusnya kau bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya (namakamu) itu Lista, adikmu yang hilang. mungkin kalau (namkamu) tahu kalau kau itu kakaknya, (namakamu) tidak akan tergila-gila padamu lagi, tidak akan mengharapkan cintamu lagi, tidak akan berharap jadi kekasihmu lagi'

'aku heran padamu. sebenarnya kau itu sayang tidak pada adikmu? atau kau memang senang membuatnya menangis?'

kata-kata jose kembali terngiang-ngiang di telinga BD. "aaaaaah" BD berteriak, tak peduli jika kini ia sedang berada di kelas. mungkin keadaan di kelas 11D yang sangat berisik membuat teriakan BD sama sekali tidak terdengar jelas oleh para murid.

"jose benar, seharusnya aku bilang pada (namakamu) kalau dia itu adikku yang hilang. mungkin kalau dia tahu dia tidak akan tergila-gila padaku lagi" BD hendak pergi ke kelas (namakamu). tapi, tiba-tiba cassie berdiri di depan BD, menghalangi langkah BD.

"kau mau kemana dear?" tanya cassie dengan lembut.

"itu bukan urusanmu" jawab BD dengan ketus.

"kau pasti akan ke kelas (namakamu) kan. mengawasinya diam-diam, mengambil fotonya, dan menyakiti aku" ucap cassie setengah berteriak. tapi apa reaksi BD, BD malah melangkah lagi seolah tidak peduli pada cassie."(namakamu) sudah tidak sekolah di sini lagi. dia sudah pindah ke luar negri" langkah BD terhenti ketiika mendengar ucapan cassie barusan. BD membalikan badannya, berjalan mendekati cassie.

"apa?"

"iya, aku menawari (namakamu) sekolah di luar negri dan (namakamu) menerimanya. aku sengaja melakukan itu agar kau tidak lagi mencintainya, tidak lagi memata-matainya. aku tahu kau mencintainya, makanya aku menyuruh dia pergi agar rasa cintamu padanya hilang"

'PLAK' sekali lagi BD menampar cassie. "kau, kau tidak tahu apa yang terjadi. mengapa kau membuat (namakamu) pergi. aku memang mencintainya, tapi rasa cintaku untuknya bukan rasa cinta seorang lelaki ke gadis fujaannya. tapi kakak ke adiknya. (namakamu) itu itu Lista, adikku yang selama ini hilang. aku mengambil fotonya karena dengan foto (namakamu) ibuku bisa berhenti dari tangisnya. aku mengawasinya sampai dia pulang ke rumah karena aku takut si penculik yang sekarang mengaku-ngaku sebagai orangtua kandung dari (namakamu) menyakiti (namakamu), dan sekarang kau memisahkan aku dengan adikku lagi"

"apa?" cassie menutup mulutnya tidak percaya. "terus kenapa kau tidak bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya kau ini kakaknya?"

"karena aku pikir belum waktunya. sekarang, tadinya aku akan mengatakan semuanya pada (namakamu), tapi karena kau, aku tidak bisa mengakatannnya"

"susul dia, dia baru beberapa menit yang lalu pergi naik bus menuju bandara. mungkin kau masih bisa menghentikannya"

mendengar itu BD segera berlari pergi.

***

(namakamu) melihat keluar jendela dari dalam bus, ia tampak bahagia. "selamat tinggal BD, selamat tinggal karel, selamat tinggal julukan 'si sedih bunga matahari' karena aku yakin di sana aku akan bahagia" gumam (namakamu).

'BRUK' (namakamu) terdorong ke depan karena bus tiba-tiba berhenti mendadak.

"hei, minggir" teriak supir bus, pada seorang pengemudi mobil yang berhenti tepat di depan bus. lalu seorang lelaki keluar dari mobil itu. lelaki itu langsung memasuki bus sambil meneriaki nama (namakamu). ketika lelaki itu melihat (namkamu), dia langsung memeluk (namakamu) dengan erat.

"BD? apa yang kau lakukan?" tanya (namakamu). BD melepaskan pelukannya.

"jangan pergi. aku mencintaimu, kau adik kandungku yang selama ini aku cari-cari. jangan pergi lagi"

***

(namakamu) kini sedang berada di rumah BD. ibu BD memluk (namakamu) erat-erat sambil mengucapkan. "lista jangan pergi lagi"

"aku tidak akan pergi ibu" ucap (namakamu) pada ibu BD yang juga ibu kandungnya. (namakamu) menatap BD, menagih janji BD yang berkata kalau dia akan menjlaskan semuanya jika (namakamu) mau ke rumah BD.

"oke, akan kujelaskan" BD menarik nafas panjang. "saat pertama kali aku sekolah di SMA merdeka internasional high school, aku tahu jika kau menyukaiku. aku tahu setiap istirahat kau dan yoriko selalu mengikutiku. kau tahu, saat itu juga aku memiliki perasaan yang sama padamu. waktu itu, aku akan mengajakmu kenalan supaya kita bisa lebih dekat. namun, saat aku ke kelasmu untuk mengajakmu kenalan, aku tak sengaja melihat tanda lahir di punggung tangan kirimu, tanda lahir yang sama dengan yang dimiliki adikku yang hilang. saat itu aku mengurungkan niatku untuk mengajakmu kenalan, karena aku langsung berlari ke rumah untuk melihat foto adikku, yang ternyata wajahnya hampir mirip denganmu. awalnya aku masih belum percaya jika kau adikku yang hilang, aku pikir itu hanya sebuah kebetulan. tapi saat aku diam-diam mengikutimu sampai rumah, aku melihat pasangan suami istri yang sangat aku kenal menyapamu. kau tahu, sebelumnya aku pernah melihat wajah suami istri itu di poto yang ada di laptop ayahku, suamu istri itu adalh orang yang dulu menculik adikku, yang menculikmu. orangtuamu yang mengasuhmu saat ini adalah seorang penculik" jelas BD panjang lebar. (namakamu) menangis, tidak percaya jika dia bukan anak kandung dari orangtuanya saat ini. tapi anak kandung dari ibunya BD.

"sebenarnya setelah tahu jika kau itu adikku, aku ingin memberitahumu, tapi aku ingin mengumpulkan lebih banyak bukti, jadi aku menundanya. dan saat aku ingat kalau kau itu jatuh cinta padaku, aku langsung menembak cassie walau sebenarnya aku tidak pernah menyukainya. aku melakukan itu agar perasaan cintamu itu hilang dan kau tidak mengharapkan aku menjadi kekasihmu lagi karena itu tidak boleh terjadi. kau adikku, kau tidak boleh mencintaiku sebagai seorang kekasih. aku memilih cassie karena aku tahu cassie adalah sahabatmu, aku pikir jika dengan cassie, kau tidak akan berani lagi menyimpan perasaan padaku. tapi apa lah, kau masih tetap saja mengharapkanku dan aku jadi bingung. makanya aku menyurh karel pura-pura mencintaimu, agar kau bisa berpacaran dengannya dan tidak mengharapkan aku menjadi kekasihmu lagi. tapi ternyata karel tidak bisa membuatmu jatuh cinta, dan aku semakin bingung. bagaimana caranya agar rasa cintamu padaku itu hilang. lalu aku memlih suatu cara yang diusulkan bagas agar rasa cintamu itu hilang , dengan bersikap dingin dan membuatmu sakit hati. kau tahu, saat melihatmu menangis ingin rasanya aku memelukmu, menghiburmu, tapi jika aku melakukan itu aku takut kau mengira aku memberimu harapan. makanya saat itu aku pura-pura tidak peduli melihatmu menangis. tapi ternyata setelah aku menyakitimu, rasa cintamu padaku masih belum hilang, dan aku tidak tahu cara apa lagi yang harus aku perbuat agar kau tidak lagi menyimpan rasa padaku. dan cara terkhir itu, dengan mengatakan semuanya padamu, kalau sebenarnya kau itu adalah adikku. dan tentang orang yang telah menculikmu, aku akan segra melaporkannya kepada polisi" jelas BD lagi, panjang lebar.

"jangan, jangan laporkan orangtuaku ke polisi. mereka memperlakukan aku dengan baik kok, dan aku sudah memaafkan mereka karena telah memisahkan aku dengan keluarga kandungku. jadi jangan laporkan mereka ke polisi" ucap (namakamu) memohon.

"baik, aku tidak akan melaporkan mereka. tapi kau harus janji, tinggal di sini bersama kami, bukan tinggal dengan mereka"

"baik, aku janji" ucap (namakamu).

"dan ngomong-ngomong tentang karel. aku mohon beri dia kesempatan, kali ini dia benar-benar mencintaimu. dan aku rasa, dia lelaki yang baik untukmu"

"baik lah, aku akan menerima cinta karel. tapi kakak harus janji padaku, jadilah kekasih yang baik untuk cassie. cassie adalh sahabtku dan aku tidak ingin melihatnya menangis. aku tahu kakak tidak mencintainya, tapi kakak bisa kan belajar mencintainya"

"oke, apapun yang kau inginkan akan aku lakukan" BD membuka tangannya lebar-lebar dan (namakamu) langsung menghambur ke pelukan BD.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar