Rabu, 26 Oktober 2016

Si Sedih Bunga Matahari Part 2

<>si sedih bunga matahari<>

part 2

author : devika sari

____________________________________________________________________

apa kah kau pernah mendengar cerita tentang bunga matahari?
bunga matahari yang hanya menghadap matahari
bunga matahari yang selalu saja melihat matahari
namun, apa kah matahari akan melihat bunga matahari

____________________________________________________________________

(namakamu) kini sudah memasuki pekarangan rumahnya. ia pun membuka pintu rumahnya dan langsung masuk. di ruang keluarga, ia melihat orangtua karel dan orangtuanya sedang duduk di sofa sambil tersenyum menatapnya.

"(namakamu), sini duduk." ayah (namakamu) menepuk-nepuk sofa mengisyaratkan supaya (namakamu) duduk di sofa itu. (namakamu) menurut, ia duduk di sofa yang juga diduduki ayahnya.

"(nam..), ayah sama ibu akan menjodohkan kamu dengan karel." ucap ibu (namakamu). sontak (namakamu) terkejut mendengarnya. dijodohkan dengan karel? lalu bagaimana perasaannya pada BD. (namakamu) melirik ke arah karel, karel nampak bahagia dan sepertinya tidak keberatan dengan perjodohan ini.

"bagaimana (nam..), kamu mau kan dijodohkan dengan karel?" tanya ibu (namakamu). (namakamu) tidak menjawab, dia malah berlari ke kamarnya.

"(namakamu), mau kemana kamu?" teriak ayah (namakamu), tapi tidak dihiraukan oleh anak perempuannya itu, (namakamu) terus berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"nak karel, mungkin (namakamu) belum ingin dijodohkan" ibu (namakamu) menatap karel dengan raut wajah bersalah.

"tidak apa-apa tante, karel akan berusaha membuat (namakamu) mau dijodohkan denganku, karena aku sangat mencintainya tante, aku hanya ingin dia" ucap karel.

"iya nak karel. tante juga akan berusaha membujuk (namakamu) agar mau dijodohkan denganmu. tante yakin jika kamu benar-benar mencintai (namakamu) dan bisa membuatnya bahagia. kamu tahu nak karel, setiap hari tante sering melihat (namakamu) menangis. yoriko bilang, dia menangis karena cintanya bertepuk sebelah tangan"

"iya, aku tahu itu tante. kalau gitu kita pamit pulang ya, besok karel akan ke sini lagi"

"tolong bujuk (namakamu) agar mau dijodohkan dengan karel. karena saya sudah bosan mendengar anak saya merengek-rengek minta dijodohkan dengan (namakamu)" ucap ayah karel.

"iya, nanti akan saya bujuk" ucap ibu (namakamu).

karel dan keluarganya berjalan keluar dari rumah, lalu segera menaiki mobil mereka yang terparkir di pekarangan. ayah dan ibu (namakamu) melambaikan tangannya dari teras rumah. karel yang sudah berada di dalam mobil membalas melambaikan tangannya.

(namakamu) melihat mobil karel melaju keluar pekarangan rumahnya dari kamarnya yang ada di lantai atas, ia melihat itu dari jendela.

"karel? dia kan salah satu dari keenam sahabat BD" gumam (namakamu). "dia akan dijodohkan denganku, apa aku terima saja perjodohan itu. lagipula kini harapanku sudah lenyap. tidak ada harapan lagi untukku bisa menjadi pacar BD, karena kini BD sudah berpacaran dengan sahabatku sendiri" (namakamu) menutup gorden jendela, lalu menghempaskan tubuhnya di kursi goyang. "aku harap kamu bisa bahagia bersama cassie bid. aku tahu, aku sudah tidak memiliki harapan lagi untuk denganmu"

(namakamu) melirik handphone yang tergeletak di meja belajarnya. ia meraih handphone itu. air mata (namakamu) menetes lagi ketika melihat beberapa foto BD di layar handphonenya. ia mengusap-ngusap layar handphonenya, lalu ia cium layar handphone yang menampilkan foto BD itu. "sudah satu tahun aku mengagumimu. tapi aku hanya bisa mencintaimu dalam diam. aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku. dan pada saat aku sudah mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, mengapa aku harus mendengar kabar jika kamu sudah berpacaran dengan sahabatku sendiri" ucap (namakamu) pada foto BD yang ada di layar handphone-nya. "aku gak berharap kamu membalas cinta aku, mencintaimu saja sudah suatu anugrah untukku. aku hanya bisa berharap kamu bahagia dengan cassie sekarang" tak sadar air mata (namakamu) sudah menuruni pipinya, air mata itu membuat pandangannya menjadi blur. (namakamu) mengusap air matanya. sudah cukup! jangan menangis lagi, seharian ini dia sudah menghabiskan waktunya untuk menangis. menangisi cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

***

"yah, turunin karel di depan rumah besar yang berwarna putih itu. karel ingin ke rumah teman karel sebentar" karel menujuk rumah mewah berwarna putih yang ada di depan. ayah karel hanya mengangguk, lalu memberhentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah berwarna putih itu.

'BRUK' karel menutup pintu mobil. lalu membungkukan badannya untuk melihat ayahnya yang ada di dalam mobil, dari kaca mobil itu. "ayah jangan jemput karel ya. karel bisa pulang sendiri"

"baiklah, kalau begitu hati-hati ya rel" setelah mengucapkan itu, ayah karelpun mulai melajukan mobilnya.

karel terdiam sejenak, menarik nafas panjang lalu berjalan memasuki pekarangan rumah besar itu.

karel memencet bel rumah itu. tak lama kemudian seorang lelaki seumuran karel membukakan pintu.

"udah datang rupanya, ayo masuk" lelaki itu berjalan memasuki rumahnya, diikuti karel dari belakang. lelaki itu membawa karel ke ruang tamu, lalu mempersilahkan karel duduk di sofa yang berada di sana.

"bagaimana? apa (namakamu) mau dijodohkan denganmu?" tanya lelaki itu.

"aku gak tahu, dia gak jawab saat ditanya apa mau dijodohkan denganku. dia hanya berlari ke kamarnya tanpa menjawab dulu pertanyaan itu" jawab karel

"apa? dia tidak menjawab. bagaimana mungkin dia tidak menjawab, setiap perempuan pasti akan menjawab 'iya' jika ditanya seperti itu. bukan kah tidak ada seorang perempuan pun yang tahan akan pesona karel susanteo. tapi dia..."

"mungkin dia masih belum bisa mencintaiku"

"karel, pokoknya kamu harus berusaha membuat (namakamu) menyukaimu dan mau dijodohkan denganmu. aku tahu kamu tidak mencintai (namakamu) sama sekali, tapi kalau bukan kamu siapa lagi. karena cuman kamu sahabatku yang bisa sangat mudah disukai para gadis."

"baiklah, aku akan berusaha melakukan semua yang kamu perintahkan padaku, jika memang itu bisa membalas hutang budi keluargaku pada keluargamu"

tiba-tiba seorang wanita setengah baya datang menghampiri, dengan kursi rodanya. dia adalah ibu dari lelaki yang bicara dengan karel tadi. lelaki itu langsung menghampiri ibunya sambil tersenyum.

"ibu" lelaki itu memeluk ibunya sambil menangis.

"mana lista? mana lista? heu..heu..heu mana lista?" wanita itu menangis sambil bertanya-tanya dimana lista pada lelaki itu.

"aku belum bisa membawa lista kemari bu. tapi aku janji, aku akan segera mempertemukan ibu dengan lista. nanti sahabatku karel akan datang kemari lagi bersama lista, ibu sabar ya" lelaki itu mencoba menenangkan ibunya. ibu lelaki itu memang sudah setengah gila, ia menjadi gila semenjak kehilangan anak perempuannya yang bernama lista, adik lelaki itu.

"iya tante. karel akan berusaha membawa lista kemari. jika lista sudah menjadi pacarku" ucap karel.

"baik lah karel, kamu boleh pulang sekarang. ingat! kamu harus berusaha membuat adikku agar mau dijodohkan denganmu. buat dia bahagia, buat dia merasa seperti perempuan paling bahagia di dunia ini. suruh dia supaya jangan menangisi lagi cintanya yang bertepuk sebelah tangan" ucap lelaki itu pada karel.

karel mengangguk. "kalau gitu aku pulang. sampai ketemu di sekolah besok" karel berjalan menuju pintu utama. sedangkan lelaki itu mendorong kursi roda ibunya menuju kamar. tiba-tiba bi ijah--pembantu di rumah ini datang.

"biar saya yang bawa nyonya ke kamar den" ucap bi ijah.

"baik lah" lelaki itu melepaskan pegangannya pada kursi roda yang diduduki ibunya. membiarkan bi ijah yang mendorong kursi roda itu ke kamar. lelaki itu menangis melihat ibunya, ia sangat sedih melihat ibunya seperti itu.

lelaki itu menarik nafas panjang, lalu melangkahkan kaki ke kamarnya. ketika sudah sampai di kamar, lelaki itu langsung mengambil handphonenya. ia melihat-lihat foto Lista--adiknya yang sampai sekarang masih diasuh oleh si penculik itu. penculik yang menculik adiknya ketika kecil dan menyebabkan ibunya gila karena kehilangan adiknya itu. semua foto lista di handphonenya itu adalah hasil potretannya sendiri. ketika di sekolah, lelaki itu diam-diam sering memoto lista. adiknya memang satu sekolah dengannya. dan satu angkatan dengannya. adiknya itu terkenal sangat jenius, jadi saat SD, dia tidak ke kelas dua dulu. dia langsung melompat ke kelas tiga karena kejeniusannya itu. sekarang lista memang sudah bukan bernama lista lagi, si penculik itu telah mengganti namanya. tapi walaupun begitu, lelaki itu tahu, jika salah satu teman sekolahnya adalah adiknya yang hilang saat dulu. ia tahu itu saat tak sengaja melihat tanda lahir berbentuk matahari di punggung tangan kirinya, sama seperti adiknya. dan pada saat ia diam diam mengikutinya ketika pulang sekolah, ia melihat adiknya itu di sapa oleh sepasang suami istri. dan ia sangat mengenal sepasang suami istri itu. dia adalah orang yang dulu menculik lista.

di handphone lelaki itu banyak sekali foto lista, hanya foto lista. tidak ada foto lain selain foto lista.

***
(namakamu) berjalan melewati lapangan basket. lapangan basket yang kini tengah dipenuhi oleh murid-murid lelaki kelas 11D, kelasnya BD. BD tentu saja ada di antara murid-murid yang sedang bermain basket itu, dan murid-murid perempuan kelas 11D hanya berkumpul di pinggir lapangan sambil berteriak dan bertepuk tangan.

"ayo honeeeeeey, go honey go honey go" teriak seorang gadis yang berdiri di atas kursi. gadis itu cassie, cassie sengaja menaiki kursi agar ia bisa melihat lebih jelas kekasihnya yang sedang bermain basket itu.

(namakamu) tersenyum melihat cassie, dan dengan semangatnya ia berlari menghampirinya. (namakamu) terdiam sejenak ketika sudah berada di samping kursi yang dinaiki cassie, lalu matanya tertuju pada sebuah kursi yang kosong dan ia pun langsung tersenyum. (namakamu) menarik kursi itu sampai berada di samping kursi yang dinaiki cassie. lalu ia segera menaiki kursi itu.

"hai (nam..), kamu mau lihat petandingan basket kelas 11D juga ya?" cassie yang awalnya memandang dengan fokus ke arah lapangan, kini menoleh ke samping, menatap (namakamu).

"iya cass, aku ingin melihat petandingan basket kelas 11D. lagipula guru yang seharusnya mengajar di kelasku, hari ini tidak bisa datang karena sakit. daripada diem di kelas, mending aku ke sini aja lihat murid lelaki kelas 11D yang lagi main basket" jawab (namakama).

"oh gitu. ya udah, kamu di sini aja, temani aku mendukung tim BD" cassie tersenyum pada (namakamu), ia sepertinya sangat senang melihat (namakamu) ikut melihat pertandingan basket kelas 11D. "ayo my honey BD, masukan bolanya ke dalam ring. ayo ayo ayo" teriak cassie sambil bertepuk tangan.

"ayo BD, semangat" teriak (namakamu). tak disadari ternyata teriakan (namakamu) membuat cassie mengernyit.

"BD? kamu dukung BD? kenapa kamu dukung dia?" tanya cassie, matanya menatap wajah (namakamu) penuh selidik.

"euh, kan...kamu bilang....temani kamu mendukung BD kan? aku juga ingin mendukung BD, kan aku sahabatmu, aku pasti akan mendukung pacar sahabatku"

"oh, bagus kalau gitu. ayo kita dukung BD" cassie nampaknya tidak curiga pada (namakamu). wajahnya masih tetap ceria, apa selama ini cassie tidak menyadari kalau (namakamu) itu menyukai BD.

"ayo my honey BD, semangat" teriak cassie lagi. BD sempat menoleh ke arah (namakamu), lalu ia tersenyum dan melambaikan tangannya ke (namakamu). (namkamu) terkejut luar biasa, BD tersenyum lagi padanya. ini kedua kalinya BD tersenyum padanya setelah hari kemarin. (namakamu) membalas senyuman BD dan juga melambaikan tangan pada BD. namun, saat ia tak sengaja melirik ke arah cassie, cassie pun sedang tersenyum dan melambaikan tangannya pada BD. apa sebenarnya BD bukan tersenyum dan melambaikan tangan pada (namakamu)? tapi pada cassie? oh ya tuhan, wajah (namakamu) seketika merah padam karena malu, ia pun turun dari kursi itu dan langsung mendudukinya.

(namakamu) melihat BD berlari ke arahnya dan cassie, melihat itu (namakamu) langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia masih merasa malu.

"hai honey" ucapan BD itu membuat (namakamu) ingin menurunkan tangannya yang semula menutupi wajahnya, dan ketika wajahnya sudah tidak ditutupi, ia melihat BD yang sedang memeluk cassie. (namakamu) langsung membalikan tubuhnya ke samping kiri, matanya mulai berkaca-kaca.

"tim kamu menang honey, dan ini semua karenamu, kamu yang sering memasukan bola ke dalam ring"

"ini juga karenamu honey, karena teriakan mendukung darimu saat tadi"

(namakamu) menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya. ia tidak ingin mendengar obrolan cassie dan BD, apalagi saat BD memanggil cassie dengan sebutan "honey" itu membuat (namakamu) sangat cemburu dan iri pada cassie.

"baik lah, sekarang giliran murid perempuan kelas 11D yang bermain basket" teriak pak Gian, guru olahraga di SMA merdeka internasional high school ini. semua murid perempuan kelas 11D yang semula berdiri di pinggir lapangan, kini mulai berjalan ke tengah lapangan, termasuk cassie. sedangkan BD, BD duduk di kursi yang tadi dianaiki cassie, kursi yang berada di samping kursi yang diduduki (namakamu).

jantung (namakamu) berdetak lebih cepat saat mengetahui jika BD duduk di sampingnya. pipi (namakamu) merona, dan ia tersenyum sendiri, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bisa duduk di samping BD. itu baru duduk di samping BD, bagaimana jika duduk di samping BD sambil dirangkul, huh mungkin (namakamu) akan sangat bahagia, tapi, apa itu akan mungkin terjadi?

"ayo cassie, tangkap bolanya. ayo kamu pasti bisa, ayo" teriak BD yang mendukung cassie. mata (namakamu) mulai berkaca-kaca lagi. ia benar-benar sangat iri pada cassie. kapan (namakamu) bisa seperti cassie? yah, mungkin (namakamu) tidak secantik cassie. (namakamu) hanya gadis biasa yang lahir dari keluarga yang serba kecukupan. mana mungkin lelaki tampan dan berasal dari keluarga kaya seperti BD bisa menyukai seorang gadis seperti (namakamu), tapi itu bisa saja terjadi, jika memang ada keajaiban.

(namakamu) mulai mencuri-curi pandang, ia melirik ke samping, ia melihat BD tengah fokus melihat cassie yang sedang bermain basket dengan teman-temannya. sedari tadi, BD sama sekali tidak melirik ke arah (namakamu). mungkin (namakamu) tampak tidak menarik untuk dilirik oleh BD

selembar foto tiba-tiba saja jatuh di atas paha (namakamu). (namakamu) mengernyit lalu mengambil foto itu. mata (namakamu) terbelalak, betapa kagetnya ia saat melihat foto itu, itu foto BD yang sedang mencium pipi cassie. (namakamu) menoleh ke arah BD dan menatap BD dengan tajam. mengapa foto itu tiba-tiba ada di kakinya, apa BD sengaja melakukan itu.

"oh maaf, tadi ini tertiup angin" BD langsung mengambil foto itu dari tangan (namakamu), setelah itu ia menatap ke lapangan lagi. seharusnya BD menatap wajah (namakamu), menatap matanya yang berkaca-kaca. lambat laun air mata yang tadi berada di kelopak mata (namakamu), mulai mengalir menuruni pipinya. BD sempat melirik sekilas ke arah (namakamu), ia melihat (namakamu) menangis namun terlihat tidak peduli, BD kembali menatap ke lapangan walaupun ia tahu gadis yang ada di sampingnya sedang menangis. (namakamu) mengerti, (namakamu) bukan siapa-siapanya BD. pacar bukan, saudara bukan, sahabat bukan, bahkan teman pun bukan, (namakamu) tidak bisa disebut teman BD, kenal dekat dengan BD pun tidak.

(namakamu) berlari keluar dari lapangan basket. ia berlari sambil menunduk agar tidak ada yang tahu jika ia sedang menangis. (namakamu) mendengar suara hak sepatu lain yang beradu dengan lantai koridor yang sepi ini, ia merasakan ada seseorang yang mengejarnya. semoga itu BD, ucap (namakamu) dalam hati. tapi saat ia berhenti dan menoleh ke belakang, ternyata bukan Bd yang ada di sana, melainkan karel.

(namakamu) tertunduk lemas, ia mengusap air matanya. lalu tersenyum pada karel. kini karel sudah berada di depan (namakamu), karel mengusap lembut pipi (namkamu) yang basah karena air mata.

"kamu kenapa nangis?" (namakamu) hanya menggeleng, lalu mencoba tersenyum lagi. "kalau kamu butuh teman buat cerita, kamu bisa gunakan aku" tawar karel.

"tidak, terima kasih. lagipula kita belum saling mengenal dekat. aku lebih suka bercerita pada teman dekatku, yoriko"

"oh, ya sudah sana, cari yoriko. mungkin yoriko bisa menghiburmu. tapi jika kamu membutuhkanku, kamu bisa memanggilku kapan saja"

"terima kasih" (namakamu) kembali berlari menuju kelasnya, di mana ada yoriko di sana.

***

ketika (namakamu) sampai di ruang kelasnya, ia memang melihat yoriko ada di situ. tapi yoriko sedang bersama jose. mungkin setelah bermain basket, jose langsung ke kelas 11A untuk menemui kekasihnya. (namakamu) berjalan dengan langkah pelan mendekati tempat duduknya. tempat duduknya yang kini diduduki oleh jose. ketika jose melihat (namakamu) tengah berdiri di samping kursi yang ia duduki, jose langsung berdiri.

"kamu mau duduk, silahkan. aku bisa pindah kok" ucap jose sambil tersenyum pada (namakamu). (namakamu) pun langsung duduk di kursinya, lalu menatap yoriko yang duduk di sebelahnya.

"mending kita ngobrol di bangku koridor yuk, biar kita bisa duduk berdua" ajak yoriko pada jose, jose hanya mengangguk.

"tunggu yori, aku ingin cerita" (namakamu) menahan yoriko yang hendak berjalan keluar dari kelas.

"ada apa sunflower? kamu sedih lagi ya karena lelaki itu?" tanya yoriko, (namakamu) hanya mengangguk.

"nanti aja ya ceritanya, setelah aku ngobrol sama jose" ucap yoriko, (namakamu) hanya bisa menangguk lagi.

setelah itu yoriko berjalan keluar dari kelas sambil menggandeng tangan jose. sesekali jose menoleh ke belakang untuk melihat (namakamu). jose nampak tidak enak pada (namakamu). (namakamu) kini sedang membutuhkan yoriko untuk bercerita, tapi gara-gara jose, (namakamu) jadi tidak bisa bercerita pada yoriko.

yoriko dan jose duduk di bangku koridor yang ada di samping kelas 11A, tempat biasanya jose dan keenam sahabatnya mengobrol.

"jose, kamu kenapa? kok kamu kayak yang sedang kebingungan gitu deh" tanya yoriko.

"tidak apa-apa. aku hanya merasa kasihan pada (namakamu), tadi dia seperti habis menangis dan dia butuh kamu untuk menceritakan masalahnya. tapi karena aku, kamu jadi tidak ingin mendengarkan ceritanya"

"bukannya aku tidak mau, aku mau tapi nanti setelah kita mengobrol. lagipula aku sudah bosan mendengar dia bercerita, pasti cerita tentang masalah yang sama. bahkan aku sudah bosan melihatnya menangis. dia itu emang 'si sedih bunga matahari' "

"si sedih bunga matahari?" jose mengernyit, tidak mengerti dengan apa yang diucapkan yoriko.

"iya, 'si sedih bunga matahari' itu julukan aku untuknya. kamu tahu gak? dia itu menangis karena cintanya bertepuk sebelah tangan. dan kamu tahu siapa lelaki yang ia cintai, dia salah satu sahabatmu, BD"

jose hanya mengangguk, dan itu membuat yoriko mengernyit. "kamu gak kaget mendengar dia mencintai BD?" tanya yoriko.

"kaget? mengapa harus kaget? kalau begitu kamu harus suruh dia menghapus rasa cintanya pada BD, karena BD sudah punya cassie"

"iya, aku sudah menyuruhnya seperti itu. tapi mungkin butuh proses untuk menghapus perasaannya, tidak bisa secepat itu. eh tunggu, kamu kan belum kenal dengan (namakamu), tapi kenapa kamu bisa tahu namanya? dan perasaan, aku juga belum pernah cerita tentang (namakamu) padamu"

"aku..aku..aku tahu lah, dia kan...dia kan cewek yang dijodohkan sama sahabatku, karel"

"oh gitu"

"emh yori, kamu sahabatnya (namakamu) kan? berarti kamu tahu banyak tentang dia kan?"

"tentu saja, aku tahu banyak tentang dia"

"boleh aku tahu sedikit tentang dia" pinta jose dengan ragu, jose takut yoriko akan marah dan mengira jose menyukai (namakamu)

"untuk apa?" tanya yoriko bingung.

"euh...aku hanya ingin tahu saja. dan aku ingin bertanya padamu, apa (namakamu) itu bukan anak kandung dari orangtuanya yang sekarang mengurusnya?"

"apa? mengapa kamu bertanya seperti itu?"

"tidak, hehe, sudah lupakan" jose terkekeh, ekspresi wajahnya seperti sedang menyembunyikan sesuatu. yoriko menatap jose penuh selidik, dan itu disadari jose.

"sudah lupakan. mengapa kita jadi membahas (namakamu), kita ganti topik lain"

sementara itu, di dalam kelas, (namakamu) menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. seharusnya tadi ia menerima tawaran karel untuk menjadi teman curhatnya, karena yoriko sepertinya sudah bosan mendengar cerita sedih (namakamu).

(namakamu) mengusap pipinya yang basah, lalu ia berjalan mendekati jendela. ia melihat keluar jendela ruang kelasnya dan melihat yoriko dan jose sedang bercanda tawa, terlihat bahagia. (namakamu) jadi iri pada yoriko, kapan (namakamu) bisa tertawa dan mengobrol dengan BD seperti yoriko dan jose yang tampak bahagia. mungkin kisah cinta familiar itu hanya bisa ia rasakan di dalam mimpinya.

(namakamu) mulai berkhayal lagi, ia membayangkan dirinya sedang duduk di bangku koridor bersama BD, ia dan BD mengobrol, bercanda tawa, tampak bahagia. dan ketika membayangkan itu, (namakamu) tersenyum sendiri, membuat orang-orang yang melihatnya, menatapnya dengan tatapan aneh. ketika (namakamu) sudah sadar dari khayalannya, ia tersenyum lagi, tersenyum tipis penuh paksaan, menyadari jika kenyataannya begitu menyakitkan.

"apa kah bisa aku memilikimu bid, tapi bukan di dalam mimpi" air mata (namakamu) menetes lagi.

"jangan nangis lagi" ucap seseorang, (namakamu) mendongakan kepalanya dan melihat yoriko tengah berdiri di depannya. dengan cepat (namakamu) melihat keluar jendela, dan ternyata tanpa disadarinya yoriko sudah masuk ke kelas. padahal baru saja tadi ia melihat yoriko sedang duduk di bangku koridor bersama jose.

"kata tema-teman kamu menangis sambil senyum-senyum sendiri, makanya aku langsung ke kelas. memastikan jika kamu tidak kenapa-napa?"

"aku tidak kenapa-napa yori..."

"tentu saja, kau harus tidak kenapa-napa. jangan sampai kesedihanmu itu membuatmu jadi depresi. mana (namakamu) yang dulu, yang ceria, yang selalu tersenyum bahagia. gak kayak sekarang, (namakamu) yang selalu sedih dan menangis. (namakamu) si sedih bunga matahari"

'BRUG' (namakamu) memeluk yoriko dan tangisannya semakin hebat. "jika aku bisa memiliki BD, aku tidak akan seperti ini yori"

"(nam..), cinta itu tidak harus memiliki. jika kamu mencintainya, kamu harus bahagia melihat dia bahagia. mungkin kebahagiaannya bukan ada padamu, tapi pada cassie"

"kamu gak ngerti yoriko, akupun berusaha bahagia melihat BD bersama cassie, tapi rasa cemburu itu selalu ada. aku gak rela, heu..heu..heu.." (namakamu) berlari keluar dari ruang kelas.

***

"karel, mengapa kamu biarkan lista menangis. harusnya kamu hibur dia, buat dia senyum, buat dia merasa bahagia lagi" lelaki itu tampak kesal pada karel, ia sedari tadi tidak henti-hentinya memarahi karel.

"tapi dia tidak ingin menceritakan masalahnya padaku, dia tidak ingin ditemani olehku, dia ingin bersama yoriko" ucap karel sambil menunduk.

"kamu harus berusaha membuat dia nyaman denganmu. karel, aku tahu kamu tidak benar-benar menyukainya, tapi aku mohon, jadi kan dia kekasihmu karel, buat dia bahagia. buat dia menghapus rasa cintanya itu yang bertepuk sebelah tangan" pinta lelaki itu, karel hanya mengangguk pada lelaki itu

"baik, aku akan berusaha membuat lista nyaman berada di dekatku"

***

____________________________________________________________________

kau tahu, aku sangat suka tertidur
karena saat aku tidur, aku selalu memimpikanmu
di mimpiku, kau selalu ada di sini, di sampingku
tidak seperti di dunia nyata, kau jauh dariku
aku selalu berharap mimpiku bisa menjadi nyata
jika itu tidak bisa menjadi nyata
lebih baik aku terus bermimpi dan tidak usah bangun
____________________________________________________________________

***

(namakamu) menangis di bangku koridor ini, bangku koridor yang sebelumnya diduduki oleh BD dan cassie. (namakamu) menangis sambil berharap jika BD duduk di sini juga, menemaninya, bercanda tawa dengannya. tapi (namakamu) sadar, itu tidak akan mungkin terjadi. kemarin saja BD nampak tidak peduli saat melihat (namakamu) menangis.

tiba-tiba (namakamu) merasakan ada seseorang yang membelai lembut rambutnya, ia pun mendongakan kepalanya dan melihat BD tengah berdiri di depannya. lalu BD duduk di samping (namakamu). (namakamu) masih menatap BD dengan tatapan bingung dan tidak percaya. BD tersenyum pada (namakamu), lalu menarik tubuh (namakamu) ke dalam dekapannya. BD memeluk erat tubuh (namakamu), lalu mencium puncak kepalanya.

tubuh (namakamu) bergetar, jantungnya berdetak sangat cepat, dan ia masih menatap wajah BD dengan heran. mengapa BD bisa ada di sini, duduk di sampingnya dan memeluknya seperti ini? ya tuhan, apa sekarang kau telah mengabulkan do'aku? tanya (namakamu) dalam hati.

"jangan menangis lagi, aku juga mencintaimu" ucap BD, senyum (namakamu) mengembang ketika mendengar itu, namun senyumnya seketika luntur ketika mendengar lanjutan kalimatnya. "tapi bukan cinta yang kamu harapkan, cintaku padamu bukan cinta seorang lelaki pada gadis pujaannya. tapi...."

"BD" teriak seorang gadis, teriakan itu membuat ucapan BD terhenti. cassie berjalan cepat ke arah (namakamu) dan BD, wajahnya terlihat memerah dan emosi. melihat itu, seketika BD mendorong (namakamu) dan berdiri dengan perasaan menyesal.

cassie sudah berdiri di depan BD, matanya menatap BD dengan tajam, nafasnya terengah-engah, bahunya naik turun tak karuan. "kamu tadi ngapain, peluk-peluk dia?" tanya cassie sambil menujuk (namakamu). (namakamu) hanya bisa diam, tidak bisa berbuat apa-apa.

"cassie aku bisa jelasin semuanya" ucap BD.

"diam, aku gak mau mendengar penjelasan kamu" bentak cassie. mata cassie kini memerah dan berair, lalu air itu mengalir menuruni pipinya. kini tatapan cassie beralih pada (namakamu), cassie menatap (namakamu) dengan tatapan membunuh, (namakamu) hanya tertunduk ketakutan.

"kamu" cassie berjalan mendekati (namakamu). "aku pikir kamu itu sahabat terbaikku. tapi apa yang aku lihat tadi, kamu berusaha mengambil BD dariku"

"tidak cassie, tadi itu gak seperti yang kamu pikirkan"

'PLAK' sentuhan kasar itu berhasil mendarat di pipi (namakamu).

"kamu gak tahu ya? selama ini aku tahu kamu menyukai kekasihku. dan aku kira selama ini kamu itu mengalah demi aku, aku kira kamu merelakan BD untukku demi kebahagiaanku, karena aku percaya kamu itu sahabat terbaikku. sahabat terbaikku tidak akan mungkin menyakitiku. tapi ternyata, kamu gak sebaik yang aku kira. kamu sahabat penghianat, aku benci padamu"

'BRUG' cassie mendorong (namakamu) hingga (namakamu) terjatuh.

"cassie" bentak BD, lalu ia membantu (namakamu) berdiri. cassie handak menghampiri (namakamu) lagi untuk menyerangnya, tapi dengan cepat BD mendorong cassie saat cassie akan mendekati (namakamu), dan cassie pun terjatuh.

"bid, kamu belain dia?"

"iya, kenapa?" ucap BD menantang.

cassie mencoba berdiri lalu ia berusaha mendekati (namakamu) lagi "sudah cassie" bentak BD dan sekali BD mendorong cassie hingga cassie terjatuh lagi.

"aw" ringis cassie, air mata cassie semakin deras menuruni pipinya. "kamu kok tega bid? apa selama ini sebenarnya kamu gak cinta sama aku?"

"iya, selama kita berpacaran, aku sama sekali tidak punya perasaan apapun padamu. aku menembakmu karena suatu alasan, dan alasan itu bukan karena aku mencintaimu. jadi lebih baik sekarang kita putus"

'BDAR' hati cassie bagaikan tersambar petir, membuatnya hancur berkeping-keping. cassie menggelengkan kepalanya tak percaya.

"ayo (nam..), kita pergi dari sini" BD menarik tangan (namakamu), hendak pergi meninggalkan cassie. tapi tiba-tiba....

"cassie jangaaaaan" teriak (namakamu). (namakamu) terkejut luar biasa, cassie merangkul BD sambil menodongkan pisau tepat di depan leher BD.

"kalau aku gak bisa memilikimu, maka gak ada seorang pun yang bisa memilikimu juga. lebih baik aku membunuhnmu daripada aku melihatmu bahagia dengan orang lain" ucap cassie penuh ancaman. BD hanya diam, tidak bisa berontak, jika ia berontak, mungkin pisau itu akan menembus lehernya.

"cassie apa yang kamu lakukan? lepaskan aku" bentak BD.

"gamau, aku akan melepaskanmu, kalau kamu mau berjanji akan selamanya jadi kekasihku. kalau kamu gamau, maka pisau ini akan membunuhmu sekarang juga" ancam cassie

"oke, aku janji akan selalu jadi kekasihmu. lepaskan aku sekarang"

"ikut aku dulu" cassie berjalan sambil merangkul BD, tangannya yang memegang pisau masih di depan leher BD. BD hanya bisa pasrah, ia berjalan mengikuti langkah cassie.

"Bidiiiiiii, bidiiiiiiii, bidiiiiiiiiiiiiiiiiiii" teriak (namakamu), dan 'PLAK' tiba-tiba yoriko menampar (namakamu).

(namakamu) terbangun, ia menyapu pandangannya dan ternganga ketika mengetahui jika ia sedang berada di kamarnya. (namakamu) menatap orang-orang yang ada di samping tempat tidurnya. mereka terlihat kesal dan emosi.

"maaf aku menamparmu, habisnya kamu gak bangun-bangun" ucap yoriko.

"dia tuh emang kayak gini, kalau tidur susah dibangunin" ucap ibu (namakamu).

karel duduk di pinggir ranjang (namakamu), ia tersenyum sambil mengusap lembut rambut (namakamu). "kamu habis mimpi buruk ya?" tanya karel. (namakamu) tersenyum tipis, untung lah tadi itu hanya mimpi.

"kamu mimpi apa sih, sampai tidurnya kayak kebo, ini udah jam setengah tujuh, kamu mau terlambat ke sekolah, hah?" tanya yoriko dengan nada membentak.

"jam setengah tujuh" teriak (namakamu). (namakamu) melompat dari ranjangnya, lalu berlari cepat menuju kamar mandi. yoriko dan karel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah (namakamu).

"dia memang selalu begitu" ucap ibu (namakamu).

***

(namakamu) sudah selesai mandi dan mengganti baju, kini ia tengah duduk di meja makan bersama yoriko, dan karel. (namakamu) memakan dengan lahap nasi goreng yang dibuatkan ibunya. begitu pun yoriko, ia memakan dengan lahap nasi goreng yang sengaja dibuatkan ibu (namakamu) untuknya. sedangkan karel, karel tidak memakan nasi goreng yang dibuatkan untuknya. nasi goreng itu masih utuh, dibiarkan mendingin di atas meja makan.

"kenapa gak makan nak karel?" tanya ibu (namakamu) yang baru dari dapur, ibu (namakamu) menyimpan satu per satu gelas berisi air putih dari nampan yang ia bawa. ketika gelas berisi air putih itu ada di meja, (namakamu) dan yoriko langsung meminumnya.

"aku sudah sarapan tante" jawab karel.

"bilang saja kamu gak suka makan sederhana kayak gini, kamu kan anak orang kaya. pasti kamu enggan makan makanan seperti ini karena sudah terbiasa makan makanan mewah" ucap (namakamu). yap, nasi goreng ini memang sangat sederhana. nasi goreng tanpa ada telur atau pun yang lain di dalamnya, hanya nasi saja.

"maaf nak karel, kita tidak punya uang buat beli telur" ucap ibu (namakamu).

"tidak apa-apa tante, karel bukannya tidak mau memakan nasi goreng ini karena tidak ada telurnya, tapi karena karel sudah kenyang" ucap karel. ibu (namakamu) berjalan ke dapur lagi

"ngomong-ngomong ngapain kamu pagi-pagi ke rumahku" tanya (namakamu) pada karel.

"aku sengaja pagi-pagi ke sini untuk mengantarmu ke sekolah. kita ke sekolah bareng ya" jawab karel.

"oh, kalau kamu yori, ngapain pagi-pagi ke rumahku?" tanya (namakamu), kali ini pada yoriko. saat yoriko hendak menjawab, tiba-tiba (namakamu) berkata lagi "oh aku tahu, pasti mau numpang sarapan ya?"

"iih bukan, aku ke sini karena aku pengen ngomong sesuatu sama kamu" sangkal yoriko

"ngomong apa?"

"ini tentang BD" jawab yoriko. karel mengernyit mendengar nama sahabatnya disebut-sebut.

"kenapa dia?" tanya (namakamu).

"kemarin aku gak sengaja ngedenger ajil nanya kayak gini ke BD 'sampai kapan kamu pura-pura mencintai cassie?' gitu. apa coba maksudnya? apa selama ini BD gak beneran cinta sama cassie? kalau gitu kenapa ia nembak cassie"

"uhuk uhuk uhuk" (namakamu) tersedak ketika mendengar ucapan cassie barusan. BD pura-pura mencintai cassie? kok seperti yang ada di mimpinya tadi? tadi kan ia bermimpi BD bilang pada cassie kalau sebenarnya BD gak punya perasaan apapun pada cassie, BD pacaran dengan cassie karena suatu alasan dan alasan itu bukan karena BD mencintai cassie.

"minum" karel langsung menyodorkan gelas berisi air putih pada (namakamu), dan (namakamu) langsung meminumnya.

"masa sih?" tanya (namakamu) tidak pertcaya.

"beneran (nam..)" jawab yoriko

"terus BD jawab apa?" tanya (namakamu) lagi

"nah itu, aku gak denger jawaban BD"

"BD itu sangat cinta pada cassie, kamu salah denger kali yori" karel ikut berkomentar.

"aku gak salah denger karel, aku denger sendiri dengan jelas" ucap yoriko "kalau BD memang cuman pura-pura mencintai cassie, berarti kamu masih punya kesempatan untuk memilikinya" lanjut yoriko. mendengar ucapan yoriko, seketika senyum (namakamu) mengembang.

lain dengan karel, setelah mendengar itu, tiba-tiba karel berjalan keluar dari rumah (namakamu). lalu ia menaiki motornya dan melajukannya entah kemana?

"lah, si karel kok pergi. katanya dia mau ngenterin kamu ke sekolah?" yoriko heran melihat tingkah karel yang tiba-tiba pergi saat sudah mendengar jika BD hanya pura-pura mencintai cassie.

"biarin lah, aku bisa jalan kaki ke sekolah seperti biasa"

***

(namakamu) berjalan pelan-pelan menelusuri koridor menuju kelasnya BD, kelas 11D. Semua murid kelas 11D pasti sudah berada di lab ipa untuk praktek, dan pasti kelas 11D akan tampak lengang. (namakamu) membuka pintu kelas 11D. seringainya melebar ketika mendapati kelas itu memang sepi, dan setelah menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya, (namakamu) melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan hati-hati.

(namakamu) memandang seluruh sudut kelas 11D. seandainya aku bisa satu kelas dengan BD, ucap (namakamu) dalam hati. pasti dia bisa melihat BD dengan waktu yang lama, tiba-tiba matanya mengarah ke arah bangku BD, dengan bersemangat ia berlari mendekati bangku itu, (namakamu) tersenyum melihat bangku itu, ia menyentuhkan jemarinya ke meja dan kursi yang biasanya diduduki BD, kemudian matanya melirik tas yang tergeletak di meja, itu tas BD. Diraihnya tas itu lalu ia memeluk tas itu, membayangkan jika tas itu adalah tubuh BD, dan dengan iseng ia membuka isi tas itu. di dalamnya banyak sekali buku yang di sampulnya bertuliskan nama 'Bryan Elmi Domani', (namakamu) membuka-buku itu. tiba-tiba ia melihat ada handphone di dalam tas itu, dengan cepat ia meraih handphone itu. ia membaca seluruh isi pesan di handphone itu. mata (namakamu) berkaca-kaca lagi, banyak sekali kata-kata mesrah yang dikirimkan BD pada cassie. "kapan aku bisa dapat SMS dari kamu bid?" gumam (namakamu). setelah melihat pesan-pesan, ia pun melihat-lihat foto di handphone itu. dia berniat akan mengirim-ngirimkan foto BD dari handphone itu ke handphonenya lewat blue tooth. tapi setelah dilihat-lihat, tidak ada foto BD satu pun di handphone itu, malah ia sangat terkejut ketika mendapati foto dirinya lah yang ada di handphone itu. "kok di handphone BD banyak foto aku sih?" (namakamu) makin dibuat bingung akan semua foto di handphone ini. (namakamu) tidak pernah merasa pernah berpose seperti itu. tiba-tiba senyuman lebar muncul di bibir (namakamu). "mungkin selama ini BD memiliki perasaan yang sama denganku. karena itu lah BD diam-diam memotoku saat di sekolah, dan mungkin ucapan yoriko emang benar kalau BD hanya pura-pura mencintai cassie" ucap (namakmu) dalam hati.

tiba-tiba handphone itu direnggut oleh seseorang dari tangan (namakamu) membuat (namakamu) terkejut. pelan-pelan ia mendongakan kepalanya untuk melihat siapa orang yang tiba-tiba mengambil handphoe itu dari tangannya. wajah (namakamu) seketika memucat ketika mendapati BD tengah berdiri di depannya sambil memengang handphoe itu. dan di belakang BD ada beberapa murid kelas 11D lainnya.

"berani sekali kau membuka tasku. terus lihat-lihat isi HPku" bentak BD membuat tubuh (namakamu) gemetaran. (namakamu) hanya menundukan kepalanya, rasa malu dan takut bercampur jadi satu.

BD tak sengaja memencet salah satu tombol handphonenya, dan seketika itu handphone BD menyala dan masih menampilkan salah satu foto (namakamu). "kamu pasti bingung kenapa di Hpku banyak sekali fotomu, sebenarnya ini bukan kartu memoriku tapi kartu memori karel. kamu tahu selama ini karel sangat menyukaimu, jadi ia sengaja diam-diam memotomu saat di sekolah" ucap BD, lalu BD menoleh ke arah karel. "ya kan rel?" tanya BD

"apa?...eh, iya, i itu kartu memoriku yang dipinjam oleh BD" jawab karel. lalu cassie datang menghampiri

"ada apa ini?" tanya cassie, lalu mata cassie beralih pada (namakamu), cassie menatap (namakamu) sambil mengernyit "sedang apa kamu di sini (namakamu)? kamu ingin bertemu denganku?" tanya casie, (namakamu) hanya mengangguk karena tidak mungkin ia menjawab yang sebenarnya. "kamu mau curhat lagi, kebetulan aku juga mau curhat"

"cassie, kenapa sih setiap hari kamu selalu terlihat cantik" fuji BD, BD membelai lembut rambut cassie lalu menyelipkan rambut panjangnya di balik telinga, dan tanpa diduga-duga, BD tiba-tiba mencium pipi cassie membuat (namakamu) terbelalak, mata (namakamu) mulai berkaca-kaca.

"aku beruntung ya bisa memilikimu cassie, kamu adalah gadis tercantik yang pernah aku temui, dan hanya kamu perempuan yang paling aku cintai di dunia ini setelah ibuku" ucap BD lagi, air mata (namakamu) mulai menuruni pipinya. karena tidak ingin orang-orang tahu jika (namakamu) menangis, (namakamu) langsung berlari keluar dari kelas 11D.

(namakamu) berlari sambil menunduk, ia berlari menuju taman sekolah. karena di sanalah tempat yang biasanya sangat sepi, jadi ia bisa leluasa menangis di sana.

ketika sampai di sana, (namakamu) langsung duduk bersandar di bawah pohon yang lumayan besar, ia berteriak dan menangis lebih hebat dari sebelumya.

"mungkin ucapan yoriko tidak benar, BD gak mungkin pura-pura mencintai cassie, hiks" (namakamu) mengusap pipinya yang basah "bid, kengapa kamu melakukan itu di depanku, kengapa kamu gak pernah sadar kalau aku mencintaimu, heu..heu..heu..." gumam (namakamu).

tak di sadari, ternyata ada seorang lelaki yang melihatnya dari kejauan, tapi tidak terlalu jauh sih, jadi lelaki itu bisa mendengar gumaman (namakamu) barusan. lelaki itu menunduk memasang raut wajah bersalah. "aku juga mencintaimu (nam..)" ucap lelaki itu

bersambung....

siapa ya lista itu? apa lista itu (namakamu)?


bersambung.....

@devka_sari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar