<>Si Sedih Bunga Matahari<>
part 4
Author : Devika Sari
"iya, terus? terus aku harus apa?" hati (namakamu) terasa semakin remuk ketika mendengar ucapan BD barusan. ternyata reaksi BD tidak seperti yang ia harapkan, harusnya tadi ia tidak mengungkapkan perasaannya pada BD jika memang jawaban BD seperti ini.
"hmm? aku harus apa? apa aku harus membalas cintamu?" tanya BD lagi, (namakamu) hanya diam, entah apa yang harus ia jawab. yang jelas saat ini ia terlihat sangat kesal pada BD, ia menatap BD dengan tajam, matanya semakin memerah karena emosi.
"jawab? jangan hanya memandangiku seperti itu. aku harus apa kalau kau mencintaiku? apa aku harus membalas cintamu dan meninggalkan cassie?" BD terus mendesak agar (namakamu) menjawab.
(namakamu) menghela nafas panjang, dan akhirnya ia membuka mulutnya untuk menjawab. "tidak. kamu tidak perlu membalas cintaku dan meninggalkan cassie. aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu"
"bagus lah kalau memang kau mengerti. sekarang aku sudah tahu, dan kau harus secepatnya menghapus perasaanmu padaku. karena hanya cassie perempuan yang aku cintai, bukan kau" setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu, dengan teganya BD berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih berderai air mata.
sementara itu
"duh, hadiah buat BD mana ya" cassie mengeluarkan satu persatu isi tasnya, namun tak ia temukan hadiah untuk BD. tiba-tiba cassie teringat sesuatu. "oh iya, hadiahnya kan udah aku simpen di tasnya BD. kok BD gak tahu ya? apa dia belum buka isi tasnya?" cassie berjalan menghampiri bangku BD. ketika cassie membuka tas BD, ia tersenyum dan membuang nafas lega, ternyata hadiah untuk BD masih ada di tas BD. namun tiba-tiba cassie mengernyit. mengapa ada selembar foto (namakamu) di dalam tas BD. cassie mengambil foto itu dan matanya langsung berkaca-kaca.
cassie makin penasaran, ia mengeluarkan satu per satu isi tas BD, siapa tahu ia menemukan foto (namakamu) lagi di situ. dan ternyata memang benar, banyak sekali foto (namakamu) di dalam tas BD, jika dihitung mungkin ada 20 lebih. cassie meremas foto (namakamu) yang ia genggam hingga foto itu menjadi kusut.
tiba-tiba salah satu buku tulis BD terjatuh, buku itu terjatuh dengan posisi terbuka, dan entah kebetulan atau apa. buku yang terbuka itu menampilkan kertas yang ada tulisan (namapanjangkamu). cassie mengambil buku itu, membuka lembar demi lembar, dan seketika itu juga air mata yang tadi ada di kelopak matanya langsung menuruni pipinya.
"Cassie" teriak BD yang sedang berjalan di koridor menuju kelasnya, karena teriakan itu sangat nyaring, cassie bisa mendengar teriakan itu. cassie menepis air matanya, ia terlihat sangat panik. dengan terburu-buru cassie menyimpan foto-foto (namakamu) dan buku-buku BD ke dalam tas, lalu segera menresletingkan tas BD dan di detik yang sama BD memasuki kelas.
cassie membalikan badannya menghadap BD, tersenyum dengan manis pada BD dan tangan cassie dikebelakangkan untuk menyembunyikan hadiah untuk BD "dear, kok kemari? aku kan menyuruhmu menunggu di bangku koridor bersama (namakamu)"
"aku kemari karena sudah tidak sabar melihat hadiah dari kamu" jawab BD.
"nih" cassie langsung menyodorkan kotak kecil yang berisi hadiah untuk BD. BD langsung mengambil kotak kecil itu, lalu membukanya.
"jam tangan? jelek sekali, apa kamu gak punya selera hah? harusnya kamu beli jam tangan yang agak keren-an dikit kek. ini kok kayak begini" BD melempar jam tangan itu ke atas meja dengan kasar. air mata cassie yang sudah tak terlihat mengalir di pipinya, kini mulai mengalir lagi. cassie berlari keluar dari kelas sambil menangis.
***
"iya sayang, nanti sore kita jalan lagi" ucap yoriko pada jose lewat handphone.
"yoriko" panggil (namakamu) yang berdiri di belakang yoriko.
"bener ya, kamu bakal traktir aku di restoran. asyik asyik" yoriko masih berbicara pada jose dan sepertinya dia masih belum mendengar panggilan (namakamu)
"yoriko" panggil (namakamu) lagi.
"aah, kamu bisa aja" ucap yoriko pada jose lagi.
"YORIKOOOOO!" teriak (namakamu) dengan nyaring, seketika itu juga yoriko membalikan badannya menghadap (namakamu), tadinya yoriko akan memarahi (namkamu) karena mengganggunya yang sedang menelepon. tapi niat memarahi (namakamu) ia urungkan ketika melihat (namakamu) menangis.
"ya ampun (namakamu), kamu kenapa lagi?" yoriko menyimpan handphone-nya di atas meja, dan sambungan telepon dengan jose masih belum terputus(?) yoriko mengusap pipi (namakamu) dengan lembut. "kamu kenapa lagi (nam..)?" yoriko memeluk (namakamu) sambil mengusap-ngusap punggung (namakamu)
"BD yori. tadi aku bilang ke BD kalau aku cinta sama dia, tapi jawaban dia gak seperti yang aku harepin. dia malah menjawab dengan kata-kata yang nyakitin, heu..heu..heu.." jawab (namakamu).
"udah jangan nagis lagi" yoriko merasa sedih melihat sahabatnya seperti ini. walaupun yoriko belum pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, tapi ia seperti bisa merasakan apa yang (namakamu) rasakan.
di seberang sana, maksudnya di kelas 11D yang jaraknya hanya sepuluh langkah dari kelas yoriko, jose berteriak-teriak di depan handphonenya memanggil-manggil nama yoriko. ya iya lah, orang yoriko belum memutuskan teleponnya dengan jose karena saking kagetnya melihat (namakamu) menangis.
"yoriko, yoriko, hallo yoriko" teriak jose. karel yang duduk di sebelah jose hanya menatap jose dengan bingung. "yoriko, yoriko" teriak jose lagi. jose terdiam sejenak mendengar suara di handphonenya. "rel, coba kamu denger deh" jose mengaktifkan speaker handphonennya.
"udah kamu jangan nangis lagi dong. pokoknya mulai sekarang kamu harus lupain BD" suara yoriko terdengar sedikit jelas dari handphone jose.
"yoriko, yoriko" teriak jose lagi
"kamu pasti bisa lupain BD. udah kamu jangan nangis lagi" suara yoriko terdengar lagi.
"yoriko, yorikoooo" teriak jose, karel terlihat kesal. ia langsung membekap mulut jose.
"berisik" bentak karel. karel merenggut handphone jose yang sedang digenggam oleh jose, lalu karel menempelkan handphone jose ke telinganya.
sudah 1 menit karel mendengarkan percakapan yoriko dengan (namakamu) dari handphone jose, dan itu membuat jose kesal.
"kemarikan handphoneku, matiin sambungan teleponnya, entar pulsanya habis" jose mencoba mengambil handphonenya dari karel.
jose kelelahan mencoba mengambil handphonenya dari tangan karel, karena setiap jose akan mengambil handphonenya, tangannya langsung ditepis oleh karel.
"(namakamu) nangis karena BD, aku harus ke kelasnya" karel menyimpan handphone jose di atas meja, lalu segera berlari menuju kelas (namakamu).
ketika sampai di kelas (namakamu), karel langsung menghampiri (namakamu) yang sedang duduk di bangkunya sambil menangis, dan yoriko yang duduk di sebelah (namakamu) terlihat sedang mencoba menghibur (namakamu) yang menangis.
"kamu kenapa? BD ngomong apa sama kamu sampai kamu nangis kayak gini?" tanya karel ketika sudah berada di samping bangku yang diduduki (namakamu) dan yoriko.
"kok kamu tahu (namkamau) nangis karena BD?" tanya yoriko heran.
karel mengambil handphone yoriko yang tergeletak di meja, lalu mengklik tombol merah untuk mengakhiri panggilan. "aku dengan lewat handphone jose, makanya kalau sudah menelepon, langsung matikan panggilannya, bukannya didiemin" jawab karel.
"eh iya aku lupa mattin sambungan telepon" yoriko menepuk keningnya.
"(namakamu) jawab, kamu diapain sama BD" tanya karel lagi
"tadi aku ngungkapin perasaan aku ke BD. tapi BD malah ngucapin kata-kata yang nyakitin aku" jawab (Namakamu) di tengah tangisannya.
"sudah aku bilang kan. BD tuh gak pernah suka sama kamu, cinta kamu itu bertepuk sebelah tangan. lagian kenapa sih kamu masih aja ngarepin dia, dia kan udah bahagia sama cassie. dan kamu, kamu juga bisa bahagia denganku" ucap karel.
"bener (nam..), daripada mencintai orang yang sama sekali gak cinta sama kamu. mending mulai sekarang kamu belajar mencintai karel, orang yang udah jelas-jelas sayang sama kamu" yoriko menyetujui ucapan karel.
(namakamu) langsung memeluk karel, dan menangis di pelukan karel dengan hebat. "karel, maaafkan aku. sepertinya aku tidak akan pernah bahagia denganmu, karena kamu bukan lelaki yang aku cintai. maafkan aku" (namakamu) meregangkan pelukannya, lalu berlari keluar dari kelas.
"(nam..), tunggu" yoriko ikut berlari mengejar (namkamu).
entah mengapa hati karel terasa sakit ketika mendengar ucapan (namkamu) barusan. karel merasa sangat kesal saat (namakamu) mengatakan kalau dia tidak mecintainya sama sekali. tapi, mengapa karel harus kesal, karel kan hanya pura-pura mencintai (namakamu) karena hutang budi. atau mungkin, karel diam-diam mulai menyukai (namakamu).
***
"(namakamu) tunggu!" teriak karel dari belakang, (namakamu) menghentikan langkahnya menuju kelas, lalu membalikan badannya
"apa?" tanya (namakamu) ketika karel sudah berada di depannya.
"ini" karel memberikan selembar kertas yang di atasnya terlukis dengan indah bunga matahari yang memiliki mata dan bibir.
"hihihi, kok bunga matahari ada mata dan bibirnya sih?" (namakamu) terkekeh melihat gambar itu.
"kata yoriko kamu itu 'Si Sedih Bunga Matahari' makanya aku gambar bunga matahari lagi senyum buat kamu. aku tuh pengen ngubah julukan buat kamu jadi 'Si Bahagia Bunga Matahari" jawab karel.
"julukan 'Si Sedih Bunga Matahari' itu kayaknya memang pantas buat aku. aku emang selalu sedih dan terlihat pilu"
"aku bisa membuatmu selalu bahagia di setiap saat. kalau kamu mau jadi kekasihku, aku janji akan selalu membuatmu bahagia"
"aku mohon karel, jangan bicara seperti itu lagi" (namakamu) hendak berjalan lagi, tapi dengan cepat karel mencekal tangannya.
"aku pengen tanya, segimana sedihnya kamu saat tahu kalau BD itu tidak mencintaimu sama sekali? kamu pasti sedih banget kan? itu yang aku rasain saat ini, gadis yang aku cintai, malah mencintai sahabatku sendiri. kamu pasti mengerti keadaanku sekarang kan (nam..)?"
(namakamu) menangis lagi, rasa bersalahnya pada karel tiba-tiba muncul. (namakamu) tahu bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, dan (namakamau) tahu gimana sedihnya jika orang yang sangat dicintai malah mencintai orang lain.
(namakamu) melangkahkan kakinya lagi, walau karel telah mencekal lengannya, (namakamu) menepis dan langsung melangkah lagi. melihat karel mengejarnya, (namakamu) yang tadinya berjalan kini berlari. seperti biasa, ia berlari sambil menunduk hingga ia menubruk seseorang lagi. kali ini ia menuburuk BD
BD terjatuh ke belakang dengan posisi terbaring dan (namakamu) menelungkup di atas tubuhnya (ngerti gak? nggak ya?) BD sempat terkejut, lalu dengan cepat ia mendorong tubuh (namakamu) yang menindihnya.
BD sempat melihat karel berdiri di belakang (namakamu), BD menatap karel dengan tajam membuat karel menundukan kepalanya.
"kamu sengaja ya?" tanya BD pada (namakamu) dengan nada membentak.
"tidak. aku tidak sengaja menubrukmu" jawab (namakamu), lalu ia berlari lagi.
karel hendak berlari mengejar (namakamu), tapi dengan cepat BD mencekal lengan karel membuat karel tak jadi berlari. "kamu buat dia nangis?" tanya BD, wajahnya terlihat emosi.
"a a aku, aku gatau ke kenapa dia nangis" karel menjawab dengan terbata-bata. BD mendorong pundak karel membuat karel hampir terjengkang ke belakang.
"awas aja kalau kau membuatnya menangis lagi" BD menudingkan jarinya di depan wajah karel, lalu ia berjalan lagi entah mau kemana.
***
entah mengapa ucapan karel beberapa menit yang lalu membuatnya tidak tenang. 'aku pengen tanya, segimana sedihnya kamu saat tahu kalau BD itu tidak mencintaimu sama sekali? kamu pasti sedih banget kan? itu yang aku rasain saat ini, gadis yang aku cintai, malah mencintai sahabatku sendiri. kamu pasti mengerti keadaanku sekarang kan (nam..)?' ooh tuhan, kalimat itu terngiang-ngiang di telingannya.
kini (namakamu) mengerti bagaimans susahnya menerima cinta orang yang tidak dicintai, ia sangat susah menerima cinta karel, dan mungkin BD pun sama, BD pasti sangat susah untuk menerima cinta (namakamu). (namakamu) mengerti, (namakamu) paham. mungkin sekarang keadaan karel sama buruknya ketika (namskamu) mendengar jawaban dari pengakuan cintanya pada BD yang dijawab BD dengan kalimat yang menyakitkan.
"aku harus menerima cinta karel. aku gamau karel merasakan kesedihan yang pernah aku rasakan, karel harus memiliki gadis yang ia cintai, cintanya tidak boleh bertepuk sebelah tangan. lagipula apa gunanya aku menunggu BD, orang yang sama sekali tidak mencintaiku" gumam (namakamu). (namakamu) berlari keluar dari kelas, entah mau kemana. mungkin akan mencari karel.
(namakamu) berlari menelusuri koridor, dan langkanya berhenti ketika berada di depan pintu kelas 11D, kelasnya karel. (namakamu) hendak memasuki kelas itu, namun ketika mendengar suara seseorang, ia pun berhenti di ambang pintu.
"kasihan ya karel, gara-gara hutang budi, dia jadi harus pura-pura mencintai (namakamu)" ucap seseorang dari dalam kelas, karena penasaran, (namakamu) mengintip dari balik pintu, ia melihat ajil, raza dan jose sedang duduk di salah satu bangku sambil mengobrol.
"iya ya, karel kok mau-maunya disuruh pura-pura mencintai (namakamu). kalau aku jadi dia, aku gak akan pernah mau" ucap jose
"harusnya karel minta cara lain untuk membayar hutang budinya, jangan berpura-pura mencintai (namakamu). apalagi harus rela mohon-mohon supaya (namakamu) mau jadi pacarnya" ucap raza.
"jadi selama ini karel hanya pura-pura mencintaiku?" suara itu sontak membuat raza, ajil dan jose terkejut. mereka membelalakan matanya ketika menoleh ke belakang, mereka melihat (namakamu) sedang berdiri di belakang mereka sambil menangis.
"(namakamu), sejak kapan kamu di sini?" tanya jose
"dari tadi. hiks, tolong jawab pertanyaanku, apa selama ini karel hanya pura-pura mencintaiku, hiks" tanya (namakamu) lagi. tapi jose, raza dan ajil hanya diam, tidak menjawab.
"ayo jawab, heu..heu..heu"
karena mereka tidak mau menjawab, (namakamu) melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, dia berniat mencari karel dan menanyakan ini semua pada karel. namun, belum sempat ia keluar dari kelas, ia sudah menemui karel yang hendak masuk ke dalam kelas. dan dibelakang karel, ada bagas dan bryant.
"(namakamu)? kamu habis ngapain di kelas aku? dan kenapa kamu nangis?" karel hendak mengusap pipi (namakamu) yang basah, tapi dengan cepat (namakamu) menepis tangan karel.
'PLAK' sentuhan kasar dari tangan (namakamu) tiba-tiba mendarat di pipi karel. karel memengangi pipinya sambil menatap (namakamu) dengan raut wajah bingung.
"apa maksud kamu pura-pura mencintaiku hah? sebenarnya ada apa? hutang budi apa" tanya (namakamu) pada karel. karel terkejut, mengapa (namakamu) bisa tahu jika ia hanya pura-pura mencintai (namakamu).
"(nam..), sebenarnya...sebenarnya" karel bingung harus menjawab apa.
"kamu punya hutang budi ke siapa hingga harus pura-pura mencintaiku? hutang budi pada siapa?" (namakamu) mendorong-dorong pundak karel. "aku kira kamu itu beneran sayang sama aku, beneran cinta sama aku. tadinya aku mau bilang sama kamu kalau aku menerima perjodohan kita dan akan menghapus perasaanku pada BD, tapi ternyata..." (namakamu) tidak melanjutkan kalimaatnya.
"(nam..), aku tuh beneran cinta sama kamu dan aku gak punya hutang budi pada siapa pun" ucap karel.
"tapi kata mereka kamu hanya pura-pura menicntaiku karena hutang budi, hiks" (namakamu) menujuk jose, ajil dan raza yang masih duduk di bangku. karel menoleh ke arah mereka dan menatap mereka dengan tajam. jose, ajil dan raza hanya menundukan kepalanya merasa bersalah. "harusnya dari dulu aku sadar, kalau cowok tampan dan kaya sepertimu gak akan mungkin jatuh cinta pada gadis sepertiku. sekarang aku sudah tahu semuanya. jadi, mulai sekarang hentikan sandiwaramu" setelah mengatakan itu, (namakamu) hendak berjalan keluar dari kelas 11D. namun karel tiba-tiba berlutut di depan (namakamu), memegang erat tangan (namakamu) sambil menatap (namakamu) dengan tatapan memohon.
"aku benar-benar mencintaimu (nam..). jose, ajil dan raza salah, mereka gatau apa-apa. kamu harus percaya sama aku (nam..), aku beneran cinta sama kamu, beneran sayang sama kamu"
"hentikan aktingmu karel, dan mulai sekarang jangan dekati aku lagi" (namakamu) menepis tangan karel lalu berlari keluar dari kelas 11D. karel menjatuhkan tubuhnya di lantai, ia terduduk lemas. tak sadar mata karel mulai berkaca-kaca, tapi ia tidak boleh menangis. ia seorang lelaki, seorang lelaki tidak boleh menangis!
bryant, bagas, raza, ajil dan jose menghampiri karel. "rel, udah lah. sandiwaramu sudah terbongkar, harusnya kamu senang karena tidak harus berpura-pura mencintai (namakamu) lagi" ucap bryant.
"senang katamu?" tanya karel sambil menatap bryant dengan tajam.
"kenapa rel, kamu takut sama BD? udah lah jangan takut, BD kan sahabat kita, dia pasti mengerti" ucap jose sambil mengulurkan tangannya, untuk membantu karel berdiri.
tapi karel tidak menerima uluran tangan itu, karel berdiri sendiri. lalu ia mendorong jose hingga jose hampir terjatuh. "apa yang kau lakukan?" tanya jose dengan nada membentak, lalu ia balik mendorong karel.
"gara-gara kau, dan mereka...." karel menujuk ajil dan raza "(namakamu) jadi tahu semuanya. awalnya aku memang pura-pura mencintai (namakamu), tapi sekarang aku benar-benar mencintainya" karel hendak berjalan menuju kelas (namakamu) untuk menemui (namakamu). namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena BD berdiri di amabang pintu menghalangi langkahnya.
'BUGH' BD langsung menonjok perut karel. "kau! mengapa kau tidak bisa berakting dengan baik. mengapa (namakamu) bisa tahu kalau kau hanya pura-pura mencintainya" BD menghampiri karel yang berjalan mundur menjauhinya.
"kau membuat (namakamu) menangis lagi. bukan kah aku menyuruhmu agar membuatnya bahagia, tapi kenapa kau malah berbuat sebaliknya" BD mendorong karel hingga karel terjatuh. karel hanya diam, tidak melawan BD, entah mengapa.
"bid, udah bid. karel gak salah, karel sudah berakting dengan baik. ini semua karena aku bid. (namakamu) mendengar perakapan aku, jose dan ajil yang sedang membicarakan tentang karel yang pura-pura mencintai (namakamu)" ucap ajil.
"oh, jadi karena kau" BD yang sebelumnya akan menyerang karel, kini beralih akan menyerang ajil. melihat itu, dengan cepat bagas dan bryant memegangi BD agar BD tidak menyerang ajil.
"lepasin" BD berontak, tapi semakin berontak, bagas dan bryant semakin kuat memengangi tangan BD.
"kau menyuruh karel pura-pura mencintai (namakamu) supaya (namakamu) bisa bahagia, kau menuruh karel membuat (namakamu) tidak menangis lagi. tapi kau, kau sendiri sering membuat (namakamu) menangis, kakak macem apa kau?" ucap jose dengan nada sedikit membentak, sepertinya jose mulai kesal pada BD. "harusnya kau bilang pada (namakamu) kalau sebenarnya (namakamu) itu Lista, adikmu yang hilang. mungkin kalau (namkamu) tahu kalau kau itu kakaknya, (namakamu) tidak akan tergila-gila padamu lagi, tidak akan mengharapkan cintamu lagi, tidak akan berharap jadi kekasihmu lagi" lanjutnya.
bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar