Rabu, 26 Oktober 2016

Si Sedih Bunga Matahari Part 3

<>Si Sedih Bunga Matahari<>

part 3

Author : Devika Sari

(namakamu) berlari sambil menunduk, ia berlari menuju taman sekolah. Karena di sanalah tempat yang biasanya sangat sepi, jadi ia bisa leluasa menangis di sana.

Ketika sampai di sana, (namakamu) langsung duduk bersandar di bawah pohon yang lumayan besar. Ia berteriak dan menangis lebih hebat dari sebelumya.

"Mungkin ucapan Yoriko tidak benar, BD gak mungkin pura-pura mencintai Cassie, hiks" (namakamu) mengusap pipinya yang basah "Bid, kenapa kamu melakukan itu di depanku, kenapa kamu gak pernah sadar kalau aku mencintaimu, heu..heu..heu..." Gumam (namakamu).

Tak di sadari, ternyata ada seorang lelaki yang melihatnya dari kejauan. Tapi tidak terlalu jauh sih, jadi lelaki itu bisa mendengar gumaman (namakamu) barusan. Lelaki itu menunduk memasang raut wajah bersalah. "Aku juga mencintaimu (nam..)" Ucap lelaki itu.

***

(namakamu) mencuci wajahnya yang terlihat kusut karena sudah menangis. Setelah merasa wajahnya sudah cantik lagi dan sudah tak terlihat habis menangis, (namakamu) segera keluar dari toilet sekolah itu.

Ketika sedang berjalan di koridor menuju kelasnya, ia berpapasan dengan BD. (namakamu) menundukan kepalanya, dia masih malu karena tadi ia telah lancang membuka isi tas BD. Tapi BD berjalan melewatinya dengan datar. Sepertinya BD sudah melupakan kejadian tadi, ooh syukurlah, (namakamu) pikir BD akan mengira dia pencuri yang akan mencuri handphone.

(namakamu) menoleh ke belakang, untuk melihat BD. BD benar-benar sangat tampan hingga membuatnya tergila-gila seperti ini. Ia benar-benar iri pada cassie, kok bisa cassie seberuntung itu? Mendapatkan lelaki seperti BD.

Entah kenapa setiap melihat BD (namakamu) selalu ingin menangis. Kini matanya mulai berkaca-kaca lagi. Mungkin ia menangis karena harus menerima kenyataan jika ia kalah cepat dengan cassie, untuk memiliki BD.

(namakamu) tertunduk lemas. Yaa, ini semua emang salahnya, harusnya waktu dulu ia cepat-cepat menyatakan perasaannya pada BD sebelum BD pacaran dengan cassie. Tapi, kalaupun (namakamu) menyatakan perasaan pada BD waktu itu, apa BD akan langsung menembaknya, tidak kan? lelaki seperti BD tidak akan mungkin menyukainya.

Kini (namakamu) hanya bisa berharap lagi, BD, lelaki yang ia kagumi, bisa mengaguminya juga. Tapi apalah yang bisa dikagumi dari seorang (namakamu). Kalau Cassie sih ada, dia cantik, dia pintar, dia berasal dari keluarga kaya. Tidak salah jika BD menyukainya. Tapi dirinya....Sudah cukup! Jangan menangis lagi.

(namakamu) berlari untuk menuju kelasnya, ia berlari sambil menunduk agar tidak ada yang tahu jika sekarang ia menangis 'LAGI'.

'BRUG' (namakamu) terpental ke belakang karena menuburuk seorang lelaki. Bodoh, umpat (namakamu) pada dirinya sendiri. Gara-gara berlari sambil menuduk ia jadi menubruk seseorang hingga terjatuh dan menyebabkannya kesakitan.

"Aww" (namakamu) meringis, lelaki yang tadi ditubruk (namakamu) langsung mendekatinya dan tampak begitu khawatir.

"(namakamu), kamu gak kenapa-napa?" Tanya lelaki itu

(namkamu) mendangakan kepalanya perlahan-lahan, dan ia melihat Karel berjongkok di depannya dengan raut wajah yang begitu cemas. Ketika (namakamu) menunjukan mata berairnya pada Karel, Karel menjadi semakin khawatir.

"Ya ampun (namakamu). Jangan nangis, kamu sakit ya? Habisnya kamu ngapain lari-larian sambil menuduk" Karel menarik tangan (namakamu), membantu (namakamu) untuk berdiri. (namakamu) menepis air matanya, dan memaksakan bibirnya agar tersenyum.

"Aku nangis bukan karena jatuh kok"

"Terus kenapa? Karena kejadian tadi? Saat ngelihat BD mencium pipi Cassie? Kamu cemburu?" Pertanyaan bertubi-tubi dari Karel hanya dibalas dengan anggukan oleh (namakamu). Karel menghela nafas panjang, ternyata gadis di depannya ini begitu mencintai BD. Hingga ia sangat sulit untuk mendapatkannya. Waktu dulu Karel sangat mudah mendapatkan perempuan, tapi (namakamu).....mungkin cinta (namakamu) pada BD begitu besar, tapi cinta itu harus dihapus! "Sampai kapan kamu terus menyimpan perasaan padanya? Sampai kapan kamu terus menyukainya? (nam..), dia itu sudah jadi milik Cassie, jadi kamu relain aja dia bahagia bersama Cassie"

"Iya, aku pun sedang berusaha menghapus perasaanku untuk BD" Air mata (namakamu) semakin deras menuruni pipinya.

"Aku yakin kamu bisa menghapus perasaanmu pada BD, dan belajar untuk mencintaiku" Karel mengucapkan kalimat itu dengan hati-hati.

"Entah lah Karel" (namakamu) hendak berjalan lagi menuju kelasnya, tapi dengan cepat Karel mencekal lengannya membuat langkah (namakamu) terhenti.

"(nam..), aku mohon, jadilah kekasihku. Aku mohon terima perjodohan kita. Aku tahu kamu masih menyukai BD, tapi BD tidak menyukaimu sama sekali...."

Air mata (namakamu) mengalir lebih deras ketika Karel mengatakan kalau BD tidak menyukainya sama sekali. "BD sangat mencintai Cassie, ucapan Yoriko yang bilang kalau BD hanya pura-pura mencintai Cassie itu tidak benar. Kamu lihat sendiri, betapa mesrahnya perlakuan BD pada Cassie, itu sudah membuktikan kalau BD itu benar-benar mencintai Cassie"

"Iya, sepertinya BD benar-benar mencintai Cassie, hiks" (namakamu) menepis air matanya. Mungkin benar, ucapan Yoriko tidak benar, yoriko saat itu salah dengar. Padahal (namakamu) sudah berharap tinggi, jika ia masih bisa mendapatkan BD.

"(nam..), kamu mau kan dijodohkan denganku? Aku mohon jangan tolak aku, aku tidak terbiasa ditolak seorang gadis, mengingat saat dulu setiap gadis yang aku pinta jadi kekasihku belum pernah ada yang menolak. Kamu tahu, aku lelaki tertampan di sekolah ini setelah BD, harusnya kamu gak nyia-nyiain kesempatan ini. Kapan lagi coba kamu dipinta menjadi kekasih lelaki seperti aku"

(namakamu) termenung, ucapan Karel memang benar. Kapan lagi (namakamu) dipinta menjadi seorang kekasih lelaki yang tampan dan berasal dari keluarga kaya seperti Karel. Mengingat (namakamu) hanya seorang gadis biasa yang terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan. Mungkin saat dulu (namakamu) hanya bisa bermimpi dipinta menjadi kekasih lelaki seperti Karel, karena (namakamu) pikir gadis sepertinya hanya pantas dengan lelaki yang sekasta dengannya. Bahkan ia pun sendiri merasa kalau dirinya tidak pantas dengan BD, karena itu lah saat dulu (namakamu) tidak mau mengungkapkan perasaanya pada BD, dan hanya bisa membayangkan jadi kekasih BD, karena (namakamu) pikir semua itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

sekolah di SMA merdeka internasional high shcool ini pun, (namakamu) merasa tidak pantas, karena di sekolah ini semua murid berasal dari keluarga kaya kecuali dirinya. (namakamu) bisa sekolah di SMA ini karena kepintarannya yang membuatnya dapat beasiswa.

tapi karel? apa yang karel suka dari sosok (namakamu)? hingga ia memohon-mohon agar (namakamu) mau menjadi kekasihnya. tapi kenapa harus karel yang seperti ini? kenapa tidak BD saja?

"karel, aku masih perlu waktu. aku tidak bisa menjadi kekasihmu sedangkan BD masih ada di hatiku. biarkan aku menghapus perasaanku pada BD dulu"

"oke, aku akan menunggu sampai kamu bisa menghapus perasaanmu pada BD"

"karel, kamu janji ya jangan beri tahu BD kalau aku menyukainya, karena BD pun gak tahu kalau aku menyukainya, entah kenapa aku merasa takut kalau BD tahu perasaanku. mungkin aku takut BD akan menjauhiku karena tidak mau disukai gadis sepertiku" (namakamu) menatap karel dengan tatapan memohon.

"kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli"

tak sadar kah karel jika ucapannya barusan membuat (namakamu) semakin sedih. 'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli' itu adalah kalimat yanga sangat menyakitkan untuk (namakamu). tapi mungkin benar, mungkin BD tidak akan peduli jika tahu kalau (namakamu) menyukainya.

(namakamu) berlari dengan cepat meninggalkan karel yang masih belum sadar jika ia sudah mengucapakan kalimat yang membuat (namakamu) sedih. tiba-tiba bryant dan bagas berdiri di samping karel, lalu bryant menepuk pundak karel.

"aktingmu bagus sekali sobat" fuji bryant sambil mengacungkan jempol pada karel.

"benar, kamu sepertinya sangat cocok jika menjadi aktor" kini bagas yang memuji.

"kalian melihat kejadian tadi?" karel mengenyit, sepertinya kedua sahabatnya ini diam-diam memperhatikan kejadian tadi.

"iya, kita lihat gimana hebatnya akting memohon-mohonmu meminta (namakamu) agar mau menjadi kekasihmu" jawab bagas.

"kita lihat aktingmu tadi dari awal kamu mencekal lengannya sampai (namakamu) berlari pergi. kita lihat dari balik jendela itu tanpa kalian sadari" bryant menujuk jendela kelas 11C.

***

"bagaimana karel? apa lista sudah mau jadi pacarmu?" tanya lelaki yang duduk di samping karel.

"belum" jawab karel dengan lesu.

"belum?" lelaki itu mengulang jawaban karel dengan nada bertanya, dan wajah terlihat sedikit emosi.

"gak segampang itu membuatnya mencintaiku" melihat lelaki itu emosi, karel pun jadi ikut emosi.

jose yang duduk di depan mereka berdua, langsung membalikan badannya ke belakang.

"lagian kau mau-maunya disuruh pura-pura mencintai lista. terus mohon-mohon agar lista menerima cintamu. kalau aku jadi kau, aku tidak akan mau" ucap jose.

"heh! karel punya hutang budi pada keluargaku, dan karel sudah berjanji akan melakukan apapun untuk membayarnya" ucap lelaki itu pada jose dengan nada sedikit membentak. "jose, bagaimana dengan yoriko? apa yoriko memberitahumu sedikit tentang lista?" tanya lelaki itu pada jose.

"yoriko tidak mau memberirahuku" jawab jose.

"memangnya kapan sih kamu bakal kasih tahu (namkamau) kalau sebenarnya (namakamu) itu lista, adik kandungmu yang hilang, yang selama ini kau cari-cari" tanya karel pada lelaki itu.

"aku akan memberitahunya nanti" jawab lelaki itu.

***
____________________________________________________________________

matahariku.....tatap lah aku....
seperti aku yang selalu menatapmu
matahariku....izinkan aku mendapatkan keinginanku
mendapatkan apa yang tidak ingin kau miliki
____________________________________________________________________

'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli' ucapan karel itu terus terngiang-ngiang di telinganya.

"aaaaaaaaaaaaaaah" (namakamu) berteriak sekuat tenaga, berharap dengan berteriak bisa mengurangi rasa sedihnya. mungkin karel benar. BD tidak akan pernah menyukainya. ia hanya membuang-buang waktunya untuk menunggu BD, seharusnya dari semenjak BD jadian dengan cassie, ia langsung membuang hatinya untuk BD.

'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli'

(namakamu) meraih handphone yang tergeletak di meja belajarnya. membuka folder foto yang isinya kebanyakan foto BD, lalu segera menghapusnya. (namakamu) mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu. tiba-tiba matanya tertuju pada foto besar yang terpajang di dinding kamarnya. (namakamu) menatap foto itu dengan tajam, dan dengan cepat ia menarik foto yang masih menempel di dinding itu hingga foto itu sobek, tebagi menjadi dua. yang satu sudah digengam oleh (namakamu), dan fotongan yang satunya lagi masih tertempel di dinding. dengan kasar (namakamu) menarik fotongan foto yang masih tertempel.

lalu (namakamu) menghampiri meja belajarnya. ia mengambil beberapa buku yang tersimpan dengan rapi di laci. membuka buku itu dengan kasar, dan ketika ia menemukan tulisan tulisan nama BD di buku itu, ia segera merobek buku itu lalu melemparnya ke sembarang arah.

"aku akan melupakanmu BD" gumam (namkamau) sambil tersenyum penuh paksaan.

"(nam..) jangan lakukan itu, jangan mencoba melupakanku. aku mencintaimu" (namakamu) mengernyit mendengar suara itu, dan seketika itu juga BD muncul di depan (namakamu).

"BD?" (namakamu) terganga melihat BD ada di sini. ia menampar pipinya dengan keras, memastikan jika ini bukan mimpi seperti yang sebelumnya. tapi pipinya terasa sakit, berarti ini bukan mimpi.

(namakamu) menghambur ke pelukan BD, memeluknya dengan erat. namun tiba-tiba,

BRUG! (namakamu) terjatuh, dan tangannya masih dalam posisi memeluk(?) tapi apa yang ia peluk, tidak ada apapun didepannya. jadi, BD yang tadi itu hanya khayalannya saja?

oh tuhan, sampai kapan (namakamu) seperti ini. apa lama-lama ia akan gila jika terus seperti ini. "aku tidak bisa melupakanmu bid"

***

(nmakamau) duduk di bangkunya. ia mencoret-coret bukunya dengan tulisan-tulisan. tulisan 'I LOVE BD' tiba-tiba (namakamu) teringat ucapan karel kemarin. 'kalau pun BD tahu kamu menyukainya, sepertinya BD tidak akan peduli' (namakamu) langsung mencoret-coret tulisan itu hingga tidak terbaca.

"kenapa aku nulis nama BD sih?" (namakamu) kesal pada dirinya sendiri.

"(namakamu) (namakmau) (namakamu)" yoriko berlari menghampiri (namakamu).

"ada apa yori?" tanya (namakamu) ketika yoriko sudah ada di di depannya. yoriko mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal, menepis keringat yang mengalir di pelipisnya.

"tadi itu ya..........."

~flash back~

yoriko berjalan menuju rumah (namakamu). ia berniat ke sekolah bareng dengan (namakamu), jalan kaki. yaa, walaupun yoriko anak orang kaya, tapi ia lebih suka jalan kaki bersama sahabatnya dari pada naik mobil. kalau jalan kaki, bisa sekalian ngobrol.

langkah yoriko seketika terhenti ketika melihat BD tengah berdiri di depan pagar rumah (namakamu). BD berjinjit dan mendangakan kepalanya seperti ingin melihat keadaan di rumah (namakamu). yoriko mundur lima langkah dan langsung bersembunyi di balik pohon besar.

BD berlari entah kemana, dan di detik yang sama, (namakamu) keluar dari pagar rumah dengan wajahnya yang masih semrawut. pasti (namakamu) sudah menangis lagi.

(namakamu) berjalan menuju sekolah, ingin rasanya yoriko berlari menghampiri (namakamu), tapi ia masih penasaran dengan BD yang sepertinya membuntuti (namakamu). yoriko berjalan mengikuti BD yang sedang diam-diam mengikuti langkah (namakamu), hingga sampai lah meraka di sekolah.

~flash back off~

"yang bener yori?" (namakamu) masih tidak percaya dengan cerita yoriko.

"bener (nam..). ada apa dengan BD ya? hari senin aku gak sengaja ngedengar ajil bilang kalau BD itu hanya pura-pura mencintai cassie, terus besoknya aku gak sengaja mergokin BD lagi diam-diam moto kamu. dan sekarang, aku gak sengaja memergoki BD sedang diam-diam mengikutimu dari rumah ke sekolah"

"apa? kemarin BD diam-diam moto aku?" tanya (namakamu) tidak percaya.

"iya, kemarin aku gak ngasih tahu kamu. karena aku takut kamu gak percaya"

***

(namakamu) dan cassie tengah duduk di bangku koridor. sedari tadi cassie tak henti-hentinya menceritakan tentang BD pada (namakamu). walaupun merasa sakit mendengar cerita cassie, (namakamu) tetap memaksakan senyumnya, pura-pura bahagia melihat sahabatnya bahagia.

"terus BD ngasih aku boneka tedy bear yang gede banget. aku tuh emang beruntung bisa mendapatkan BD, ia lelaki yang sangat baik"

"iya, kamu sangat beruntung cassie. tapi, apa aku bisa seberuntung kamu cass?"

"(nam..), kamu juga beruntung. bisa dijodohkan dengan lelaki seperti karel"

"entah lah cass, aku belum menerima perjodohan itu. karena bukan karel lelaki yang aku suka, melainkan..." (namakamu) menggantungkan kalimatnya.

"melainkan?" cassie mengangkat kedua alisnya, menunggu kalimat (namakamu) selanjutnya.

"sayang" tiba-tiba suara itu terdengar dari samping kanan. (namakamu) dan cassie pun menoleh, (namakamu) memalingkan wajahnya ketika melihat BD sedang berjalan ke arahnya dan cassie. sedangkan cassie terlihat sangat bahagia melihat BD.

"BD?" wajah cassie berseri-seri setiap kali menatap wajah tampan BD.

"mana?" BD menengadahkan tangannya di depan cassie.

"apa?"

"katanya kamu mau ngasih aku sesuatu, mana?"

"oh iya, hadiah buat kamu ada di tas. aku bawa dulu ya, kamu tunggu di sini" Cassie hendak berlari, tapi dengan cepat BD mencekal tangan cassie.

"tunggu" ucap BD.

"ada apa?"

'CUP' BD mencium kening cassie membuat hati (namakamu) sakit lagi. 'tidak tahu malu, ini kan sekolahan' umpat (namakmau) dalam hati. pipi cassie memerah, dan bibirnya tersenyum dengan lebar. lalu cassie langsung berlari meninggalkan (namakamu) dan BD.

BD duduk di bangku koridor yang juga diduduki (namakamu). seperti biasa, ia terlihat cuek. tidak menyapa (namakamu) atau apa lah... yaa, memang mereka tidak saling kenal.

"hiks hiks hiks" BD mengernyit mendengar suara tangisan. dan ketika ia menoleh ke samping, ia melihat (namakamu) sedang menangis sambil mencoba menepis air matanya.

tapi apa reaksi BD, BD hanya cuek seperti kemarin. BD terlihat sangat tidak peduli, dan dengan santainya ia berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih menangis.

"di mana hatimu? kenapa kamu hanya diam saja melihat gadis di sampingmu sedang menangis" langkah BD terhenti ketika mendengar teriakan itu. lalu ia membalikan badannya.

"harusnya kamu tanya kenapa aku menangis? bukan hanya diam seperti tidak peduli" teriak (namakamu) lagi sambil berjalan pelan menghampiri BD.

"aku memang tidak peduli, memangnya aku harus peduli melihatmu menangis?" tanya BD dengan nada ketus. air mata (namakamu) turun semakin deras mendengar pertanyaan BD. BD hendak berjalan lagi meninggalkannya, tapi dengan cepat (namakamu) mencekal lengannya.

"bid, kenapa kamu gak pernah peka sih. aku mencintaimu" entah dapat keberanian dari mana hingga (namakamu) berani mengungkapkan perasaannya pada BD. tapi BD, BD terlihat biasa saja ketika mendengar pengakuan (namakamu)

BD menatap mata (namakamu) membuat (namakamu) gugup. "terus?"

(namakamu) terbelalak ketika mendengar rekasi BD. 'terus?' apa maksud BD bertanya seperti tiu.

"terus?" (namakmau) mengulang pertanyaan BD.

"iya, terus? terus aku harus apa?" hati (namakmu) terasa semakin remuk ketika mendengar ucapan BD barusan. ternyata reaksi BD tidak seperti yang ia harapkan, harusnya tadi ia tidak mengungkapkan perasaannya pada BD jika memang jawaban BD seperti ini.

"hmm? aku harus apa? apa aku harus membalas cintamu?" tanya BD lagi, (namakamu) hanya diam, entah apa yang harus ia jawab. yang jelas saat ini ia terlihat sangat kesal pada BD, ia menatap BD dengan tajam, matanya semakin memerah karena emosi.

"jawab? jangan hanya memandangiku seperti itu? aku harus apa kalau kau mencintaiku? apa aku harus membalas cintamu dan meninggalkan cassie?" BD terus mendesak agar (namakamu) menjawab.

(namakamu) menghela nafas panjang, dan akhirnya ia membuka mulutnya untuk menjawab. "tidak. kamu tidak perlu membalas cintaku dan meninggalkan cassie. aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu"

"bagus lah kalau memang kau mengerti. sekarang aku sudah tahu, dan kau harus secepatnya menghapus perasaanmu padaku. karena hanya cassie perempuan yang aku cintai, bukan kau" setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu, dengan teganya BD berjalan meninggalkan (namakamu) yang masih berderai air mata.

bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar